Kamis, 22 Agustus 2013

Vitamin untuk anak prasekolah


Perlukah anak minum vitamin?
Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Sebagian besar anak usia lebih dari setahun yang makannya cukup beragam, termasuk daging tidak perlu vitamin. Anak yang lebih kecil daripada si usia prasekolah bahkan perlu resep dokter untuk minum suplemen vitamin. Meski begitu, anak tidak akan selalu menurut, dan beberapa pola makan tambahan berupa suplemen.

Bila si kecil termasuk pemilih, misalnya makanan yang ia sukai hanya cheerios, dan tidak banyak makanan lain, memberi multivitamin dengan zat besi adalah ide brilian. Anak yang vegetarian biasanya  kekurangan zat besi, vitamin B dan seng. Jadi, mereka juga kandidat untuk mendapat multivitamin dengan zat besi.
Bila Anda memberi si kecil vitamin, bacalah keterangan pada kemasan. Umumnya, kandungan vitamin untuk anak-anak diatur sesuai usia. Biasanya tidak untuk anak di bawah usia 2 tahun. Dosisnya pun bervariasi sesuai merek pilihan. Dosis bisa hanya setengah tablet untuk merek tertentu, dan satu tablet untuk merek lain.
Vitamin berbentuk cair biasanya tersedia untuk anak di bawah 2 tahun. Cari multivitamin dengan kalsium, karena banyak anak masa kini yang tidak tercukupi kebutuhan mineralnya dalam makanan. Biasakan untuk selalu membaca label karena jumlah vitamin dan mineral bisa bervariasi antara satu merek dengan merek lain.
Bayi dan batita yang banyak menyusu (ini berarti sebagian besar susu yang diminum adalah ASI), dan anak lebih besar yang minum susu kurang dari 475 cc setiap hari harus mengonsumsi vitamin D. Beberapa anak mungkin juga perlu fluoride setelah usia 6 bulan, tergantung pada konsumsi minumannya. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapat saran seputar diet anak yang paling pas.
Catatan kecil tentang vitamin yang harus dicermati: Ada beberapa vitamin yang rasanya semanis permen. Jauhkan vitamin seperti ini dari jangkauan anak. Mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan bisa berbahaya!
Sumber : http://www.parenting.co.id

10 Jurus Cepat Punya Anak

10 Jurus Cepat Punya Anak Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Proses kehamilan melibatkan sejumlah faktor: usia, keturunan, anatomi organ tubuh, kondisi kesehatan fisik dan mental, serta waktu yang tepat. Sejumlah kiat berikut diharapkan membantu mewujudkan keinginan Anda dan pasangan untuk cepat-cepat punya momongan. Selamat mencoba!

1. Pola makan harus sehat. Rahim Anda sebagai calon “rumah” janin, tentu harus dioptimalkan kondisinya. Tingkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan air putih untuk kelancaran proses metabolisma tubuh Anda. Bila perlu, konsumsi suplemen, misalnya asam folat. Konsumsi asam folat 0,4 mg setiap hari selama 3-4 bulan sebelum hamil, akan menurunkan risiko janin menderita gangguan tabung saraf, misalnya spina bifida sebesar 70%.

2. Tinggalkan kebiasaan buruk. Hindari rokok dan minuman beralkohol. Kebiasaan merokok, misalnya, terbukti meningkatkan risiko keguguran.

3. Kompak, dong!. Namanya juga kehamilan, calon ayah pun harus prima kesehatannya. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, calon ayah sebaiknya menghindari celana dalam yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis, mengurangi konsumsi minuman berkafein dan berhenti merokok.

4. Gerak, dan bergerak. Konsultasilah ke dokter untuk mendapatkan saran jenis olahraga yang paling sesuai untuk Anda, juga suami.

5. Berjemur, yuk!. Vitamin D mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita. Pria dengan kadar vitamin D di bawah normal, terbukti meningkatkan kadar sejenis asam amino di dalam darah, yakni homosistein, yang bisa mengganggu pembentukan sel sperma. Hal serupa terjadi pada wanita. Kebutuhan vitamin D juga bisa dibantu dengan berjemur di pagi hari sekitar 20 menit.

6. Infeksi? No way! Penyakit infeksi, seperti tosksoplasma dan penyakit menular seksual, yang tidak diobati dapat menghambat terjadinya kehamilan. Periksa ke dokter untuk memastikan.

7. Cek masa subur. Proses pembuahan harus terjadi pada waktu dan kondisi yang tepat. Artinya, hubungan intim sebaiknya dilakukan pada saat Anda dalam masa subur. Mengingat tidak semua siklus haid wanita teratur, sebaiknya Anda tidak hanya menggunakan satu cara, misalnya panduan kalender, dalam memperkirakan masa subur. Selain itu, tidak ada salahnya Anda coba gunakan alat pendeteksi masa subur yang banyak tersedia di pasaran.

8. “Intim” sebelum masa subur. Begitu masuk ke dalam tubuh Anda, sel-sel sperma sebaiknya langsung bertemu dengan sel-sel telur yang sudah matang.  

9. Posisi tepat. Pilihlah posisi hubungan intim yang memungkinkan Anda berfungsi sebagai “mangkuk” yang menampung sel-sel sperma. Posisi Anda di bawah dan pasangan di atas adalah pilihan tepat. Bila perlu, letakkan bantal di bawah panggul untuk memudahkan Anda bertahan pada posisi tersebut, paling tidak selama 20-30 menit. Jangan langsung bangun dan berdiri begitu selesai berhubungan intim.

10. Cukup 3 kali seminggu. Pria kadangkala membutuhkan jeda sekitar 3 hari sebelum  mampu menghasilkan sel-sel sperma dalam jumlah yang optimal untuk pembuahan. Untuk itu, hubungan intim tidak perlu setiap hari karena justru akan melemahkan sel-sel sperma yang dihasilkan. Nikmati saja dan bersikaplah santai. Sex is fun! Terobsesi dengan “target” harus segera hamil justru akan membuat Anda stres
Sumber : http://www.ayahbunda.co.id

Kaserol Daging Wortel

Kaserol Daging Wortel Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Bayi mulai usia 8 bulan sudah boleh diberi daging merah dalam menu MPASInya. Coba Kaserol Daging Wortel yang kaya gizi ini.

Bahan:
50 gram daging giling.
50 buah wortel, kupas, potong-potong kecil.
25 gram bawang bombay, kupas, potong-potong.
1 batang daun seledri.
1 sendok teh tepung terigu.
20 ml jus apel.
40 ml kaldu sapi.
30 gram tomat, haluskan.
15 gram keju chedar, parut.
½ sendok teh mentega tawar.

Cara Membuat:
  1. Panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum.
  2. Tambahkan daging giling, wortel dan tomat hingga layu dan matang.
  3. Tambahkan jus apel, kaldu dan daun seledri. Taburi tepung terigu. Masak hingga air berkurang.
  4. Sajikan dalam mangkuk, taburi keju.

Untuk 2 porsi

Nilai Gizi (per porsi):
Energi: 106 Kkal
Protein: 7.6 gram
Lemak: 6 gram
Karbohidrat: 5 gram

Camilan Sehat Sepulang Sekolah

Camilan Sehat Sepulang Sekolah Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Feminagroup
Sepulang dari sekolah, balita Anda kerap mencari camilan saat sampai di rumah. Berikut camilan sehat bagi anak Anda yang pasti ia suka!

Penulis buku “Deceptively Delicious”, Jessica Seinfield, yang juga istri komedian Jerry Seinfield, punya sejumlah ide menu yang pasti disukai anak Anda.Coba menu berikut ini:
  1. Kacang edamame rebus. Rebus di dalam microwave selama 2-3 menit, lalu taburkan sedikit garam.
  2. Popcorn rendah lemak. Buatlah popcorn dengan minyak, taburi sedikit garam atau parutan keju rendah lemak.
  3. Pizza bagel. Lapisi roti bagel kecil dengan saus tomat, taburi dengan keju mozzarella, bubuk bawang putih, dan oregano.
  4. Es buah. Bekukan jus buah segar misalnya, jeruk, stroberi, melon, dalam kotak wadah es. Masukkan ke dalam segelas air ditambah sedikit soda, siap disajikan.
  5. Krekers selai kacang. Dinginkan irisan buah, misalnya pisang atau stroberi. Olesi krekers dengan selai kacang, letakkan irisan buah di atasnya.
Sumber : http://www.ayahbunda.co.id