Jumat, 08 November 2013

Tip dari Pakar Untuk Mama Baru




Wah, anak yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kelahiran anak pertama pasti membuat kelurga bahagia. Kemudian muncul pertanyaan di benak Anda, apakah saya bisa menjadi Mama yang baik untuk anak? Apakah saya dapat membimbing anak dengan benar? Tidak usah khawatir ma simak pendapat para ahli berikut ini:

“Tidak perlu menjadi supermom. Fokuslah hanya pada hal-hal yang memang penting untuk dikerjakan saat itu, yaitu menjalin bonding dengan bayi baru, menyusui dengan cinta, dan menikmati peran sebagai seorang ibu. Yang lainnya, urusan nanti.” -Mia Sutanto, ketua umum AIMI & konselor laktasi.

“Ketika baru punya anak, ibu saya menasehati agar kami mengutamakan kebutuhan anak. Susui ia sebelum haus, beri ia makan sebelum ia ‘berteriak’ lapar, dan tidurkan ia sebelum rewel.” —Dr. Alan Greene, kontributor parenting.com.
“Bingung mengartikan tangisan bayi? Rekam tangisan bayi, kemudian putar kembali dan dengarkan bersama pasangan. Diskusikan dan pelajari. Umumnya, bayi menangis menampilkan gerak tubuh atau cues non verbal tertentu yang bisa Anda baca polanya.” -Roslina Verauli, MPsi, psikolog anak
“Popok kain mungkin lebih baik dibandingkan popok sekali pakai. Tapi, bila kerepotan dengan urusan bayi dan tidak ada yang membantu, bisa diakali dengan meletakkan popok kain di dalam popok sekali pakai, sehingga air pipis tidak tembus kemana-mana dan membuat beban cucian jadi tidak menumpuk.” -Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA, dokter anak 

Metode Ferberizing: Bayi Menangis Hingga Tertidur




Metode ferberizing adalah metode yang membiarkan bayi menangis sampai tertidur. Cirinya adalah sambil tetap berpegang pada jadwal tidur yang sudah ditentukan, secara bertahap Anda memperpanjang lamanya waktu membiarkan bayi menangis. Setelah itu, barulah Anda menenangkannya secara verbal.

Mengapa cocok untuk Anda:•    Bayi Anda berhenti menangis sendiri.
•    Ia tidak histeris meski tangisannya cukup lama.
•    Anda merasa nyaman dengan metode ini. Pada awalnya, Anda mungkin sedikit sulit menghadapi malam-malam tersebut. Namun, Anda tahu benar kalau hasil yang didapat nantinya benar-benar sepadan.

Cara menidurkan bayi: Mulailah dengan rutinitas malam hari yang biasanya membantu menenangkan bayi Anda dan menjadi pertanda inilah waktunya untuk tidur, seperti memandikan bayi, membacakan cerita favoritnya, dan saling berpelukan. Selanjutnya, letakkan dia di boks pada waktu yang sama setiap malam, entah dia mengantuk atau tidak, dan segera tinggalkan dia.

Nah, ini bagian yang paling sulit dari metode yang dipopulerkan oleh Richard Ferber, M.D., penulis Solve Your Child's Sleep Problems: Ketika bayi Anda menangis, tunggu dulu sejenak sebelum melihat keadaannya. Pada malam pertama, biarkan bayi menangis selama 5 menit.

Lalu,  biarkan dia mendengar suara lembut Anda, tapi jangan menggendongnya, ya, Ma! Temani selama sekitar 2 – 3 menit setiap kali Anda masuk ke dalam kamarnya untuk menghiburnya. Bagaimana pun, kehadiran Anda di sana bukan untuk menghentikan tangisannya, tapi membuatnya merasa tenang.

Malam berikutnya, ketika dia menangis, tunggu dulu selama 10 menit. Malam selanjutnya, tambahkan waktunya menjadi 15 menit. Jika dia masih saja menangis setelah 15 menit, tunggu dulu dan biarkan bayi menangis selama 5 menit.

Jika 5 menit dianggap terlalu lama untuk membiarkannya menunggu Anda datang pada awalnya, mulailah dengan melakukannya selama 2 menit dulu. (Secara bertahap, tingkatkan durasi tersebut menjadi 4 menit, 6 menit, 8 menit, dan seterusnya) Setiap malam, tambahkan waktu yang ditentukan hingga pada akhirnya Anda tidak perlu ‘mengintipnya’. Proses ini seharusnya tidak memakan waktu lebih dari beberapa hari, kata Dr. Feber. Nah, cara yang sama bisa dilakukan untuk untuk tidur siang anak, ya.

Tips: Pastikan bayi Anda dalam kondisi aman. Untuk itu, lihat kondisi boks, baju yang dikenakan, popok, selimut, dll. Yang paling perlu Anda waspadai adalah bukan tak mungkin bayi Anda menangis akibat sesuatu yang membahayakan. Misalnya tersedak, terbentur sesuatu yang keras, tertusuk benda tajam, dll.
Sumber : http://www.parenting.co.id

Anak Pemilih Makanan




Setiap anak pasti memiliki sifat yang berbeda-beda, dan memiliki kesukaan yang juga berbeda-beda, seperti adik dan kakak yang memiliki kesukaan yang berbeda, mulai dari cara berpakaian, mainan kesukaan, hingga makanan kesukaan.

Jika anak pilih-pilih makanan pasti mama pusing bukan kepayang. “Aku nggak suka sayur. Aku nggak mau makan sayur”. Kalau anak sudah mengungkapkan ketidaksukaannya pasti Mama yang kelimpungan.

Tapi, jangan khawatir, cara-cara berikut ini dapat diterapkan pada si pemilih makanan:

“Cara ini tak pernah gagal membuat anak mau makan sayuran (meski ia tak suka sayur!): Suapi dia di saat lagi asyik main games kesukaannya!” -Arum Fitria
Sumber : http://www.parenting.co.id