Image by : GETTY IMAGES
Penuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya agar si kecil bertumbuh kembang dengan baik.
Bila
ditanya, tidak ada satu pun bunda atau ayah yang mengharapkan anaknya
hanya duduk diam, terlihat lemah dan lesu. Mereka selalu menginginkan si
kecil selalu aktif bergerak. “Melihat Saka (4 tahun) berlarian, bermain
ke sana kemari itu sangat membahagiakan. Artinya ia sedang sehat dan
gembira menjalani aktifitasnya.” ujar Febby, bunda dari Saka. Lain
halnya dengan Yuni, bunda dari Naila (2 tahun), “Jika Naila terlihat
kurang aktif, saya justru mencari cara supaya ia kembali aktif bergerak.
Jika Naila aktif bergerak, saya yakin Naila akan selalu sehat.”
terangnya.
Usia balita memang merupakan usia saat anak sedang
aktif-aktifnya bergerak, beraktifitas maupun belajar. Tidak salah
beranggapan bahwa anak yang aktif adalah anak yang sehat. Namun harus
diingat bahwa saat anak bergerak dengan aktif, artinya anak mengeluarkan
banyak energi. Jangan sampai terjadi energi yang dikeluarkan lebih
banyak dari energi yang diterima oleh tubuh. Oleh sebab itu orangtua
wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak karena sumber
energi hanya bisa diperoleh dari asupan makanan. Pastikan balita Anda
mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan kebutuhan tubuh, baik secara
jumlah maupun jenis zat gizinya. Tidak kurang dan tidak lebih! Tidak
kurang agar anak terhindar dari gizi kurang dan tidak lebih supaya
balita terhindar dari bahaya obesitas. Asupan makanan tersebut tidak
hanya digunakan sebagai ‘bahan bakar’ si kecil dalam beraktifitas, namun
juga digunakan untuk tumbuh kembangnya.
Energi, protein, lemak,
karbohidrat, vitamin dan mineral adalah zat gizi yang wajib ada dalam
makanan yang Anda sajikan untuk si kecil. Meskipun masing-masing zat
gizi memiliki fungsi yang berbeda-beda bagi tubuh, namun satu sama lain
saling melengkapi untuk menjalankan ‘mesin’ di dalam tubuh anak agar ia
tetap tumbuh sesuai usia dan dapat beraktifitas dengan baik.
Karena
memenuhi kebutuhan makan yang seimbang untuk anak tidaklah semudah
memberikan satu atau dua butir kapsul berisi multivitamin saja, maka
seberapa banyak sebenarnya tubuh balita Anda membutuhkan masing-masing
zat gizi ini?
Energi
Menurut Angka Kecukupan Gizi
Indonesia (AKG), balita usia 1-3 tahun perlu mengasup energi sebesar
1000 kkal dan usia 4-6 tahun sebesar 1550 kkal. Namun bisa juga dihitung
dengan cara mengalikan berat badan anak dengan 100 kkal per hari.
Contohnya: Berat badan 14 kg, maka kebutuhan energinya dalam sehari
adalah 14x100 kkal = 1400 kkal.
Energi diperlukan sebagai sumber
utama pertumbuhan dan beraktifitas. Energi tidak hanya didapat dari
nasi, mi atau roti sebagai sumber energi tertinggi, namun ayam, daging,
tempe, sayuran, buah dan susu juga menghasilkan energi meskipun tidak
sebanyak makanan sumber karbohidrat.
Protein
Protein
merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat
pembangun dan sumber energi. Kebutuhan protein balita relatif lebih
besar bila dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini karena balita
sedang dalam masa pertumbuhan yang sangat pesat. Untuk anak usia 1-3
tahun, membutuhkan 25 gram protein dalam sehari. Sedangkan usia 4-6
tahun, membutuhkan 39 gram protein per hari.
Sumber protein terdiri
dari dua yaitu protein hewani seperti daging, ikan, telur, ayam, seafood
dan protein nabati seperti tahu, tempe, kacang hijau, kacang kedelai,
kacang tanah. Masing-masing protein nabati dan hewani mempunyai
kandungan asam amino yang berbeda-beda. Mengonsumsi protein dari
berbagai sumber yang berbeda apat meningkatkan mutu protein karena
dapat saling melengkapi asam amino yang terkandung dalam bahan makanan
tersebut. Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan
tubuh anak.
Lemak
Lemak sangat dibutuhkan anak dalam
menunjang pertumbuhannya. Terutama asam lemak esensial, seperti omega 3
dan 6 yang banyak terdapat pada ikan laut (salmon, tuna, tengiri,
tongkol), minyak kedelai, kacang-kacangan (almond, kedelai) dan
biji-bijian. Asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh,
sehingga harus dipenuhi dari makanan. Lemak berfungsi sebagai zat
pelarut vitamin A, D, E, K dan pemberi rasa sedap pada makanan.
Si
kecil dianjurkan mengonsumsi lemak sebesar 15-20% dari total energi.
Artinya, untuk anak usia 1-3 tahun, rata-rata ia membutuhkan 22 gram
lemak per hari dan untuk anak usia 4-6 tahun, ia membutuhkan 34 gram
lemak. Dari keseluruhan kebutuhan lemak, balita dianjurkan 1%-2% nya
berasal dari asam lemak esensial.
Karbohidrat
Selain
sebagai makanan pokok, makanan sumber karbohidrat juga berfungsi sebagai
penghasil energi dan sumber serat. Yang termasuk makanan sumber
karbohidrat antara lain nasi, roti, mi, bihun, kentang, singkong dan
havermout. Asupan karbohidrat yang cukup sangat mendukung aktivitas
anak, sehingga perlu dipenuhi sampai 3-4 porsi dalam sehari. Agar anak
tidak bosan, variasikan jenisnya saat memberikan pada si kecil.
Misalnya, ganti nasi saat sarapan dengan kentang atau roti yang
dipanggang.
Air
Air merupakan zat gizi yang
sangat penting bagi bayi dan balita, sebab sebagian besar dari tubuh
kita terdiri atas air. Kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada
balita lebih besar daripada orang dewasa dan balita juga lebih mudah
terserang penyakit yang menyebabkan kehilangan air dalam jumlah banyak.
Kebutuhan air tidak hanya dipenuhi dari air minumnya saja, namun bisa
juga didapat dari cairan dalam makanan atau kuah sup. Total kebutuhan
air untuk balita berkisar 110 ml/kg berat badan/hari.
Agar si
kecil tidak terbebani dengan banyaknya jumlah makanan yang harus ia
habiskan, aturlah pemberiannya dalam porsi kecil namun sering. Pemberian
makan bisa sampai 5-6 kali dalam sehari. Ini terbagi atas makan pagi,
snack, makan siang, snack dan makan malam. Membiasakan anak untuk makan
secara teratur akan melatihnya untuk belajar menghargai makanan.
Pasalnya jika Anda menyediakan makanan setiap waktu, ia akan merasa
enggan untuk menghabiskan makanannya pada saat jam makan. Selain itu
makan dengan disiplin menghindari anak untuk makan dengan emosional yang
berujung pada kegemukan.
Contoh Menu Sehari (1300 kkal)
SARAPAN • Kentang panggang keju 1 biji sedang
• Tumis brokoli wortel ½ mangkuk kecil
• Jus pepaya 1 gelas kecil (tanpa gula)
SNACK
• Stik pisang celup yoghurt ½ buah
MAKAN SIANG
• Nasi 1 sendok centong nasi
• Bistik daging
1 potong sedang
• Sup makaroni
1 mangkuk kecil
• Sate buah 1 tusuk (terdiri dari 3 jenis buah, misalnya anggur, stroberi dan apel)
SNACK
• Biskuit 3 keping
• Susu 1 gelas
MAKAN MALAM
• Nasi 1 sendok centong nasi
• Ikan goreng
½ ekor
• Tempe bacem
1 potong sedang
http://www.ayahbunda.co.id