Rabu, 08 Mei 2013

Bayi Baru Lahir Juga Butuh Perawatan Lho




Jakarta, Tak ada yang lebih membahagiakan pasangan suami istri daripada melihat bayinya dilahirkan dengan selamat. Setelah berdiam 9 bulan 10 hari lamanya di dalam rahim, sang bayi siap menghadapi dunia luar yang lebih menantang. Dengan kondisi yang masih lemah, tentu mereka membutuhkan perawatan khusus.

Dibandingkan dengan bayi-bayi spesies lain, bayi manusia terbilang istimewa. Betapa tidak? Di antara mamalia lain misalnya, bayi manusia memiliki kemampuan yang paling lemah sebab perkembangan janin banyak dipusatkan untuk pembentukan otak.

Inilah sebabnya bayi manusia membutuhkan perhatian ekstra, tidak bisa dibiarkan tumbuh begitu saja. Masa 1000 hari pertama paling penting sebab pada masa ini lah otak dan fisik bayi mengalami perkembangan pesat. Segala bentuk gangguan yang dialami pada masa ini akan berdampak terhadap kondisinya seumur hidup.

“Pada dasarnya bayi yang baru lahir perlu dijaga kebersihan dan lingkungannya. Kebersihan penting untuk mencegah kuman dan bakteri berada di sekitar bayi. Selain itu, penting juga untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat atau paling tidak jangan sampai bayi merasa kedinginan,” terang dr Aditya Suryansyah, SpA(K) kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (8/5/2013).

Dr Aditya yang merupakan dokter spesialis anak di RSAB Harapan Kita dan RSIA Buah Hati Ciputat ini menjelaskan bahwa penanganan bayi baru lahir harus dilakukan dengan hati-hati. Misalnya saat dibersihkan, sebaiknya gunakan air hangat dan waslap.

Lebih jauh lagi, dr Aditya mewanti-wanti bahwa bayi baru lahir sebaiknya jangan dimandikan dulu sebab akan merasa kedinginan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu lama membiarkan kulit bayi terbuka tanpa pakaian. Sebab suhu di dalam kandungan ibu adalah sekitar 37 derajat celcius, sedangkan suhu ruangan adalah 27 derajat celcius.

"Jika terlalu lama dibiarkan terbuka, bayi juga akan rentan kedinginan. Jika ingin melakukan perawatan tali pusar, harus selalu dalam keadaan steril agar tidak terinfeksi," imbuhnya.

Bayi baru lahir hanya bisa menangis sebagai sarana komunikasi dengan pengasuh dan orang tuanya. Maka wajar jika bayi cenderung rewel ketika lapar, haus, atau merasa tak nyaman. Namun apabila si buah hati menangis terus menerus selama beberapa jam, terutama di sore hari, kemungkinan ia mengalami kolik. Konsultasikan dengan dokter apabila menemui kondisi ini.

Nah, pembaca detikHealth yang budiman, seluk beluk perawatan bayi baru lahir akan dibahas dalam ulasan khas kali ini. Pastikan Anda terus mengikuti tulisan-tulisan yang kami sajikan. Selamat membaca.
http://health.detik.com

Hai Bunda, Perhatikan Ini Saat Memandikan Bayi Baru Lahir




Jakarta, Biasanya ibu-ibu muda takut memandikan bayinya karena khawatir akan menangis saat dimandikan. Padahal wajar jika bayi menangis saat dimandikan. Walau demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memandikan bayi baru lahir.

"Jika ingin memandikan bayi, gunakan air hangat. Jangan gunakan air dingin sebab kulit bayi masih sangat tipis sehingga lebih cepat merasa kedinginan. Selain itu, gunakan waslap yang lembut agar kulit bayi tidak iritasi," terang dr Aditya Suryansyah, SpA(K) kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (8/5/2013).

Dr Aditya yang merupakan dokter spesialis anak di RSAB Harapan Kita dan RSIA Buah Hati Ciputat ini menyarankan jika menggunakan perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo, haruslah menggunakan sabun dan shampo khusus bayi. Sabun dan shampo khusus bayi memiliki formula yang lebih lembut dibandingkan sabun dan shampo untuk dewasa.

Setelah bayi mandi, sebaiknya ibu jangan menggunakan minyak telon sebab akan membuat bayi merasa panas. Dr Aditya menyarankan untuk cukup memberikan pakaian yang tertutup, maka bayi akan beradaptasi dengan suhu ruangan. Tapi sampai kapankah bayi harus dimandikan dengan air hangat?

"Untuk mandi, sebaiknya gunakan air hangat terlebih dahulu agar kulit bayi terbiasa. Jika sudah berusia 36 minggu keatas, bisa mulai menggunakan air dengan suhu normal (tidak hangat, namun juga tidak dingin) pada air mandi bayi," terang dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K).

Lebih lanjut lagi, dr Piprim yang merupakan dokter anak di RSCM dan RS Hermina, Bekasi ini menerangkan bahwa bayi dengan berat badan di bawah 2,5 kg biasanya lebih rentan terhadap cuaca dingin sehingga harus selalu menggunakan air hangat saat dimandikan.

"Ini karena tubuhnya belum bisa menyesuaikan suhu di sekitarnya dengan cukup baik," imbuhnya.

Untuk teknik memandikan bayi, berikut ini dipaparkan tata cara memandikan bayi seperti dikutip dari buku ‘Rahasia Ibu Pintar: Panduan Merawat Bayi Pasca Persalinan Sampai 12 Bulan’ yang ditulis Nini Umi Nazwa.

1. Siapkan semua perlengkapan yang diperlukan untuk memandikan anak, seperti ember (bak mandi), sabun, sampo, handuk, dan washlap. lsi bak mandi anak dengan air hangat.

2. Gunakan pergelangan tangan ataupun siku Anda untuk memastikan suhu yang tepat. Pastikan airnya tidak terlalu dingin ataupun panas. Air yang masih panas akan sangat berbahaya. Jika memungkinkan, turunkan suhu air sampai 40 derajat celsius agar anak lebih nyaman.

3. Pilihlah tempat memandikan anak yang hangat, bukan tempat yang banyak anginnya karena akan membuat anak Anda kedinginan. Jangan lupa siapkan baju ganti yang hendak dipakaikan setelah anak mandi.Tata rapi sesuai urutan pemakaian. Misalnya paling bawah bedong, baju, popok, gurita/kaos tipis.

4. Anda harus memastikan semuanya siap sebelum mulai memandikan anak. Jika ada suatu barang kelupaan, Anda harus mengambil benda itu dengan membawa serta anak Anda. Jangan biarkan ia di ternpat itu walau hanya sedetik.

5. Setelah semuanya siap, ambil anak Anda dan taruhlah di atas perlak. Lepaskan baju satu per satu. Bersihkan lebih dahulu jika si kecil ngompol atau pup.

6. Basuh muka dengan washlap yang telah dicelupkan air hangat (tanpa sabun). Termasuk juga bagian luar telinganya.

7. Sabuni tubuh anak mulai dari dada, lipatan leher, ketiak, tangan, jari, paha, kaki, terakhir yang paling kotor, yaitu lipatan paha, area kelamin, dan pantat.

8. Untuk membersihkan punggungnya, balikkan tubuh anak dengan cara menyangga tubuhnya dan pegang erat ketiaknya dengan tangan kiri. Gunakan tangan kanan untuk membilas bagian belakang.

9. Jika ingin rnembersihkan rambutnya, basuh dan bilaslah dengan penuh kelembutan, gunakan sabun dan sampo khusus anak. Kerjakan hanya sekali atau dua kali seminggu. Sebab anak baru lahir tidak perlu mandi setiap hari, tetapi cukup membasuh muka dam membersihkan bagian yang kotor seperti lipatan leher, ketiak dan area popok. Pastikan tidak ada busa sabun yang masuk ke mata anak.

10. Setelah sabun dan busa hilang, keringkan anak Anda dengan handuk lembut dan bersih. Jangan lama-lama dalam memandikannya, nanti kedinginan. Pastikan anak Anda hangat dan kering dengan menyelimutinya memakai handuk bersih setelah dimandikan, terutama pada lipatan-lipatan tubuh.

11. Pindahkan anak ke susunan pakaiannya. Perhatikan tali pusarnya. Jika ada kotoran atau kerak di pinggiran atau bagian dalam pusar, bersihkan dengan cotton buds yang telah dibasahi alkohol 70 persen. Lau olesi perut dan punggung anak dengan minyak telon. Boleh diberi bedak, tetapi tidak harus. Pada lipatan-lipatan boleh juga diberi krim. Setelah itu pakaikan popoknya, baru kemudian bajunya.

12. Setelah anak mengenakan baju, bersihkan mata, mulut, dan telinga. Bersihkan kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang, dari ujung mata ke arah hidung. Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata.

13. Bersihkan lubang hidung dan daun telinga dengan cotton buds. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga. Bersihkan bagian luar telinganya saja.
http://health.detik.com

Senin, 06 Mei 2013

Agar Bayi Terlelap Sepanjang Malam


                                                                 
KOMPAS.com – Terjaga semalaman adalah pengalaman yang paling umum bagi setiap orangtua baru. Bayi kadang terbangun tengah malam dan terus terjaga sesukanya. Hal ini juga mengacak-acak jadwal harian Anda. Berbeda dengan bayi, ada banyak aktifitas yang tetap harus Anda lakukan siang hari.
Sebenarnya Anda dapat mengakali agar bayi tertidur lebih lama saat malam. Sejatinya bayi tertidur selama 16 jam sehari, hanya saja waktu tidurnya terpecah-pecah. Nah, agar bayi Anda tertidur lebih panjang malam hari ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
Atur jadwal tetap
Tetaplah pada rutinitas yang sama setiap saat. Jika bayi Anda terbangun terlalu siang karena ia terjaga semalaman, bangunkanlah pagi hari pada jam yang sama. Dengan begitu bayi Anda akan tidur lebih banyak malam hari. Ini juga akan memberi waktu tidur lebih lama bagi seluruh anggota keluarga yang lain.

Tidur siang di ruangan terang
Saat siang hari biarkan bayi tertidur di ruangan dengan cahaya yang terang. Ini akan membuat bayi Anda hanya tidur siang sebentar. Jika ia tertidur sedikit di siang hari maka, ia akan tidur lebih lama di malam hari.

Menyusui siang hari
Kadang bayi tak terlalu banyak atau ingin menyusu pada waktu siang hari. Hal ini disebabkan bayi yang baru lahir sangat penasaran dengan dunia di sekitarnya yang baru. Ia ingin mengeksplor segala hal disekitarnya, cahaya, suara, kehadiran orang lain. Nah, ini yang membuat selera makannya pun berkurang siang hari. Namun, memenuhi seluruh kebutuhan nutrisinya pada siang hari akan membantunya kenyang dan tertidur pulas semalaman.

Berikan ASI
Memberikan ASI pada bayi Anda berarti memberinya nutrisi terbaik. Dengan nutrisi yang baik bayi akan tidur lebih nyenyak malam hari.

Mengendong bayi sore hari
Aktifitas menggendong akan membuat bayi Anda merasa senang dan santai. Maka, sebaiknya Anda menggendong bayi pada sore hari. Aktifitas ini akan  membantu bayi merasa santai dan senang. Perasaan ini akan terus bertahan saat ia tidur malam hari

Membuat suasana hati tenang
Rahasia berikut bayi tertidur lebih lama sore hari adalah dengan membuat suasana hatinya tenang. Ingat bayi yang relaks dan senang tertidur lebih lama daripada bayi yang resah dan merasa tak nyaman. Banyak hal yang bisa dilakukan agar bayi merasa tenang sore hari, bernyanyi, memandikannya, memijat bayi lembut. Pilih saja yang sesuai dengan bayi Anda.

Menyusui di ruangan gelap
Bila bayi terbangun di tengah malam dan ingin menyusu. Anda sebaiknya menyusui di ruangan dengan cahaya seminim mungkin. Bayi harus menyadari dan belajar bahwa malam adalah waktunya tidur dan siang beraktifitas termasuk makan.

Berjalan-jalan
Berjalan-jalan di bawah sinar mentari atau udara segar baik bagi Anda dan bayi. Sering-sering berjalan dengan bayi dalam gendongan atau kereta bayi, ini akan bantu melepaskan stres. Yang paling penting  Anda harus ikut istirahat setiap kali bayi Anda tidur.
http://female.kompas.com

Minggu, 05 Mei 2013

Makanan yang disukai balita


Makanan yang disukai balita Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Berbagai permasalahan makan pada balita sering memusingkan para orangtua. Susah makan, tidak suka makan buah/sayur, hingga picky eater. Tahukah Bunda dan Ayah, sebenarnya  makanan apa yang disukai balita? Cek di bawah ini.
  • Tekstur makanannya mudah dikunyah, lembut atau renyah.    
  • Aroma  tidak terlalu tajam, dan citarasanya tidak terlalu asin, manis atau berbumbu.
  • Suhu jangan terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Warna tidak kusam atau pucat. Bila menggunakan pewarna, gunakan jenis yang alami –misalnya warna hijau dari daun suji atau warna kuning dari kunyit.
  • Bentuk menarik, dan bila mungkin lucu. Gunakan cetakan kue atau alat pemotong khusus untuk memotong keju, roti tawar, sayuran atau buah dan atur letaknya, misalnya potongan apel menjadi kelopak bunga, atau roti tawar sebagai sebentuk wajah.  
  • Ukuran tidak terlalu besar, sehingga mudah dipegang anak, namun tidak juga terlalu kecil agar anak tidak tersedak.
  • Kaya variasi ia tidak akan merasa bosan bila Anda menyiapkan bekal yang berbeda setiap hari untuknya. Selain itu, tubuhnya juga akan menerima tambahan asupan zat gizi yang beragam.
http://www.ayahbunda.co.id

Pola Makan Balita Kurang Berat Badan


Pola Makan Balita Kurang Berat Badan  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Kekurangan berat badan (BB) adalah kekurangan berat dari badan ideal sesuai tinggi badan. Penyebabnya, kebanyakan karena pola pemberian makan yang salah pada masa bayi dan balita, serta penyakit penyertanya, seperti infeks saluran napas, dan gangguan psikologis.

Atasi dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai umur. Misalnya, tidak memberikan bubur atau buah pada bayi berumur di bawah 6 bulan. Berikan makanan dalam bentuk yang mudah dicerna, menarik, dan bervariasi.

Makanan yang dianjurkan:
  • Tinggi kandungan gula, karbohidrat, lemak. Misalnya, pasta dicampur keju, dengan bayam dan tomat.
  • Kacang-kacangan: kacang tanah, almond, kacang mete, kacang polong.
  • Buah kering seprti kismin, pisang, jagung, kentang, ubi jalar, dan ketela pohon.
Makanan yang dihindari:
  • Tinggi kandungan energinya tapi “kosong” kalori, sehingga tidak dapat dimanfaatkan tubuh untuk bahan bakar. Contohnya, kerupuk.
  • Makanan gurih, karena akan menekan selera makan, sheingga anak akan menolak jenis-jenis makanan lainnya, termasuk sayuran dan buah yang lebih baik gizinya.
http://www.ayahbunda.co.id

Trik Memberi Anak Pujian


Trik Memberi Anak Pujian Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal:
  1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti “anak baik”, akan disalah artikan oleh anak.  Bagi anak, pujian “anak baik” terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, “Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.” Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan.
  2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; “Kamu tidak  merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.”
  3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda  bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah  wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; “Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.”  Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; “Kamu pintar, makan tidak berantakan.”
  4. Gunakan standar yang nyata, misalnya “Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.”  Bukannya, “Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.” Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu.
  5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan.  Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; “Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.”  
  6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, “Ih, kamu ganteng lho.” Atau, “Cantiknya kamu pakai baju princess itu.”  Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain.  Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh.
  7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. “Kamu pasti cantik dengan baju ini.” Pujian Anda akan terdengar tidak tulus.
  8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. “Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.”  Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. “Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.”
Pujian yang salah
1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
  • Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.  
  • Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian.
  • •Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.
2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
  • Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.
3. Pujian yang berlebihan:
  • Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis.
  • Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak.
  • Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja.
  • Tidak realistis menilai diri sendiri.
  • Sombong, merasa diri paling hebat.
  • Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.
4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah.
5. Untuk membandingkan  dengan anak lain. “Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.”
http://www.ayahbunda.co.id

Sabtu, 04 Mei 2013

Bermain Bola Goyang


Bermain Bola Goyang  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Ambil bola, dan minta si 6-9 bulan memainkannya.  Bermain bola goyang akan melatih bayi mengukur jarak dengan jangkauan kaki dan lengannya saat menggapai bola.

Persiapan: Bola besar berwarna terang yang diberi tali.

Cara bermain:
  1. Tidurkan bayi dalam posisi telentang.
  2. Oegang bola tepat di atas tubuh bayi.
  3. Goyangkan bola untuk menarik pertahian dan respon bayi.
  4. Bayi akan berusahan meraih bola dengan cara menggapai  dan menendang-nendangkan kakinya kea rah bola. 

Tips Atasi Kerak Kepala Bayi


Tips Atasi Kerak Kepala Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Ciri kerak kepala: bersisik-sisik tebal berminyak berwarna kuning di dahi dan bagian atas kepala bayi. Yuk, bersihkan agar bayi jadi cantik, bersih dan merasa nyaman!

Bayi yang baru lahir memang biasanya masih terdapat kerak kepala di dahinya. Kerak kepala atau cradle cap ini memang akan terkelupas sendiri, menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe, jika sudah mengering.

Kerak kepala ini muncul akibat masih adanya kandungan hormon dari  bunda dalam tubuh bayi. Untungnya, kerak kepala ini hanya bersifat sementara, yang akan hilang dengan sendirinya seiring berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh bayi. Gangguan kulit ini mungkin akan berlangsung sampai bayi berusia 8 – 12 bulan.

Namun ada baiknya juga jika Anda membersihkan kerak kepala tersebut, karena selain mengganggu penampilan, kerak ini juga membuat gatal dan mengganggu pertumbuhan rambutnya.

Perawatan kerak kepala:
  • Siapkan baby oil, sisir sikat yang halus, sampo bayi dan waslap. Gunakan hanya produk khusus bayi. 
  • Oleskan minyak pada kulit kepala bayi yang berkerak sambil dipijat perlahan. Biarkan kira-kira 12 jam atau diinapkan semalam, agar kerak melunak dan mudah dibersihkan. Anda bisa melakukannya pada saat bayi tidur. 
  • Sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus, sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas. Lakukan perlahan dan hati-hati. 
  • Cuci rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo bayi, waslap, dan air hangat. Bilas sampai bersih.
Jika ternyata masih terdapat kerak di kepalanya, ulangi tahapan di atas keesokkan harinya. Jika perlu, gunakan serangkaian produk bayi khusus untuk mengatasi dan mencegah kerak kepala.

Hati-hati infeksi! Ketika Anda melakukan perawatan kerak kepala, berhati-hatilah. Kalau tidak, bisa terjadi infeksi pada kulit kepala bayi. Jangan melepas secara paksa kerak kepala saat kering, apalagi dilakukan dengan jemari tangan Anda karena bisa melukai kulit kepala bayi, serta menimbulkan risiko infeksi.

Jika Anda menjumpai tanda-tanda infeksi, seperti timbul ruam-ruam merah, bawa bayi ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan Anda menggunting rambut di bagian kulit kepala tersebut, dan memberinya salep antibiotik.
http://www.ayahbunda.co.id

Mencuci Rambut Bayi


Mencuci Rambut Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Jika rambut dan kulit kepala bersih, kerak kepala pun enggan muncul. Untuk ibu baru, tak perlu bingung bagaimana cara mencuci rambut (keramas) bayi yang aman, berikut tip-tipnya.

Sejak hari pertama, bayi sudah dikeramasi, dan dianjurkan dilakukan setiap hari. Tujuannya, agar sel-sel kulit mati dan kotoran tidak menumpuk menjadi kerak di kulit kepalanya. Keramas bisa dilakukan saat memandikan bayi.

Berikut langkah-langkah mengeramasi bayi:
  1. Siapkan sampo, washlap, sisir sikat bayi, lotion rambut, dan perlengkapan mandi lain di dekat bak mandi. Anda bisa memandikan bayi dulu sebelum mencuci rambutnya.
  2. Bilas kepala bayi dengan air hangat dari arah depan ke belakang. Ambil washlap, tuang sampo bayi di atasnya, dan remas-remas sampai berbusa. Usapkan washlap sambil beri pijatan ringan di kepala bayi.
  3. Bilas rambut dan kulit kepala bayi sampai bersih secara perlahan. Arahnya tetap dari depan ke belakang. Usahakan agar air bilasan tidak menetes ke wajah bayi. Walau samponya tidak membuat pedih mata bayi, namun bayi tetap tidak nyaman jika ada air yang masuk ke dalam matanya.
  4. Keringkan tubuh dan kepala bayi. Pakaikan baju seperti biasa. Kalau perlu, oleskan lotion rambut agar harum dan lembut, lalu sisir rambutnya.
Gunakan sampo yang memang diformulasi khusus untuk bayi, yakni yang terbukti secara klinis aman dan tidak membuat pedih mata bayi.
http://www.ayahbunda.co.id

Mengatasi Mata Belekan Pada Bayi


Mengatasi Mata Belekan Pada Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Belek adanya penyakit yang menyebabkan mata berair dan banyak mengeluarkan kotoran mata. Kondisi ini biasa dialami bayi. Beragam penyebabnya, antara lain:
  • Infeksi jalan lahir. Biasanya, infeksi jalan lahir didapat bayi ketika proses persalinan berlangsung. Dokter biasanya memberikan obat yang sesuai dengan penyebab infeksinya.
  • Adanya sumbatan pada saluran air mata bayi. Kondisi ini akan menghambat aliran air mata bayi ke rongga hidung, sehingga mata bayi pun berair terus-menerus. Nah, genangan air inilah yang bisa   mengundang kuman penyebab infeksi.
Bila kebetulan bayi Anda mengalami belekan, lakukanlah tindakan-tindakan berikut.
  • Perhatikan apakah belekan yang terjadi normal atau tidak.  
    • Jika masih normal, artinya hanya sedikit belek pada mata bayi di pagi hari dan tidak sampai mengganggu (membuat mata bayi lengket), maka Anda tidak perlu khawatir. Bersihkan saja matanya menggunakan kapas dan air hangat. Arahnya dari bagian dalam ke arah luar mata.
    • Jika belek bayi cukup banyak, sehingga menyebabkan matanya lengket, cobalah mengompres matanya dengan kapas yang dicelupkan ke air hangat.  Biasanya, kotoran yang membuat mata bayi lengket akan lebih mudah dibersihkan. Jangan sekali-sekali menggunakan boorwater atau cairan pembersih mata.
  • Segera bawa ke dokter, jika belekan lebih dari tiga hari. Sebelumnya, perhatikan apakah bagian putih matanya merah atau tidak. Sampaikan hal ini ke dokter ketika berkonsultasi.
  • Waspada terjadinya infeksi, yakni jika matanya kemerahan. Dokter biasanya akan memberi obat untuk membantu mengatasi infeksi. Perhatikan cara memberikan obat mata pada bayi, tanyakan dengan jelas cara pakainya.
  •  Atasi penyumbatan saluran air mata jika hal ini terjadi dan infeksi telah diatasi. Untuk itu, kemungkinan Anda perlu melakukan pemijatan untuk membantu ‘membuka’ saluran air mata yang tersumbat.  Perlu Anda tahu, saluran air mata ada di bagian dalam mata, dekat dengan pangkal hidung. Langkah-langkahnya:
    • Cuci tangan sebelum memijat pangkal hidung bayi.  
    • Upayakan jangan sampai kuku jari tangan Anda melukai kulit bayi yang masih rentan.
    • Perhatikan pula, apakah kulit jari-jari tangan Anda tidak kasar. Sebab, kulit yang kasar bisa saja melukai bayi ketika Anda memijatnya.  
    • Pijatan biasanya dilakukan dengan menggerakkan ibu jari dari pangkal hidung  bayi (tepi mata sebelah dalam) ke arah hidung (ke arah bawah).  Atau, pijat dalam gerakan berputar-putar. Lakukan pijat hidung bayi ini 2 - 3 kali sehari.
    • Jika merasa bahwa ibu jari Anda terlalu besar, gunakan jari lain untuk memijat bagian tersebut.   
    • Ketika memijat, ingat bahwa kulit maupun otot si kecil masih sangat tipis. Jadi, Anda tak perlu menekannya dengan kuat, tetapi cukup menggosok/mengusapnya perlahan-lahan.
    • Ketelatenan Anda melakukan pemijatan ini setiap hari, sangat membantu upaya ‘mengeringkan’ genangan air mata yang mengganggu bayi.
http://www.ayahbunda.co.id

Hadiah untuk Si 2 Tahun


Otak si 2 tahun dipenuhi rasa ingin tahu. Berbagai benda merupakan teka-teki baginya. Geraknya yang semakin tangkas, butuh penyaluran. Mainan yang bisa didorong, ditarik, dinaiki atau digoyang, sangat disukainya.

  1. Mobil bertenaga baterai untuk melatih koordinasi kaki-tangan-mata. Mobil ini memiliki kecepatan yang sangat rendah sehingga bisa dimainkan di halaman rumah. Anda tak perlu khawatir si kecil ngebut, menabrak lalu terbentur.  
  2. Bak pasir. Membangun istana pasir, membuat danau, menggali dan mengubur, melatih motorik halus sekaligus indera perabaan anak. Lengkapi dengan sekop dan ember.
  3. Balok ukuran besar yang bisa disusun dan dirobohkan lagi, sangat disukai si 2 tahun. Ia akan menyusun setinggi yang dia bisa, kemudian merobohkannya, sama antusiasnya ketika membangunnya. Balok yang bisa dipasang dan dilepas juga disukai, karena anak senang menempel dan mencabut.
  4. Pull toys. Kotak musik yang bisa berbunyi bila talinya ditarik atau robot kecil yang bisa bergerak bila tuasnya diputar. Bentuknya macam-macam, ada bentuk ayam, sapi dan tikus. Tarik dan putar adalah aktivitas tangan yang disukai si 2 tahun.



Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Hadiah untuk Si 2 Tahun Ayahbunda.co.id
Peralatan dapur. Ingin seperti chef Haryo Pramoe atau Farah Quinn? Hadiah kitchen set dan peralatan masak disukai anak-anak usia ini. Lengkapi hadiahnya dengan buah-buahan dan sayuran terbuat dari plastik. Mainan ini mengakomodasi keinginan anak meniru orang dewasa beraktivitas di dapur. 

Aduh, Rambutnya Kena Permen Karet!


Aduh, Rambutnya Kena Permen Karet! Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Kesal rasanya bila melihat rambut anak tertempel permen karet. Terbayang bagaimana sulitnya menghilangkan bekas tersebut. Seringkali malah orangtua menempuh jalan pintas dengan memotong rambut anak. Jangan khawatir bunda, berikut cara menanganinya tanpa perlu ke salon.

1. Basahi rambut anak, lalu oleskan kondisioner pada bagian rambut yang terkena permen karet. Tutup dengan handuk, lalu biarkan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat, lalu sisir bagian tersebut agar permen karet lepas dari rambut anak. 

2. Cara lainnya adalah dengan menggunakan soda kue yang dilarutkan dengan air. Oleskan di bagian rambut yang terkena permen karet. Diamkan selama kurang lebih 10 menit, lalu bilar dengan air sambil disisir secara perlahan. Setelah permen karet terlepas, cuci rambut anak agar bersih kembali.
http://www.ayahbunda.co.id

Aktif, Sehat dan Kuat!


Aktif, Sehat dan Kuat! Ayahbunda.co.id
Image by : GETTY IMAGES

Penuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya agar si kecil bertumbuh kembang dengan baik.

Bila ditanya, tidak ada satu pun bunda atau ayah yang mengharapkan anaknya hanya duduk diam, terlihat lemah dan lesu. Mereka selalu menginginkan si kecil selalu aktif bergerak. “Melihat Saka (4 tahun) berlarian, bermain ke sana kemari itu sangat membahagiakan. Artinya ia sedang sehat dan gembira menjalani aktifitasnya.” ujar Febby, bunda dari Saka. Lain halnya dengan Yuni, bunda dari Naila (2 tahun), “Jika Naila terlihat kurang aktif, saya justru mencari cara supaya ia kembali aktif bergerak. Jika Naila aktif bergerak, saya yakin Naila akan selalu sehat.” terangnya.

Usia balita memang merupakan usia saat anak sedang aktif-aktifnya bergerak, beraktifitas maupun belajar. Tidak salah beranggapan bahwa anak yang aktif adalah anak yang sehat. Namun harus diingat bahwa saat anak bergerak dengan aktif, artinya anak mengeluarkan banyak energi. Jangan sampai terjadi energi yang dikeluarkan lebih banyak dari energi yang diterima oleh tubuh. Oleh sebab itu orangtua wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak karena sumber energi hanya bisa diperoleh dari asupan makanan. Pastikan balita Anda mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan kebutuhan tubuh, baik secara jumlah maupun jenis zat gizinya. Tidak kurang dan tidak lebih! Tidak kurang agar anak terhindar dari gizi kurang dan tidak lebih supaya balita terhindar dari bahaya obesitas. Asupan makanan tersebut tidak hanya digunakan sebagai ‘bahan bakar’ si kecil dalam beraktifitas, namun juga digunakan untuk tumbuh kembangnya.

Energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral adalah zat gizi yang wajib ada dalam makanan yang Anda sajikan untuk si kecil. Meskipun masing-masing zat gizi memiliki fungsi yang berbeda-beda bagi tubuh, namun satu sama lain saling melengkapi untuk menjalankan ‘mesin’ di dalam tubuh anak agar ia tetap tumbuh sesuai usia dan dapat beraktifitas dengan baik.
Karena memenuhi kebutuhan makan yang seimbang untuk anak tidaklah semudah memberikan satu atau dua butir kapsul berisi multivitamin saja, maka seberapa banyak sebenarnya tubuh balita Anda membutuhkan masing-masing zat gizi ini?

Energi
Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia (AKG), balita usia 1-3 tahun perlu mengasup energi sebesar 1000 kkal dan usia 4-6 tahun sebesar 1550 kkal. Namun bisa juga dihitung dengan cara mengalikan berat badan anak dengan 100 kkal per hari. Contohnya: Berat badan 14 kg, maka kebutuhan energinya dalam sehari adalah 14x100 kkal = 1400 kkal.
Energi diperlukan sebagai sumber utama pertumbuhan dan beraktifitas. Energi tidak hanya didapat dari nasi, mi atau roti sebagai sumber energi tertinggi, namun ayam, daging, tempe, sayuran, buah dan susu juga menghasilkan energi meskipun tidak sebanyak makanan sumber karbohidrat.

Protein
Protein merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun dan sumber energi. Kebutuhan protein balita relatif lebih besar bila dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini karena balita sedang dalam masa pertumbuhan yang sangat pesat. Untuk anak usia 1-3 tahun, membutuhkan 25 gram protein dalam sehari. Sedangkan usia 4-6 tahun, membutuhkan 39 gram protein per hari.
Sumber protein terdiri dari dua yaitu protein hewani seperti daging, ikan, telur, ayam, seafood dan protein nabati seperti tahu, tempe, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah. Masing-masing protein nabati dan hewani mempunyai kandungan asam amino yang berbeda-beda. Mengonsumsi protein dari berbagai sumber yang berbeda  apat meningkatkan mutu protein karena dapat saling melengkapi asam amino yang terkandung dalam bahan makanan tersebut. Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh anak.

Lemak
Lemak sangat dibutuhkan anak dalam menunjang pertumbuhannya. Terutama asam lemak esensial, seperti omega 3 dan 6 yang banyak terdapat pada ikan laut (salmon, tuna, tengiri, tongkol), minyak kedelai, kacang-kacangan (almond, kedelai) dan biji-bijian. Asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari makanan. Lemak berfungsi sebagai zat pelarut vitamin A, D, E, K dan pemberi rasa sedap pada makanan.

Si kecil dianjurkan mengonsumsi lemak sebesar 15-20% dari total energi. Artinya, untuk anak usia 1-3 tahun, rata-rata ia membutuhkan 22 gram lemak per hari dan untuk anak usia 4-6 tahun, ia membutuhkan 34 gram lemak. Dari keseluruhan kebutuhan lemak, balita dianjurkan 1%-2% nya berasal dari asam lemak esensial.

Karbohidrat
Selain sebagai makanan pokok, makanan sumber karbohidrat juga berfungsi sebagai penghasil energi dan sumber serat. Yang termasuk makanan sumber karbohidrat antara lain nasi, roti, mi, bihun, kentang, singkong dan havermout. Asupan karbohidrat yang cukup sangat mendukung aktivitas anak, sehingga perlu dipenuhi sampai 3-4 porsi dalam sehari. Agar anak tidak bosan, variasikan jenisnya saat memberikan pada si kecil. Misalnya, ganti nasi saat sarapan dengan kentang atau roti yang dipanggang.        

Air

Air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi bayi dan balita, sebab sebagian besar dari tubuh kita terdiri atas air. Kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada balita lebih besar daripada orang dewasa dan balita juga lebih mudah terserang penyakit yang menyebabkan kehilangan air dalam jumlah banyak. Kebutuhan air tidak hanya dipenuhi dari air minumnya saja, namun bisa juga didapat dari cairan dalam makanan atau kuah sup. Total kebutuhan air untuk balita berkisar 110 ml/kg berat badan/hari.

Agar si kecil tidak terbebani dengan banyaknya jumlah makanan yang harus ia habiskan, aturlah pemberiannya dalam porsi kecil namun sering. Pemberian makan bisa sampai 5-6 kali dalam sehari. Ini terbagi atas makan pagi, snack, makan siang, snack dan makan malam. Membiasakan anak untuk makan secara teratur akan melatihnya untuk belajar menghargai makanan. Pasalnya jika Anda menyediakan makanan setiap waktu, ia akan merasa enggan untuk menghabiskan makanannya pada saat jam makan. Selain itu makan dengan disiplin menghindari anak untuk makan dengan emosional yang berujung pada kegemukan.

Contoh Menu Sehari (1300 kkal)

SARAPAN • Kentang panggang keju 1 biji sedang
• Tumis brokoli wortel ½ mangkuk kecil
• Jus pepaya 1 gelas kecil (tanpa gula)

SNACK

• Stik pisang celup yoghurt ½ buah

MAKAN SIANG
• Nasi 1 sendok centong nasi
• Bistik daging
1 potong sedang
• Sup makaroni
1 mangkuk kecil
• Sate buah 1 tusuk (terdiri dari 3 jenis buah, misalnya anggur,  stroberi dan apel)

SNACK
• Biskuit 3 keping
• Susu 1 gelas

MAKAN MALAM
• Nasi 1 sendok centong nasi
• Ikan goreng
½ ekor
• Tempe bacem
1 potong sedang

http://www.ayahbunda.co.id

Ingin Memprediksi Tinggi Badan Anak?

KOMPAS.com - Sebagian besar orangtua pasti menginginkan anaknya punya tubuh yang tinggi semampai. Namun faktor genetik tentu lebih menentukan apakah anak akan tumbuh sedang-sedang saja atau tinggi. Apalagi kalau Anda dan pasangan tak memiliki tinggi tubuh di atas rata-rata. Tak heran, banyak perempuan yang mencari pria-pria bertubuh tinggi untuk "memperbaiki keturunan".

"Tinggi tubuh anak memang bisa diprediksi melalui tinggi tubuh Anda dan pasangan. Ada perhitungan mudah yang bisa diaplikasikan untuk memperkirakan tinggi badan anak," ungkap dr Tatang Puspanjono, SpA, dokter spesialis anak dari MRCCC Siloam Semanggi Hospital, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Perhitungan tinggi badan yang digunakan ini berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan karena ada perbedaan genetik tiap jenis kelamin, meskipun ada kemungkinan perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, atau sebaliknya.
Untuk menghitung tinggi badan anak laki-laki, Anda bisa menggunakan rumus:
Laki-laki:       Tinggi tubuh ayah + tinggi tubuh ibu
                     ______________________________  + 13  +/-  8,5 cm
                                         2

Perempuan :       Tinggi tubuh ayah + tinggi tubuh ibu
                           _______________________________ - 13  +/-  8,5 cm
                                                     2
Melalui perhitungan ini, Anda akan mendapatkan dua angka tinggi badan karena adanya perhitungan plus dan minus. Namun, angka ini merupakan prediksi tinggi badan tertinggi dan terendah yang dimiliki anak.
Misalnya, jika ayah memiliki tinggi tubuh 175 cm, dan ibu 165 cm, maka kemungkinan tinggi tubuh anak laki-laki yang tertinggi adalah (175 + 165 : 2) +13 + 8,5 = 191,5 cm. Sedangkan kemungkinan tinggi tubuh terendahnya adalah (175 + 165 : 2) +13 - 8,5 = 174,5 cm.
http://female.kompas.com

Bayi 10 Bulan: Beberapa Hal Penting


bayi 10 bulan

Apa saja yang bisa dilakukan oleh bayi usia 10 bulan dan apa saja yang penting untuk Anda ketahui? Coba simak artikel berikut…

Mobilitas Tinggi

Yap. Bayi seusia ini biasanya sudah sangat aktif bergerak ke sana kemari. Makanya Anda harus ekstra hati-hati serta harus jaga stamina. Maklum… lumayan capek juga kan kalau harus mengikuti mobilitas bayi Anda

Dia normalnya sudah bisa merangkak dengan cepat, serta bisa duduk dengan mudah dari posisi apapun.

Berkeliling

Kemungkinan besar dia pun sangat senang berjalan dengan berpegangan entah pada sisi meja, kursi, ataupun perabot lainnya yang tidak terlalu tinggi. Sebagian bayi lain mungkin baru bisa mengangkat tubuhnya dari posisi duduk ke posisi berdiri, dengan cara berpegangan ke sisi meja atau kursi.

Terkadang ia akan bereksperimen dengan menggunakan satu tangannya untuk mengambil mainan yang ada di lantai, atau bahkan ia akan berani melepaskan kedua pegangannya untuk berdiri.

Baby Walker

Penggunaan baby walker sampai saat ini masih kontroversial. Kebanyakan ahli tidak mendukung penggunaannya, karena justru membuat bayi Anda lamban bisa berjalan. Lebih baik Anda memberi semangat kepada si kecil untuk berjalan dengan mendorong-dorong kursi plastik kecil atau yang sejenisnya.

Bagaimana Jika Bayi Anda Belum Bisa Merangkak?

Jangan langsung panik.

Banyak juga lho bayi yang perkembangan motoriknya tidak terlalu cepat, tapi sebenarnya ia banyak menyerap informasi. Bayi seperti ini lebih senang menjadi pengamat.

Ada juga bayi pada usia 10 bulan yang berpindah tempat dengan cara ngesot, atau menyeret pantatnya, atau merayap di atas perutnya.

Yang perlu Anda ingat adalah, Anda jangan terlalu memaksakan bayi Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak menarik baginya. Lebih baik Anda mendukung apa yang menjadi kesukaannya. Jika memang perkembangan motoriknya ternyata sangat lamban, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Anda.

Permainan Mendidik

Salah satu permainan yang baik untuk bayi berumur 10 bulan adalah ciluk-ba. Cobalah Anda mengajaknya bermain ciluk-ba dengan berbagai variasi. Permainan sederhana ini selain mengasyikkan, juga bermanfaat bagi perkembangan kognitif si kecil, serta sangat baik untuk mempererat hubungan Anda dengannya.
http://www.tipsbayi.com

Baju Bayi – Pastikan Aman dari Bahan Berbahaya



Siapa sih yang tidak mau membeli baju bayi dengan harga murah? Bahkan tidak hanya baju bayi, kalau bisa semua keperluan kita bisa dibeli dengan harga murah, ya kan? Tapi kita juga harus ingat, bahwa baju bayi yang murah, belum tentu aman dan nyaman dipakai oleh buah hati Anda…

Anda tentu sudah tahu bahwa bayi Anda memiliki kulit yang masih sangat peka. Ia mudah sekali menyerap zat-zat yang bersentuhan langsung dengan kulitnya. Nah, kita bisa bayangkan bagaimana jika zat-zat yang berbahaya itu menempel terus setiap hari pada tubuh buah hati Anda, karena ia memakai pakaian yang tidak aman, baik dari bahan tekstil, maupun pewarnanya.

Cara lain masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tubuh bayi adalah melalui mulut dan hidung. Seringkali bayi akan mengemut ujung pakaiannya. Jika bahan bajunya mengandung zat berbahaya, maka zat ini bisa tertelan olehnya, dan menimbulkan dampak negatif pada kesehatannya. Skenario lain adalah terhirupnya zat-zat tersebut ke dalam organ pernapasannya. Walaupun proses ini tidak secara langsung menimbulkan reaksi negatif, tetapi kalau terjadi terus menerus, bisa menimbulkan pengarus negatif pada kesehatannya di masa yang akan datang.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memilih dan membeli baju untuk si kecil:

Bahan Tekstil dan Zat Pewarna

Pastikan bahan baju bayi yang Anda beli bebas dari bahan-bahan yang telah disinyalir oleh undang-undang dapat menyebabkan kanker. Ini biasanya terdapat dalam zat pewarna tekstil. Ada juga zat yang masih boleh terkandung dalam bahan pakaian, namun jumlahnya diatur oleh undang-undang, seperti formaldehida, pelembut pakaian, logam berat, atau pentaklorfenol. Formaldehida yang terlalu banyak dalam bahan pakaian dapat menyebabkan pakaian bayi mudah terbakar.

Ada juga zat-zat yang meskipun belum diatur oleh undang-undang, tapi sebaiknya dijauhi, seperti pestisida, bahan pewarna penyebab alergi, atau senyawa organik timah.

Faktor lain yang juga seharusnya menjadi pertimbangan Anda adalah tingkat kelunturan warna pakaian dan pH, sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit bayi Anda.

Tekstur

Tekstur baju dan celana bayi yang terlalu kasar dapat menimbulkan gesekan dengan kulit bayi, sehingga akhirnya menyebabkan iritasi kulit. Pilihlah tesktus yang lembut dan halus untuk buah hati Anda

Aksesoris

Anda boleh saja berusaha agar bayi Anda tampil lucu, cakep dan cantik.. tapi jangan memilih pakaian yang menggunakan aksesoris berlebihan. Kebanyakan aksesoris sebenarnya tidak aman untuk bayi Anda. Sebagai contoh, baju bayi yang menggunakan tali, bisa menimbulkan bahaya jika si kecil terlilit. Hati-hati juga dengan pita warna-warni yang bisa membuat si kecil tersedak.
Hati-hati juga dengan ritsleting, karena bisa melukai bayi Anda.

Kenyamanan

Pastikan baju dan celana si kecil menyerap keringat, memiliki sirkulasi udara yang baik, tidak terlalu sempit dan ketat, dan disesuaikan dengan cuaca. Pakaikan baju berbahan hangat ketika cuaca dingin, dan baju berbahan lebih tipis ketika cuaca panas. Terkadang jahitan yang tidak rapi juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi bayi Anda…

Wah, kalau begini caranya, banyak sekali riset yang harus Anda lakukan untuk membedakan antara pakaian yang aman serta nyaman dengan yang tidak ya? Terus, kapan beli bajunya?

Ketika kami ‘main-main’ ke sumber salah satu badan independen di Eropa yang mengeluarkan sertifikat keamanan tekstil untuk pakaian bayi, ternyata mereka memiliki standar untuk sekitar 200-an zat tekstil dan pewarna! Apa daftar ini harus Anda cetak dan bawa ke mana-mana? Kalaupun ya, mana ada produsen pakaian bay yang mencantumkan semua zat ini dalam keterangan produk mereka…

Nah, untuk memudahkan pekerjaan Anda dalam memilih baju bayi yang aman dan nyaman untuk buah hati Anda, kami sudah melakukan riset terhadap beberapa produsen pakaian bayi, dan ternyata ada 2 merk yang kami nilai aman, nyaman, serta yang tidak kalah penting – murah. Artinya, sekarang ini, aman dan nyaman tidak perlu mahal. Yang menarik juga, ternyata kedua baju bayi branded ini buatan negeri sendiri lho…
http://www.tipsbayi.com

Metode Belajar Membaca


Bingung mencari metode belajar membaca yang baik untuk anak Anda? Pernahkah Anda mendengar tentang metode Flash Card? Mari kita simak fakta berikut, semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang bingung mencari program belajar membaca yang terbaik untuk buah hati Anda…

Kapan Sebaiknya Anak Anda Belajar Membaca?

Permasalahan seputar waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca pernah menjadi perbincangan yang hangat. Ketika itu, sebagian berpendapat bahwa mengajarkan anak membaca terlalu dini bisa berakibat buruk untuk perkembangannya karena dianggap akan membebani. Mereka yang beranggapan seperti ini menyarankan agar anak belajar membaca setelah mereka berusia 6-7 tahun.
Namun demikian, seiring dengan diadakannya berbagai penelitian dan studi ilmiah, ternyata si anak justru akan terbebani apabila mereka terlambat belajar membaca dan berbagai studi juga menunjukkan bahwa usia 6-7 tahun dapat digolongkan ke dalam kategori ‘terlambat’ tersebut.

Keuntungan Belajar Membaca Sejak Usia Dini

Bagaimana belajar membaca sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) bisa mempengaruhi prestasi membaca anak di masa depannya? Dolores Durkin merupakan peneliti yang pertama kali mendalami masalah ini pada tahun 1958-1964 dan mengadakan berbagai studi untuk menelitinya. Apa kesimpulan yang dapat diambil dari studi selama 6 tahun ini?
  1. Anak yang bisa membaca sejak dini ternyata senantiasa bisa mengungguli kemampuan membaca anak yang terlambat, hingga ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  2. Kemampuan membaca sejak dini ternyata tidak berhubungan dengan IQ anak, namun sangat berhubungan dengan suasana rumah dan keluarganya. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata muncul dari keluarga yang memiliki perhatian dan usaha ekstra dalam membantu mereka belajar membaca.
  3. Kemampuan membaca sejak dini juga tidak berhubungan dengan kondisi sosial-ekonomi. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata memiliki orang tua yang mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama anaknya, walaupun latar belakang sosial-ekonomi mereka berbeda-beda.
Durkin juga mendapati bahwa anak-anak yang mulai belajar membaca sejak usia 3-4 tahun ternyata selalu mengungguli anak-anak lainnya yang mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun. Mereka bahkan bisa terus unggul hingga rentang masa 8 tahun.

Teori Flash Card

Para ahli  mengatakan bahwa bayi sangatlah jenius terhadap bahasa. Sebagai contoh, coba kita lihat… bagi setiap bayi yang lahir di Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa asing – tidak bedanya dengan dengan bahasa Inggris atau Rusia.
Namun apa yang terjadi? Ternyata si bayi bisa mempelajari bahasanya! Bagaimana ia mempelajarinya? Anda bisa saja dengan bangganya mengatakan bahwa Anda yang yang telah mengajarinya, tapi kalau mau jujur, paling-paling Anda hanya mengajari ‘Mama’, ‘Papa’ dan sebagian kecil kata saja, ya kan? Lalu bagaimana dengan ribuan kosakata, berikut dengan cara pengucapannya yang benar yang diserap oleh si kecil – apakah Anda yang mengajarkannya secara khusus?
Para ahli menyimpulkan, bahwa anak-anak mempelajari bahasanya melalui konteks, bukan dengan cara diajarkan satu per satu dari daftar koleksi kata berikut dengan artinya (ini persisi seperti yang diajarkan pada umumnya di sekolah-sekolah ketika mengajarkan bahasa asing ataupun ketika mengajarkan anak membaca).
Oleh sebab itu, para ahli menganjurkan agar ketika mengajarkan anak membaca, kita hendaknya mengolah bahasa dalam bentuk tulisan sebagaimana kita mengolah bahasa dalam bentuk pembicaraan. Artinya, kita sebaiknya membuat proses belajar membaca untuk bayi sesederhana mungkin. Dengan begini, anak kecil bisa belajar membaca secara alami dan tanpa ia sadari – sebagaimana ia belajar berbicara dengan bahasa ibunya.
Untuk bisa memahami bahasa melalui telinga, diperlukan 3 persyaratan:
  1. Lantang
  2. Jelas
  3. Diulang-ulang
Dan tanpa disadari, seorang ibu biasanya berbicara kepada bayinya dengan 3 elemen ini; lantang, jelas dan diulang-ulang.
Alasan utama mengapa kebanyakan bayi tidak menyerap bahasanya melalui mata menuju ke otaknya sebagaimana bahasa tersebut diserap melalui telinga menuju otaknya, adalah karena ternyata untuk bisa membaca bahasa tersebut, diperlukan bahasa yang disajikan kepada penglihatannya dalam bentuk yang besar, jelas dan diulang-ulang. Dan inilah yang gagal diberikan oleh kebanyakan orang tua kepada bayinya – menyajikan kata-kata dalam bentuk besar, jelas dan diulang-ulang, sehingga anak-anak bisa belajar dengan sangat mudah.

Metode Belajar Membaca dengan Flash Card

Metode belajar membaca Flash Card didasari fakta bahwa anak kecil belajar melalui permainan. Apabila kegiatan belajar yang mereka jalani menyenangkan, maka mereka akan menikmatinya, sehingga dapat belajar jauh lebih cepat.
Untuk itu, para ahli  menganjurkan agar menggunakan flash card (kartu) untuk membantu si kecil belajar membaca. Prinsipnya adalah Anda menggunakan kartu-kartu yang berukuran besar yang bertuliskan kata-kata sederhana. Setiap kartu atau flash card tersebut memuat 1 kata yang ditulis dengan huruf kecil (bukan kapital) dengan ukuran besar dan warna yang jelas/mencolok.
http://www.tipsbayi.com

Pijat Bayi


Pijat bayi sebenarnya tidak hanya bermanfaat untuk fisik si kecil, tetapi juga bisa menjadi sarana dimana Anda dan bayi Anda bisa berduaan dalam suasana rileks dan menyenangkan. Bahkan, bagi para ibu baru yang terkena depresi pasca melahirkan, salah satu obatnya adalah aktifitas yang satu ini, pijat bayi!
Pijat bayi sudah semakin populer belakangan ini, sehingga jika Anda ingin belajar secara langsung, sekarang sudah banyak klinik, bidan dan rumah sakit yang mengadakan kelas pelatihan pijat bayi, terutama di kota-kota besar.

Nah, bagi Anda yang ingin mengintip, seperti apa sih pijat bayi itu, berikut kami beberkan langkah-langkahnya, disertai dengan gambar.
Teknik pijat bayi yang kami jelaskan di sini cocok untuk bayi yang belum bisa merangkak. Oya, satu hal penting sebelum Anda memulai, jangan memijat bayi Anda sesaat sebelum maupun sesudah minum ASI/makan, ataupun ketika ia sudah mengantuk. Lokasinya bisa di mana saja yang nyaman untuk Anda berdua. Yang jelas, sebaiknya dilakukan di atas lantai dan dialas dengan handuk. Siapkan juga semangkuk kecil minyak (minyak zaitun dan virgin coconut oil paling bagus).
pijat bayi kaki
Kaki – bagian ini merupakan bagian yang terbaik untuk memulai pijatan, karena merupakan bagian yang paling tidak sensitif diantara bagian tubuh bayi yang lain. Colek sedikit minyak, mulai pijat dengan kedua tangan Anda secara perlahan, mulai dari daerah paha, terus ke bawah. Buatlah pijatan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri Anda. Gerakan pijatan harus selembut mungkin, meniru gerakan memerah susu. Pindah ke kaki yang sebelahnya lagi dan lakukan pijatan yang sama.
pijat bayi telapak kaki
Telapak Kaki – Ambil salah satu telapak kakinya dan secara lembut putarlah beberapa kali ke arah kiri, lalu ulangi lagi ke arah kanan. Setalah itu, pijatlah punggung telapak kakinya mulai dari arah mata kaki ke arah jari-jari kaki. Pindah ke telapak kaki satunya dan ulangi seperti itu.
pijat bayi tumit
Tumit – Gunakan ibu jari Anda untuk memijat dengan membentuk lingkaran pada tumit bayi Anda
pijat bayi jari kaki
Jari Kaki – Bagian ini adalah penutup dari pijatan bagian kaki bayi. Peganglah jari mungilnya satu per satu menggunakan ibu jari dan telunjuk Anda, kemudian secara lembut tariklah searah dengan jarinya sehingga jari-jari Anda terlepas di ujung jari kaki bayi. Lakukan untuk kesepuluh jari kakinya.
pijat bayi lengan
Lengan – Ambil salah satu lengannya dan lakukan gerakan seperti yang Anda lakukan terhadap kakinya – gerakan seperti memerah susu, mulai dari ketiaknya, terus hingga ke pergelangan tangan. Kemudian pegang telapak tangannya, dan putar-putar secara perlahan beberapa kali, ke arah kanan dan kiri. Pindah ke lengan satunya lagi dan lakukan hal yang sama.
pijat bayi telapak tangan
Telapak Tangan – Dengan menggunakan ibu jari Anda, pijatlah telapak tangan bayi Anda dengan gerakan memutar.
pijat bayi jari tangan
Jari Tangan – Sama seperti jari-jari kaki, secara lembut ambil satu per satu jari tangannya menggunakan ibu jari dan telunjuk Anda, lalu tarik secara perlahan.
pjat bayi dada
Dada – Katupkan kedua telapak tangan Anda (seperti tapak Budha), lalu letakkan pada dadanya dalam keadaan seperti itu. Secara perlahan, buat gerakan ke arah luar tubuh bayi, sehingga telapak tangan yang terkatup secara perlahan terbuka menghadap ke bawah, dan telapak tangan Anda akhirnya menempel dan berjalan di atas dadanya. Ulangi beberapa kali.
pijat bayi dada bawah
Masih pada bagian dada, kali ini letakkan salah satu telapak tangan Anda dengan menghadap ke bawah, di daerah dada bayi, kemudian buatlah pijatan lembut ke bawah, ke arah pahanya. Buatlah gerakan ini secara bergantian, dengan tangan kanan dan kiri Anda.
pijat bayi punggung
Punggung – Balikkan tubuh bayi Anda secara perlahan, sehingga ia tengkurap. Posisi Anda berada di salah satu sisinya. Dengan menggunakan jari-jari tangan Anda, buatlah pijatan lembut melingkar dengan kedua tangan, dimulai dari bawah lehernya, sampai ke pantat si kecil. Pindahlah posisi Anda ke sisi sebelahnya lagi dan lakukan gerakan yang sama.
pijat bayi punggung
Masih pada bagian punggung, kali ini buatlah pijatan agak kuat dari sebelumnya, mulai dari bagian bahu, terus hingga ke kakinya.
Setelah selesai, Anda bisa memasangkan popoknya, lalu menggendong atau menyusuinya. Selamat mencoba!
http://www.tipsbayi.com

12 Tips Memilih Kereta Bayi


Kereta bayi bisa sangat membantu Anda, terutama ketika bepergian dengan si kecil. Bayangkan saja jika Anda harus terus menerus menggendong bayi Anda ketika berjalan-jalan… sangat melelahkan bukan?
Nah, karena kereta bayi juga terdiri dari berbagai macam tipe, berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika memilih kereta yang cocok untuk keperluan Anda dan buah hati Anda…
Nah, karena kereta bayi juga terdiri dari berbagai macam tipe, berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika memilih kereta yang cocok untuk keperluan Anda dan buah hati Anda…
  1. Periksa kestabilan kereta. Jangan sampai ia terguling hanya karena Anda menggantungkan tas popok pada pegangannya!
  2. kereta bayi sabuk 5 titikPeriksa model sabuk pengaman yang digunakan. Sebagian kereta ada yang memiliki sabuk model 5 titik, ada yang 3 titik. Jika bayi Anda sangat aktif dan ia akan berada cukup lama di kereta, sabuk 5 titik tentu lebih aman. Jika hanya sekedar perjalanan singkat, biasanya sabuk 3 titik juga sudah mencukupi. Apalagi jika si bayi anteng…
  3. Cobalah mendorong kereta bayi yang akan Anda pilih untuk merasakan kenyamanan mendorongnya. Perhatikan juga kesesuaiannya dengan langkah kaki Anda, jangan sampai ketika berjalan cepat Anda tersandung-sandung dengan rodanya.
  4. Pastikan tinggi pegangannya nyaman untuk Anda. Kalau perlu, mungkin Anda bisa mencari kereta yang tinggi pegangannya bisa diatur, sesuai dengan tinggi si pendorong.
  5. Perika bagian sudut-sudutnya. Jangan sampai Anda memilih yang bersudut tajam, sehingga melukai orang lain selama Anda wara-wiri dengan bayi Anda!
  6. Terkadang ada kereta bayi yang memiliki pegangan yang dibungkus dengan busa empuk. Kalau Anda merasa lebih nyaman dengannya, ini bisa menjadi pilihan. Walaupun untuk sebagian besar orang, pegangan plastik pun tidak menjadi masalah…
  7. Periksa di mana Anda bisa meletakkan tas bayi Anda; di bagian bawah, atau digantungkan saja pada pegangan? Hati-hati jika Anda menggantungkannya pada pegangan, karena bisa membuat kereta bayi tidak seimbang dan mudah terbalik…
  8. asesoris kereta bayiPeriksa juga kelengkapan lainnya seperti tempat meletakkan makanan, botol susu, jas hujan, payung, dan sebagainya. Terkadang, ada juga merk kereta tertentu yang menyediakan kelengkapan-kelengkapan tersebut sebagai asesoris tambahn yang bisa dibeli terpisah. Coba saja tanyakan kepada sales-nya.
  9. Periksa ukuran kereta ketika ia dilipat – berapa banyak ruang yang diperlukan. Pastikan ia mudah dilipat dan dibuka.
  10. Periksa bagian remnya. Pastikan ia berfungsi dengan baik, sehingga aman untuk si kecil.
  11. Pilih kereta beroda lebih besar jika Anda akan banyak berjalan di tempat yang tidak rata, karena akan lebih nyaman daripada yang beroda kecil.
  12. Periksa juga bagian kanopinya, apakah terbuat dari bahan yang baik dan nyaman, apakah dapat mudah dibuka dan ditutp, dan sebagainya.

Beberapa Jenis Kereta Bayi

Standar
kereta bayi standar
Kereta jenis ini merupakan jenis lama, yang memiliki ukuran besar. Beratnya lumayan lho. Tapi kereta jenis ini memang lebih stabil dan tidak terlalu berguncang pada daerah yang permukaannya tidak rata, karena ia memiliki roda yang lebih besar.
Ringan
kereta bayi ringan
Jenis kereta ini beratnya tidak sampai 10 kilogram. Dengan kereta ini, Anda bisa lebih lincah berjalan-jalan di kebun binatang, pertokoan dan tempat-tempat yang padat dengan pengunjung lainnya. Harganya pun tidak semahal kereta jenis standar.
Kereta Joging
kereta bayi joging
Kereta bayi jenis ini biasanya merupakan kereta tambahan, karena memang tidak se-praktis membawa kereta jenis lainnya. Beberapa perbedaan kereta joging dengan kereta jenis lainnya:
  • Roda lebih besar dan kokoh
  • Rangka lebih halus
  • Ada rem di bagian pegangannya
  • Memiliki suspensi khusus untuk segalam macam medan
  • Agak sulit dilipat, sehingga memakan ruang lebih banyak
  • Untuk bayi berusia di atas 6 bulan
Kereta Travel System
kereta bayi travel system
Kereta jenis ini menggabungkan tempat duduk bayi untuk mobil dengan kereta bayi jenis standar, sehingga ketika Anda memindahkan bayi Anda dari kereta ke mobil, Anda tinggal mengangkat bagian tempat duduknya saja.
Kereta Ganda
kereta bayi ganda
Ini bisa digunakan untuk bayi kembar , atau ketika membawa 2 bayi yang seumuran. Bahkan ada model yang memberikan tempat untuk berdiri buat si kecil yang sudah bisa melakukannya. Ada juga model yang bisa memisahkan dan menyatukan 2 buah kereta ringan, tergantung keperluan Anda…
http://www.tipsbayi.com

Cara Merawat Bayi agar Tidur Teratur

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki pola tidur kurang teratur, terkadang malam hari suka bangun. Tentu saja keadaan ini memaksa orang tua begadang. Agar keadaan tsb tidak berlangsung lama, Anda bisa mencoba bagaimana cara merawat bayi agar bisa tidur secara teratur. ikuti langkah-langkah berikut :

  • Berikan pancingan pada bayi saat terjaga agar banyak beraktivitas, misalnya dengan mengajaknya komunikasi, bermain atau memperdengarkan shalawat nabi. Stimulasi pada saat ia terjaga dapat membantu ia tidur kearah yang lebih baik. Perbanyak kegiatan tsb di siang hari.
  • Jika ibu menidurkan bayi sambil menyusui, biasakanlah untuk meletakkan ia di tempat tidurnya saat terlihat mengantuk. Jika ia terjaga dan menangis, jangan dipindahkan. Cobalah merebahkan diri ditempat tidurnya sambil menyusui.
  • Perhatikan tidurnya, apakah ia merasa nyaman dengan posisinya ataukah tidak.
  • Lakukan beberapa kebiasaan awal untuk memberitahukan bayi waktunya tidur, misalnya menggunakan lampu redup saat malam atau diawali dengan shalawat nabi sambil menyusui, dll.
  • Tempatkan tempat tidur bayi di kamar tidur Anda dan hati-hati tertimpa Anda. jauhkan ia dari setiap selimut atau bantal.
  • Jangan tidur dengan bayi Anda di tempat tidur air, di sofa, atau di kursi, Ini berbahaya. Jangan ambil resiko!
  • Beberapa bayi terkadang suka terjaga saat tidur, dan terkadang ia tertidur kembali jika ibu berikan dot, uluran tangan, suara, atau payudara. Coba Anda kenali kebiasaan-kebiasaan ini.
http://caramerawat-bayi.blogspot.com

Cara ibu pintar merawat makanan bayi

Seorang ibu harus pintar merawat bayi, terutama dalam hal menjaga makanannya. Ini sangat penting dilakukan karena kesehatan fisik dan mental sang buah hati bisa terpelihara dgn baik serta akan tumbuh optimal apabila makanan bayi terjamin juga terjaga.

Ibu pintar pastilah memilih ASI untuk makanan bayi yang baru lahir hingga usianya mencapai 2 tahun. Alasannya karena hanya ASI lah yang steril serta mudah dicerna oleh sistem pencernaannya. Adapun mengenai kandungan gizi dalam ASI itu sendiri tergantung dari apa yang ibu makan. Oleh karena itu agar kandungan gizi dalam ASI terjamin, Ibu harus banyak-banyak mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna minimal 3 kali sehari. Selain buat menjamin asupan gizi ASI sekaligus buat pemulihan dan perawatan kesehatan ibu sendiri selama masa pasca melahirkan.

Susu formula bukan berarti tidak baik, tapi daripada membeli susu formula yg harganya selangit, kan lebih baik uangnya digunakan untuk membeli makanan 4 sehat 5 sempurna, dijamin halal & bergizi. Asal bunda tahu! kegiatan menyusui itu mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak, dan kegiatan menyusui berdampak pada perkembangan otak juga psikis sang buah hati.

Jika ibu seorang muslim, apa yg bunda makan juga harus halal. Dalam Al-quran disebutkan "...Setiap perbuatan itu selalu menuntut hati". sehingga imam gozali memperingatkan bahwa apabila kita makan yang tidak halal, selain tidak memberikan keberkahan, biasanya hati cenderung selalu mengajak pada kemaksiatan.

Dan yang membuat saya tidak habis pikir adalah rizki yg paling berkah itu adalah rizki yang kita peroleh dengan tetesan keringat secara halal.
http://caramerawat-bayi.blogspot.com/

Jumat, 03 Mei 2013

Tips Mendidik Anak Rasa Tanggung Jawab untuk Bekal Kehidupannya Kelak


mendidik anak rasa tanggung jawab
Mengajari anak tanggung jawab adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan oleh orang tua manapun namun hal itu sangat penting untuk dilakukan mengingat pentingnya bagi seseorang untuk memiliki sifat dan sikap tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya. Mengingat pentingnya sifat tanggung jawab pada diri seseorang, maka sifat tersebut akan lebih baik jika ditanamkan pada diri seseorang sejak ia masih dalam usia dini. Dengan begitu, sifat tanggung jawab tersebut akan lebih tertanam dalam diri orang itu sehingga dalam kehidupannya di masa depan, ia tidak akan merugikan orang lain dengan sifat dan sikapnya yang tidak bertanggung jawab.

Mengingat pentingnya untuk memiliki sifat dan sikap yang bertanggung jawab, maka kita sebagai orang tua dituntut untuk selalu dapat mengajari anak tanggung jawab. Walupun memang tidak mudah untuk dapat membiasakan anak-anak kita dengan rasa tanggung jawab itu sendiri, kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak kita mengerti tentang apa itu tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.Maka dari itu kita perlu melakukannya sedini mungkin agar kita dapat lebih telaten memberi pengertian dan contoh-contoh tanggung jawab itu sendiri kepada anak-anak kita.

Untuk dapat mengajari anak tanggung jawab secara lebih efektif dan efisien kepada anak, kita dapat melakukan beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan memberi pengertian pada anak apa itu sebenarnya tanggung jawab. Tanggung jawab adalah sikap di mana kita harus bersedia menerima akibat dari apa yang telah kita perbuat. Selain itu, tanggung jawab juga merupakan sikap di mana kita harus konsekuen dengan apa yang telah dipercayakan pada kita. Kita dapat menyampaikan pengertian-pengertian tersebut dengan bahasa yang sekiranya dimengerti oleh anak-anak kita. Selain itu, pengertian-pengertian tersebut akan lebih mudah dipahami okeh anak-anak kita jika disertai dengan contoh atau praktik langsung.

Kemudian, kita juga perlu membedakan antara tanggung jawab yang seharusnya kita lakukan dengan tanggung jawab anak kita. Batas-batas dan aturan aturannya pun harus jelas dan tegas agar anak lebih mudah di arahkan. Akan terasa lebih rumit memang saat kita mengajak anak kita untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang telah ia perbuat dan tidak melulu membantunya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara keseluruhan. Namun, dengan ketelatenan dan kesabaran yang penuh, hal itu akan memberikan hasil yang positif bagi anak-anak kita. Kita dapat memberi anak kita kepuasan tersendiri karena ia telah mampu mengatasi masalahnya sendiri dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Mulailah memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang rasa tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil, seperti usahakan anak selalu membereskan mainan ketika dia selesai bermain, atau biasakan anak mencuci piring atau gelas hanya bekas dia makan dan minum, atau juga dengan cara membiasakan buang sampah pada tempatnya. Jadikan ini menjadi sebuah kebiasaan, tentunya jika hal kecil ini bisa dijalankan dengan baik, berikutnya anak bisa diajarkan rasa tanggung jawab yang sedikit lebih besar. Contoh dalam hal ketika anak bertengkar dengan temannya. Mengajarkan anak minta maaf merupakan salah satu bentuk pengajaran rasa tanggung jawab kepada anak. Tentunya hal ini orang tua haruslah bersikap adil, kemudian setelahnya memberikan penjelasan dan pengertian tentang pentingnya keberanian meminta maaf.

Langkah yang terakhir adalah dengan cara mengulang pembelajaran yang telah mereka alami agar mereka lebih paham dan juga selalu membiasakan langkah-langkah sebelumnya. Dengan begitu, rasa tanggung jawab akan lebih mudah melekat dalam diri anak-anak kita sehingga dalam kehidupannya di masa depan, rasa tanggung jawab akan selalu mendasari segala tingkah lakunya. Itulah pentingnya mengajari anak tanggung jawab.
Ingat, rasa tanggung jawab bukanlah faktor genetik, jadi jangan bosan memberikan bimbingan dan arahan serta mengingatkan akan pentingnya rasa tanggung jawab. Selain itu, memberikan contoh juga merupakan salah satu metode yang cukup baik dilakukan agar anak bisa paham dan mengerti tentang tanggung jawab. Pahami betul perkembangan anak, baik perkembangan fisik maupun mentalnya. Sehingga orang tua akan mengetahui secara tepat metode apa yang cocok untuk menerapkan rasa tanggung jawab terhadap anaknya.

Sumber : http://bidanku.com

Tips Mendidik Anak Agar Lebih Mudah Berbagi


anak berbagi
Saat si kecil mulai masuk pertama kali ke sekolah taman kanak-kanak banyak perasaan bahagia menyelimuti orang tua. Perasaan senang tatkala tak terasa si kecil sudah besar, perasaan senang tatkala si kecil makin lucu dengan baju sekolah untuk pertama kalinya, dan tentunya perasaan senang karena sekarang si kecil akan mulai bersosialisasi dengan teman-teman barunyanya. Dan tentunya kita akan senang ketika pulang dia bercerita telah memiliki teman baru yang baik, bermain bersama, belajar bersama dan tentunya berbagi bersama. Ya, anak yang tidak memiliki kesulitan dalam berkomunikasi akan mudah memiliki teman yang bisa dijadikan tempat saling berbagi. Dia bisa saja saling merasakan berbagi bekal makanan bersama temannya, atau bahkan pulang dengan saling bertukar sepatu. Ya itulah manfaatnya anak yang senang berbagi tentu dia akan cepat mendapatkan seorang teman.

Namun, tidak semua anak memiliki sifat yang mudah atau senang berbagi, masih banyak anak yang kesulitan dalam berbagi dengan teman-temannya. Sebagai contoh, Jangankan berbagi bekal makanannya, mainan ayunan pun seolah-olah tidak boleh ada anak lain yang menyentuhnya. Tentu saja hal ini bisa menjadi salah satu kendala bagi kehidupan sosial anak. Bagaimana perang orang tua menyikapi hal seperti itu, beriktu tipsnya:

Berbicaralah Dengan Anak Anda

Anak yang sudah masuk sekolah taman kanak-kanak sebetulnya sudah cukup untuk bisa di ajak bicara. Jadi ajaklah anak anda berbicara mengenai permasalahan-permasalahan di sekolah dan berikan solusi yang bisa disepakati bersama. Tentunya gaya bicara harus di sesuaikan dengan usia anak. Beri gambaran kepada anak bahwa berbagi bisa memudahkannya untuk memiliki banyak teman, dan beri gambaran pula betapa indahnya jika dia memiliki banyak teman.

Jangan Menghukum Anak Karena Dia Pelit

Hukuman malah akan memicu rasa benci anak dari pada menjadikan anak bermurah hati. Disarankan untuk memberi dorongan positif daripada hanya sekedar teguran atau hukuman. Terus beri dorongan positif agar anak mau berbagi, dan ketika dia berbagi, jangan lupa beri dia pujian.

Hargai "Barang-Barang berharga" miliknya

Jika anak anda merasa bahwa baju, buku atau mainannya adalah "barang berharga" miliknya, cobalah untuk menghargai akan hal itu. Cobalah untuk meminta izin terlebih dulu ketika anda akan meminjam bukunya atau mainnannya, dan berilah dia pilihan tidak jika memang dia tidak mau mengizinkannya. Beri tahu hal ini juga kepada saudara, pembantu, teman atau guru-gurunya agar melakukan hal yang sama terhadap "barang-barang berharga" miliknya dan jika perlu katakan pula bahwa kita yang meminjam "barang berharganya" tersebut akan menjaganya dengan baik. Ini merupakan stimulus yang baik agar anak lebih percaya untuk berbagi dengan yang lain.

Berilah Contoh

Cara yang terbaik untuk mengajari anak untuk lebih bermurah hati adalah dengan memberi contoh. Jadi jangan segan-segan untuk berbagi ice cream dengannya, tawarkan pertolongan ketika dia sulit memakai sepatu, dsb. Jadi, berbagi itu memang terlihat oleh si anak dari hal-hal yang orang tua lakukan terhadapnya, sehingga dia merasakan betul enaknya dia di bagi ice cream oleh mamahnya, betapa jadi mudah menggunakan sepatu setelah di bantu oleh mamahnya dll. Jadi, ketika anda berbagi dengan si kecil pastikan dia merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri, tapi bukan menjadikan si kecil menjadi manja.

Ajari Juga Mana Yang Tidak Boleh Untuk Berbagi

Setelah anak anda mulai memberikan kemajuan mengenai berbagi, jangan lupa pula untuk mengajari hal-hal apa saja yang tidak boleh berbagi dengan temannya, ini juga penting untuk memberikan pelajaran mana yang boleh dan mana yang tidak. Berikan alasan kenapa sikat gigi tidak boleh berbagi penggunaannya, dll.

Sumber : http://bidanku.com

Dampak Buruk Penggunaan Dot pada Bayi


efek buruk dot bagi bayi
Dot atau botol dot susu adalah salah satu cara paling mudah yang menjadi andalan para ibu ketika mereka harus memberikan ASIP atau ASI perah pada buah hati mereka. Dibandingkan dengan sendok dan cangkir, pemberian ASIP melalui dot akan jauh lebih mudah dan tidak ribet. Si ibu tidak perlu membersihkan susu yang tumpah atau berceceran karena bayi banyak bergerak saat diberi ASIP melalui sendok dan cangkir.
Namun sayangnya, pemberian ASIP melalui dot sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan beberapa dampak buruk untuk jangka panjang kepada anak-anak. Lalu apa saja dampak buruknya? Berikut adalah ulasannya untuk anda.

1. Bingung Puting

Ketika bayi terlalu sering diberi ASIP melalui dot, ia akan menjadi bingung puting dan seringkali menangis ketika harus minum ASI langsung dari payudara si Ibu. Karet dot yang dibuat menyerupai puting memiliki cara kerja yang berbeda dengan payudara. Tanpa perlu disedot, dot sudah bisa mengalirkan susu ke mulut bayi ketika botolnya dimiringkan. Sedangkan puting payudara baru akan mengeluarkan susu ketika mendapatkan rangsangan atau disedot oleh si bayi. Hal inilah yang kemudian membuat bayi merasa kebingungan akan mekanisme kerja dari dot dan puting ibu. Jika bayi lebih sering meminum ASI menggunakan dot, ia akan terbiasa dengan mekanisme kerja dari dot dan akan merasa kebingungan ketika harus meminum ASI dari puting payudara ibu.

2. Resiko Terinfeksi

Ketika bayi sudah merasa kenyang tetapi dot masih saja terpasang di mulutnya atau ketika bayi tertidur dalam posisi sedang meminum ASI dari dot, ASI yang ada di dalam dot memiliki kemungkinan yang besar untuk tumpah. Tumpahan ASI dari botol dot tersebut sangat berbahaya, karena bisa mengalir masuk ke telinga atau hidung dan menimbulkan infeksi.

3.  Hambatan atau Gangguan pada Kemampuan Berbicara

Selain membuat bayi menjadi bingung puting, perbedaan mekanisme kerja antara dot dengan puting payudara ibu juga membawa dampak buruk pada kemampuan berbicara bayi di kemudian hari. Ketika bayi ingin meminum ASI dari puting, ia harus berusaha menyedot ASI agar air susunya bisa mengalir ke mulutnya. Pergerakan rahang bayi yang aktif untuk menyedot ASI dari puting ibu akan membuat kemampuan berbicaranya berkembang dengan cepat. Sedangkan ketika meminum ASI dari dot, bayi tak perlu sering-sering menggerakkan rahangnya. Akibatnya, rahangnya menjadi kaku dan akan memperlambat kemampuan berbicaranya.

4. Dampak Buruk pada Pertumbuhan Gigi

Penggunaan dot dalam jangka panjang juga akan berpengaruh buruk pada pembentukan struktur rahan dan gigi si kecil. Kebiasaan meminum susu dari dot bisa mengakibatkan bentuk rahang atas yang terlalu maju atau justru rahang bawah yang mundur, karena ia seringkali harus menahan atau menggigit dot supaya tidak jatuh.

Sumber : http://bidanku.com

Cara Membersihkan Telinga Bayi & Anak


Telinga merupakan bagian yang sensitif, apalagi telinga bayi dan anak. Sehingga harus hati-hati saat membersihkannya. Namun, telinga bayi dan anak sebaiknya dibersihkan secara rutin. Ini untuk menghindari penumpukan kotoran telinga yang bisa mengganggu hantaran bunyi dan dapat memengaruhi pendengaran. Kalau tidak dibersihkan, dikhawatirkan kotoran akan semakin keras dan sulit dikeluarkan.
Ada beberapa pendapat bahwa membersihkan telinga bayi & anak sebaiknya dilakukan oleh dokter THT saja daripada dilakukan oleh bunda sendiri di rumah. Namun, sebetulnya bunda dapat melakukannya sendiri, asal dengan cara yang benar. Ikuti tips membersihkan telinga anak, berikut ini.
Telinga bayi yang masih kecil:
  • Hindari penggunaan obat apapun untuk membersihkan telinganya, kecuali jika diresepkan oleh dokter
  • Bersihkan kotoran pada lekukan telinga luar dengan kapas lembab (basah tapi airnya sudah diperas)
  • Tidak memaksa mengeluarkan dan membiarkan kotoran dalam lubang telinga karena akan keluar dengan sendirinya. Kotoran itu adalah produk alami telinga yang berfungsi sebagai antiseptik. Kotoran tersebut juga bertugas sebagai pelindung telinga yang bertugas menangkap benda-benda asing dari luar.

Telinga anak:
  • Untuk membersihkan telinganya yang kotor, gunakan cotton bud.
  • Tidak perlu terlalu dalam memasukan cotton bud, maksimal 1 cm ke arah lubang telinga. Hal ini untuk mencegah kotoran akan terdorong semakin ke dalam sehingga malah menambah tumpukan kotoran telinga dan mengganggu pendengaran
  • Apabila ada kotoran telinga yang terlihat menggumpal, sebenarnya dapat diambil sendiri tanpa perlu ke dokter. Caranya melunakkan kotoran terlebih dahulu dengan cairan karbogliserin (dapat dibeli di apotek). Namun, jika bunda ragu, bawalah anak ke dokter untuk dibersihkan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan bunda untuk menjaga telinga si kecil:
  • Selalu perhatikan telinga si kecil untuk memastikan dalam keadaan bersih atau sudah kotor
  • Secara rutin (6 bulan sekali) ajak si kecil yang masih balita untuk kontrol ke dokter THT
  • Jangan biarkan anak terpapar suara-suara keras yang dapat merusak gendang telinga (mendengarkan musik bervolume keras dengan headphone, suara-suara di arena permainan di mal)
http://www.zwitsal.co.id