Jumat, 28 Juni 2013

Agar Anak Berani Bicara


Agar Anak Berani Bicara Ayahbunda.co.id

Tanya: Anak saya (3 tahun) sangat pendiam dan tidak mau bicara terutama pada orang yang baru ditemuinya. Untuk menumbuhkan keberaniannya, saya masukkan ia ke kelompok bermain. Tapi, hingga kini belum ada perubahan. Diajak bicara temannya pun ia diam saja. Mita hanya menonton temannya bermain.

Jawab: Sifat pendiam pada anak-anak bisa disebabkan oleh beberapa hal:
  • Anak cenderung pendiam bila di rumah orangtua tidak banyak bicara dan jarang berkomunikasi timbal balik dengan anak.
  • Kemampuan komunikasi verbal anak tertinggal dibanding anak-anak sebayanya. Jadi ia cemas bila dituntut menjawab pertanyaan dan bercakap-cakap.
  • Anak tergolong tipe pemalu dan pencemas, sehingga butuh waktu lama untuk merasa nyaman, khususnya di lingkungan baru.
Cara membantu anak lebih berani bicara dan bersosialisasi:
  • Perlu peran aktif ibu dan juga guru-guru di sekolah. Beri contoh cara-cara menyapa teman, ikut serta dalam permainan kelompok, dan tingkah laku prososial.
  • Perhatikan pada situasi apa anak lebih berani bicara dan keadaan apa ia sangat pendiam.
  • Bila anak menunjukkan usaha untuk bicara, beri ia pujian dan dorongan untuk meneruskan usahanya.
  • Jangan memaksakan anak bicara dan bermain bila ia belum siap.
  • Hindari membicarakan kekurangan anak dengan orang lain di depan anak, apalagi membandingkannya dengan anak lain yang lebih berani bicara.
  • Sabar menunggu kemajuan anak bicara. Yang penting Anda tetap menunjukkan penerimaan dan kasih sayang walau ia memiliki kekurangan.
Dr. Adriana S Ginanjar, MS
http://www.ayahbunda.co.id

Bahayakah Bayi Muntah Keluar dari Hidung?

Tanya: Berbahayakah bila ada muntah yang keluar dari hidung? Bayi saya suka muntah dalam jumlah banyak.

Jawab: Muntah atau gumoh (regurgitasi) pada bayi bisa merupakan suatu kelainan, tapi bisa juga tidak. Kelainan yang paling sering menyebabkan muntah pada bayi adalah refluks gastroesofagus (RGE), yaitu kembalinya isi lambung ke kerongkongan dan keluar lewat mulut menjadi gumoh atau muntah. Kandungan lambung tersebut dapat berupa air liur, minuman atau makanan yang tertelan, sekresi (pengeluaran) pankreas dan cairan empedu.

Kadang-kadang muntah atau gumoh tersebut keluar lewat hidung, dan ini bukan merupakan kejadian yang membahayakan. Yang penting, saat terjadi muntah atau gumoh yang banyak, letakkan bayi dalam posisi tidur miring atau posisi duduk agar dia tidak tersedak sehingga muntahan masuk ke dalam saluran napas.

Sebenarnya, RGE masih merupakan hal yang normal, asalkan bayi tidak menolak makan atau  minum dan berat badannya tetap naik. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi muntahnya antara lain dengan posisi bayi saat menyusu. Sebaiknya bayi menyusu pada posisi setengah duduk (jangan sambil tiduran) dan disendawakan sesudahnya. 

dr. Muzal Kadim, SpA
http://www.ayahbunda.co.id

Momen Makan Lebih Menyenangkan


Momen Makan Lebih Menyenangkan Ayahbunda.co.id

Tak perlu pusing bila anak Anda ‘susah makan’. Anda tak sendirian,kok. Masalah makan yang terjadi pada anak sangat umum terjadi, bahkan hampir di seluruh dunia. Misalnya, 80% anak di India mengalami masalah makan, dan 40% anak usia 1-6 tahun di China mengalami masalah makan. Bahkan sebuah penelitian mengatakan 40-80% ibu di seluruh dunia memiliki anak yang picky eater.

Jika tak diwaspadai, masalah makan pada anak bisa berlanjut hingga ia berusia 9 tahun dan tentu saja mengakibatkan konsekuensi yang tidak ringan. Jika anak masih saja bermasalah saat makan, tentu asupan energi dan protein, asupan serat dari buah dan sayur, serta variasi makanannya sangat kurang. Akibatnya tumbuh kembang anak tidak maksimal, misalnya anak tumbuh pendek atau kemampuan kognitifnya lebih rendah dibandingkan anak yang tidak memiliki masalah makan.
  
Pertama, Anda harus bisa mengenali gejala ‘picky eater’ pada anak, yaitu:

  • Makan dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Hanya menerima sedikit sekali jenis-jenis makanan yang diberikan.
  • Tidak mau mencoba jenis makanan baru.
  • Mengonsumsi sedikit buah dan sayur.
  • Seringkali mengalami tantrum saat jam makan.
  • Memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghabiskan makanan atau snack.
  • Hanya mengonsumsi makanan kesukaannya saja.
  • Lebih suka minum daripada makan.

Dalam mengatasi masalah picky eater butuh kerjasama antara anak dan ibu. Empat prinsip untuk mengatasi picky eater:

1.    Zat gizi dan pertumbuhan
.
Kebutuhan zat gizi dan kalori setiap anak berbeda, tergantung usianya. Anak yang lebih kecil biasanya membutuhkan kalori yang lebih sedikit daripada anak yang lebih besar, sebab anak yang lebih besar membutuhkan energi untuk beraktivitas. Satu hal penting yang harus Anda ketahui: setiap anak umumnya memiliki insting dalam mengetahui seberapa banyak makanan yang mereka butuhkan. Untuk itu, orangtua hendaknya mengetahui dan memerhatikan tanda-tanda anak yang lapar. Dalam mengukur cukup atau tidaknya asupan makan yang Anda berikan pada anak, coba plotkan berat badan pada kurva pertumbuhan. Jika berat badannya sesuai dengan usia, artinya ia sudah cukup mengonsumsi makanan yang ia butuhkan.

2.    Mendorong kebiasaan makan makanan yang sehat pada anak
.
Menyediakan makanan yang sama untuk anak dengan makanan keluarga merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kebiasaan makan sehat pada anak. Tawarkan makanan yang sama yang dimakan keluarga termasuk makanan baru dengan cara menyesuaikan porsi, potongan, dan bumbunya. Sebelum itu semua, pastikan keluarga—Anda dan pasangan—selalu mengonsumsi makanan yang sehat. Sebab anak akan mencontoh apa yang orangtua lakukan.

3.    Tips penting untuk mengatasi picky eater.
Besarnya pengaruh orangtua dan anak dalam mengatasi masalah makan adalah sama besar.

Pengaruh orangtua:
  • Menyampaikan faktor genetik
  • Mengenalkan berbagai macam rasa baru
  • Menyediakan makanan di rumah
  • Menyederhanakan bentuk makanan menjadi makanan yang mudah dimakan
  • Gaya pengasuhan dan gaya makan
  • Mempraktikkan proses makan

Pengaruh anak:

  • Kemampuan perkembangan setiap usia memengaruhi cara makan dan praktik makan
  • Kemampuan dalam menentukan jumlah makan yang harus dimakan secara alami
  • Memiliki rasa suka dan tidak suka terhadap makanan
  • Ketakutan untuk mencoba makanan baru
  • Kondisi medis yang bisa menyebabkan masalah makan
  

Ada 8 tips mudah yang bisa membantu Anda mengatasi si picky eater:

  1. Jauhkan gangguan saat jam makan--> matikan TV, jauhkan mainan.
  2. Beri makan anak untuk mendorongnya lapar --> atur jam makan dan snack makan 3-4 kali.
  3. Batasi lamanya makan --> tidak lebih dari 20-30 menit.
  4. Sajikan makanan yang sesuai usia anak --> Cocokkan makanan dengan perkembangannya.
  5. Toleransi terhadap ‘berantakan’ saat makan --> jangan mengelap makanan yang tercecer di sekitar mulut anak.
  6. Dorong anak untuk makan secara mandiri --> berikan sendok supaya anak juga belajar makan sendiri.
  7. Berusaha mempertahankan sikap yang positif selama proses makan --> jangan tunjukkan sikap frustasi atau marah.
  8. Konsisten mengenalkan makanan baru --> biarkan anak mencoba jenis makanan baru.

4.    Berdamai dengan perilaku picky eater

Sangat penting bagi orangtua untuk mengerti masalah dan bagaimana mengatasinya sesuai masalah yang terjadi. Anda juga akan memerlukan bantuan dokter atau tenaga kesehatan ketika masalah makan berasal dari kesehatannya. Masalah makan tidak dapat diatasi dengan instan. Anda akan memerlukan waktu yang cukup lama dalam mengatasi masalah makan pada anak dengan mengubah kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Saat mengatasi masalah makan pada anak, memaksa anak untuk makan membuat masalah makan menjadi semakin berat.

Apakah anak butuh suplemen?

Keunggulan suplemen untuk mengatasi masalah makan pada anak antara lain
untuk mendukung kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan anak. Suplemen nutrisi bukanlah pengganti makan, jadi Anda perlu mengatur pemberiannya di antara jam makan sehingga anak tidak terlalu kenyang saat jam makan tiba. Pilihlah suplemen nutrisi yang mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), zat gizi mikro (vitamin dan mineral), prebiotik dan probiotik, dan ditambahkan dengan asam linoleat dan linolenat sebagai asam lemak esensial.
http://www.ayahbunda.co.id

Balita Senang Di Perjalanan


Balita Senang Di Perjalanan Ayahbunda.co.id
Membawa balita di perjalanan, memang terkadang merepotkan. Namun ada cara agar perjalanan bersama balita, entah untuk mudik atau liburan, menjadi menyenangkan.

Ciptakan kenyamanan
  • Jangan letakkan terlalu banyak barang di bawah kaki.
  • Kenakan balita pakaian yang nyaman
  • Bawa selimut bila perjalanan akan melewati jam tidur siang balita.
  • Perhatikan suhu di dalam mobil. Terlalu dingin akan membuat anak tak tenang dan ingin selalu bergerak. Terlalu panas akan membuatnya rewel.
Lakukan permainan. Perjalanan panjang membuat balita bosan. Permainan bisa menghibur balita, misalnya bertepuk tangan dengan irama yang bisa ditiru anak, main tebak-tebakan, bernyanyi bersama. Anda juga bisa membawa pula game, puzzle, compact disc lagu, VCD kartun dan boneka.

Jangan lupa makanan dan minuman.
Jika balita lapar pasti rewel. Balita yang mengalami mabuk darat juga akan rewel dan muntah. Oleh sebab itu, bawalah biskuit, air minum sebanyak-banyaknya, kembang gula untuk mengurangi mual dan kantong plastik untuk jaga-jaga jika balita muntah di perjalanan.

Kenali pula apa kesukaan balita untuk membantunya menghabiskan waktu selama di perjalanan. Perjalanan Anda sekeluarga akan menyenangkan!
http://www.ayahbunda.co.id

Bayi Menonton TV


Bayi Menonton TV Ayahbunda.co.id

T: Apakah bayi saya, (6 bulan), perlu menonton TV, karena kini tersedia channel yang menyediakan acara khusus untuk bayi? Di mobil kami pun tersedia TV yang selalu dinyalakan.

J: Bayi belum perlu menonton TV. Sebab menonton dapat mengganggu perkembangan otak, ketajaman visual, kecepatan menerima, dan mengolah informasinya kelak. Apalagi di usia ini ia pun belum mampu memahami informasi dari acara TV. Ia hanya tertarik pada gerak dan suara. Selain itu, sinar ultra violet dan infra merah dari layar TV, jika terlalu lama dan terlalu dekat pada tubuh bayi, khususnya mata, dapat merusak penglihatannya. Sebaiknya beri ia mainan yang bisa menstimulasi motorik kasar, pendengaran dan visual seperti boneka dan mainan yang bersuara.

dr. Soedjatmiko, SpAK, MSi
http://www.ayahbunda.co.id

Aturan Menyusui di Tempat Umum




Bayi dapat minta menyusu kapan saja, di mana saja. Problemnya tidak semua mama merasa nyaman menyusui di tempat umum dan tidak semua tempat bisa jadi area yang nyaman untuk menyusui.  Yang perlu Anda tahu, ada aturannya menyusui di tempat umum.

Sebelum menyusui di tempat umum lakukan sedikit perencanaan di awal, seperti berikut ini:

1. Ketahui hak Anda
Banyak yang mengatakan bahwa menyusui adalah suatu hal yang sangat natural dan legal.  Aktivitas menyusui bahkan juga merupkaian implementasi dari Konvensi Hak Anak di dunia. Sayangnya, masih ada beberapa negara yang melarang aktivitas menyusui di tempat umum seperti restoran, taman kota,  perpusatakaan atau pertokoan.

Untungnya tidak begitu dengan Indonesia.Namun bila Anda hendak berpergian ke luar negeri bersama si kecil yang masih menyusui,  bijak juga bila Anda menyempatkan diri mengecek peraturan yang berlaku melalui internet atau kerabat yang tinggal di sana.

2. Kenakan pakaian nyaman
Dengan apron, pakaian berlapis, atau baju khusus menyusui? Semua kembali pada pilihan Anda, Ma. Ingat saja, kenyamanan Anda akan mempengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Jadi pakaian seperti apa yang membuat Anda merasa nyaman untuk menyusui –itu lah pakaian menyusui yang paling tepat untuk Anda. Seperti halnya Anda memilih pakaian untuk bekerja atau ke pesta, kenapa tidak luangkan waktu untuk memilih pakaian yang berbeda-beda setiap hendak berpergian dengan bayi Anda.

3. Kenali zona aman menyusui
Sebelum ‘praktek lapangan’, hubungi beberapa teman atau kerabat yang juga tengah menyusui dan tanyakan tentang lokasi-lokasi ‘aman’ untuk menyusui di lingkungan Anda. Mereka dapat memberi masukan tentang tempat-tempat umum yang “breastfeeding friendly”.

Setelah mengetahuinya, buktikan dengan datang dan mencobanya. Jadi perlahan-lahan Anda dapat membuat peta zona aman menyusui pribadi.

4. Tetapkan standar personal
Kepercayaan diri setiap orang berbeda-beda, begitu juga untuk hal menyusui di tempat umum. Ada Mama yang tampak begitu  santai dan easy going menyusui bayinya di mana saja bahkan dengan area dada agak terbuka –tapi belum tentu demikian halnya dengan Anda bukan?

Tidak perlu membandingkan, Anda harus merasa nyaman dan percaya diri dengan standar Anda sendiri.  Lalu bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri dan mengetahui standar tersebut? Latihan, latihan, dan latihan, Ma. Anda dapat memulainya dari berlatih di depan kaca.

5. Jangan biarkan bayi menangis karena lapar
Bila bayi Anda merasa lapar hingga menangis kencang, Anda akan menarik perhatian bahkan sebelum Anda sempat mengenakan apron atau menemukan tempat paling nyaman untuk menyusuinya.
http://www.parenting.co.id 

Cara Mengejan yang Benar

Cara Mengejan yang Benar Ayahbunda.co.id



T: Saya sedang hamil 6 bulan. Mohon informasi cara mengejan yang benar
karena konon bila salah mengejan bisa mengakibatkan mata rusak.

J: Mengejan yang benar adalah di perut, bukan di leher. Tekanan
mengejan pada leher memang  bisa menyebabkan pembuluh  di mata melebar
dan dapat pecah. Apalagi bila ibuhamil memiliki kelainan retina,
karena dikhawatirkan terjadinya lepas retina atau ablatio retinae. Saya
sarankan agar Anda mengikuti senam hamil menjelang persalinan, yang
akan memberi pelatihan pada Anda bagaimana mengejan dengan benar.

Dr.dr. Ali Sungkar, SpOG

Jumat, 21 Juni 2013

Ibu Hamil Boleh Puasa


Ibu Hamil Boleh Puasa Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Sepanjang memperhatikan gizi dan tubuh Anda sehat, silakan saja berpuasa ketika Anda hamil. Sebenarnya, ibuhamil punya dispensasi untuk tidak menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun, tak sedikit ibuhamil yang berniat berpuasa karena merasa sanggup dan sayang melewati bulan yang penuh berkah ini.

Boleh puasa, tapi ada syaratnya. Sebenarnya, yang dikhawatirkan dari ibu hamil yang berpuasa adalah kurang makan sehingga janin kekurangan gizi. Jadi, asal kondisi kehamilan Anda sehat dan Anda juga memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka puasa, maka boleh-boleh saja berpuasa. Jika Anda menderita penyakit tekanan darah tinggi, diabetes melitus (DM), atau muntah-muntah berlebihan saat hamil, misalnya, jelas lebih baik Anda menunda keinginan untuk berpuasa. Bukankah menjalankan kehamilan juga merupakan ibadah? Tekanan darah tinggi menyebabkan suplai darah ke jaringan terganggu, khususnya jaringan plasenta. Akibatnya, proses masuknya oksigen ke jaringan jadi terhambat dan memicu keluhan, seperti pusing, badan tidak sehat, dan nafsu makan menurun. Bila suplai darah ke plasenta terganggu, suplai oksigen dan makanan ke janin pun ikut-ikutan terganggu. Pada akhirnya akan mengganggu pertumbuhan janin.

Perhatikan berat badan. Satu hal yang harus diperhatikan adalah pertambahan berat badan, karena merupakan indikator tumbuh kembang janin. Sebagai patokan, kenaikan berat badan Anda yang normal hingga 20 minggu pertama kehamilan adalah sekitar 3,5-4 kg. Pada 20 minggu berikutnya kira-kira 1/2 kg per minggu. Pada akhir kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 12,5-14 kg. Dari patokan tersebut, aturan mainnya adalah, jangan berpuasa jika berat badan Anda turun drastis. Dikhawatirkan, ini bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Ini kiatnya!
Ketika sahur. Sahur dan berbuka adalah waktu di mana Anda boleh makan dan minum sepuas-puasnya. Jadi, perhatikan makan Anda agar tetap bergizi seimbang dan dalam jumlah sesuai kebutuhan sebagai ibu hamil.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana (gula), karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga Anda lemas, tidak bertenaga, pusing, dan perut perih.
  • Lebih baik konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur. Sedangkan protein bisa didapat dari daging dan telur. Kedua zat gizi ini membuat Anda lebih lama kenyang.
  • Jangan lupa, konsumsi susu (sebagai sumber kalsium, protein dan vitamin) dan perbanyak buah-buahan segar.
Saat berbuka puasa.
  • Awali dengan makanan manis, seperti kolak, kurma, atau jus buah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mengonsumsi kurma, karena mengandung karbohidrat sederhana dalam jumlah tinggi. Selain mudah dicerna, juga mengandung cukup zat besi.
  • Setelah berpuasa selama 12 jam, kadar gula darah akan menurun. Makanan seperti kurma bisa cepat meningkatkan kadar gula.
Ketika makan malam. Lebih baik Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Selain itu, konsumsi cairan juga harus cukup untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, media mengangkut oksigen dan zat gizi, serta mencegah sembelit.
http://www.ayahbunda.co.id

Memijat Saluran ASI Tersumbat


Memijat Saluran ASI Tersumbat  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Saluran ASI yang tersumbat bisa diatasi dengan memijat payudara. Sebelum memijat pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Lakukan secara perlahan-lahan.
  1. Awali pijatan dari pangkal payudara - letaknya paling dekat dengan dinding dada Anda. Tekan bagian itu dengan bawah telapak tangan Anda - dalam posisi ini telapak tangan akan berada di posisi tegak lurus dari payudara
  2. Tahan sebentar hingga rasa sakit reda. Lalu, tingkatkan tekanan pada bagian yang sakit itu tanpa memindahkan telapak tangan hingga rasa sakitnya reda.
  3. Ulangi terus gerakan dan secara bertahap, tingkatkan tekanan pada bagian yang sakit hingga akhirnya Anda dapat menekan bagian tersebut sekuat tenaga tanpa merasa sakit.
  4. Lalu, angkat telapak tangan dan letakkan 1-2 cm di bawah bagian yang sakit, ke arah puting susu. Ulangi gerakan memijat seperti di atas.
  5. Pindahkan kembali telapak tangan ke bawahnya lagi, hingga akhirnya berada di puting susu.
http://www.ayahbunda.co.id

Menjawab Bantahan Balita


Menjawab Bantahan Balita Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Ketika membantah, anak mengembangkan ketrampilan berbahasa, karena membantah memerlukan perbendaharaan kata, kemampuan menyusun kalimat, dan berpikir nalar. Jangan heran bila bantahannya terkadang asbun (asal bunyi). Namanya juga belajar! Jawab dengan bijak.

1. "Terserah kamu, deh! Bunda nggak mau tahu."  
Analisa psikolog: bukan jawaban tepat. Bila diberi jawaban ini, anak balita betul-betul akan melakukan kehendaknya dengan seenaknya. Jangan jemu untuk mengatakan apa yang sebenarnya atau seharusnya, kepada anak.

2. "Pokoknya kamu harus menurut kata Ibu, titik!"  
Analisa psikolog: jawaban ini otoriter dan tidak memberi solusi bagi masalah.  Justeru membuat anak takut beragumentasi, sebab tidak diberi kesempatan berbicara.

3. "Diam! Jangan jangan membantah ayah."
Analisa psikolog:  jawaban ini juga otoriter dan tidak memberi solusi bagi masalah. Selain tidak tepat, jawaban ini tidak baik bagi perkembangan berbicara anak karena sejak kecil ia banyak dibungkam. Bila anak memang selalu membantah, tidak ada cara lain kecuali mendengarkan alasannya.

4. "Jadi, kamu maunya apa?"
Analisa psikolog: memberi anak kesempatan mengemukakan pendapat, asal diucapkan dengan relaks -tidak marah. Ketika anak sudah menyampaikan keinginannya, Anda harus meluruskan jika keinginannya kurang  tepat.  Bila keinginannya masih bisa diterima, tidak ada salahnya diluluskan.

5. "Hebat, kamu sudah bisa membantah bunda, ya!"
Analisa psikolog:  jawaban ini mengandung kata-kata pujian, tetapi sebenarnya sinikal, tidak sungguh-sungguh memuji. Bagi balita, kata-kata terselubung seperti ini membingungkan, karena dia tidak tahu apa sebenarnya  maksud Anda.
http://www.ayahbunda.co.id 

AC dan Mata Merah-Hidung Gatal


AC dan Mata Merah-Hidung Gatal Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
T: Setiap masuk ruangan ber-AC, anak saya (3) pasti langsung mengalami mata merah dan hidungnya gatal seperti kemasukan kotoran. Apakah ia alergi AC?

J: Besar kemungkinan anak menderita alergi terhadap udara dingin ataupun debu. Mungkin AC di ruangan itu sudah lama tidak dibersihkan sehingga debu yang menempel bertumpuk. AC yang kotor dapat menjadi pemicu alergi. Cobalah bersihkan seluruh ruangan yang sering dimasuki anak untuk berkegiatan. Bersihkan AC, karpet, serta kain jok penutup semua kursi di ruangan hingga bebas dari debu.

Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpAK

http://www.ayahbunda.co.id

Sabtu, 01 Juni 2013

Memilih Buku Untuk Bayi


Memilih Buku Untuk Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Tanpa memandang usia bayi, membacakan cerita untuk bayi adalah kesempatan membangun ikatan ibu dan anak. Segera pergi ke rak buku, ikuti panduan ini untuk memilihkan buku untuknya:
  • Pilih buku apapun terutama yang melibatkan unsur nyanyian, dia suka memberi respon pada bunyi yang ia dengar, apalagi suara Anda.
  • Pilih board book bergambar sederhana, boleh yang berwarna hitam putih agar bayi bisa membedakan gambar dan latar belakang.
  • Pilih babybook berbahan kain yang ringan dan mudah dicuci, ia akan makin rajin berlatih meraih obyek.
  • Kalau bayi sudah cukup kuat memegang benda, sediakan boardbook berwarna kontras dengan satu atau dua objek pada tiap halaman. Buku dengan aneka tekstur, fitur mirip jendela yang bisa dibuka tutup atau buku yang mengeluarkan bunyi baik untuk melatih motorik sekaligus rasa ingin tahu bayi. Jangan pilih yang tajam karena berbahaya untuk bayi.
  • Jika berhasil membuatnya tertarik dengan isi buku, mulailah dengan cerita bertema binatang, bergambar bayi atau objek yang 'akrab' dengan keseharian bayi.
  • Ia mulai terlihat beraktivitas sendiri? Bacakan buku cerita seputar kegiatan sehari-harinya seperti makan, mandi atau tidur siang. Anda juga bisa mendapatkan bahan cerita dari album foto keluarga, sambil mengenalkan nenek, paman dan anggota keluarga lainnya.
http://www.ayahbunda.co.id

Jaga Keamanan Bayi


Jaga Keamanan Bayi  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Mungkin sebagian orang menganggap sepele tentang keamanan bayi karena dibawah 6 bulan bayi belum terlalu banyak bergerak. Namun Jangan pernah abaikan! Kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.
  • Jangan merokok di dekat bayi di dalam atau luar rumah. Bayi yang menjadi perokok pasif akan lebih mudah menderita pneumonia, bronchitis, penyakit paru-paru lainnya, infeksi telinga dan gejala-gejala awal asma .
  • Usahakan bayi selalu berada dalam pengawasan ayah bunda meskipun dia sedang tertidur nyenyak di tempat tidurnya.
  • Selalu awasi dan pegangi bayi ketika berada di ketinggian, misalnya ketika sedang duduk di kursi makan, sedang mengganti popok atau sedang diletakkan di atas tempat tidur karena bisa saja bayi berguling dan terjatuh.
  • Jangan dudukkan bayi di car seat yang diletakkan di atas meja atau tempat yang tinggi dari permukaan. Car seat itu bisa secara tidak sengaja jatuh karena senggolan.    
  • Jangan menggoncang-goncang tubuh mungil bayi atau melemparkan ke atas dengan maksud bercanda. Baby syndrome yang berupa kerusakan serius pada otak bahkan kematian bisa mengancam.
  • Untuk menghindari resiko tercekik, hindari memakaikan rantai atau tali lebih dari 15 cm pada pakaian bayi, mainan atau barang-barang miliknya. Perhatikan juga agar pakaian bayi terjahit rapi dan tidak meninggalkan sisa benang. Jangan tinggalkan benda-benda sejenis tali ataupun kalung dalam jangkauan bayi.
  • Jauhkan kabel telepon, kabel listrik ataupun tali tirai gorden dan sejenisnya dari tempat tidur maupun tempat mengganti popoknya agar bayi tidak bisa menjangkaunya.
  • Letakkan selalu bayi dalam posisi terlentang ketika tidur, meskipun itu hanya tidur siang. Tidur terngkurang bisa beresiko kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
  • Jangan letakkan bayi dekat dengan jendela terbuka meskipun hanya sejenak, apalagi dengan jendela luar. Bahaya terjatuh atau diculik mengancam.
  • Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian tanpa pengawasan. Kebakaran atau kecelakaan lainnya bisa saja terjadi dalam hitungan detik. Hindari juga meninggalkan bayi sendirian di dalam kamar dengan hewan peliharaan meskipun tampaknya jinak.
  • Sangat berbahaya meninggalkan bayi sendirian di dalam mobil meski hanya sesaat. Mobil menyala saat berhenti atau dalam keadaan panas bisa membuat sirkulasi oksigen di dalam mobil berkurang.
  • Jangan tinggalkan bayi sendirian di bak mandinya. Bisa beresiko tenggelam atau tersedak air. Abaikan bunyi handphone atau bel pintu jika sedang memandikan bayi.
  • Pilihlah mainan untuk bayi sesuai dengan usianya. Jangan memilih mainan yang terdapat elemen-elemen kecil yang memungkinkan bayi untuk memakannya. Selalu perhatikan petunjuk usia dan cara penggunaan dalam memilih mainan untuk bayi.
  • Jika memberikan susu dengan botol, jangan lepaskan pengawasan. Selalu pegangi botol susunya dan usahakan letak kepala bayi lebih tinggi dari perutnya jika tidak ingin beresiko tersedak atau muntah.
http://www.ayahbunda.co.id

Memandikan Bayi Prematur


Memandikan Bayi Prematur  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Biarpun mungil dan terlihat ringkih, bayi prematur tetap perlu dimandikan. Begini caranya:
  • Selama beberapa minggu pertama cukup dengan mandi kering, yaitu menyekanya dengan waslap yang dibasahi air hangat. Kulit tubuhnya masih dangat tipis sheingga sangat sensitif. Cukup bersihkan bagian muka, tangan, dan daerah sekitar popok.
  • Bila bayi sudah mencapai bobot 3 kg, barulah perlu mandi dengan cara mandi basah di dalam bak mandi bayi.
  • Pilih sabun mandi khusu bayi yang tidak memicu timbulnya iritasi, atau yang memang khusu untuk kulit hipersensitif.
  • Pastikan air mandi tidak terlalu panas atau terlalu dingin, karena kulit bayi masih dangat sensitif.
  • Jangan menggosok kulit bayi terlalu keras pada say menyabuni maupun mengeringkan tubuhnya, untuk menghindari iritasi dan lecet.
http://www.ayahbunda.co.id

Saat Bayi Jatuh


Saat Bayi Jatuh  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Cepat dan tepat bertindak! Jangan ragu membawanya ke dokter bila Anda yakin merupakan tindakan yang tepat. Selain itu, bila bayi sering jatuh, Anda mesti segera mencari penyebabnya.

Segera bawa ke dokter, klinik atau rumah sakit, terlebih jika bayi tidak sadarkan diri. Tindakan ini sangat penting karena anak di bawah usia 2 tahun sangat rentan mengalami cedera tulang kepala serta perdarahan di dalam.

Beritahukan dokter
hal-hal yang Anda lihat atau temukan saat bayi jatuh dan menangis. Bila tidak menangis, buat dia menangis.
  • Periksa dan raba apakah ada benjolan di bagian kepala. Benjolan yang harus diwaspadai adalah yang terletak di kepala belakang kiri atau kanan.
  • Gerak wajahnya simetris atau tidak? Misalnya bibir miring bisa merupakan tanda terjadi perdarahan di dalam kepala.
  • Gerak atau aktivitas kaki dan tangannya simetris atau tidak? Bila tidak, mungkin ada tulang yang retak atau patah.
Ikuti saran dokter yang akan memeriksa tubuh bayi secara menyeluruh dari kepala sampai kaki. 
  • Bila ada benjolan di kepala, dokter mungkin akan minta pemeriksaan CT-scan untuk mengetahui sejauh mana trauma yang dialami. Hasil pemeriksaan ini bisa menunjang hasil pengamatan Anda sebelumnya.
  • Bila ada tulang yang retak atau patah, dokter biasanya akan melakukan tindakan konservatif, seperti memasang pelindung tulang atau gips agar cedera tulang tidak bertambah parah. Biasanya pada anak-anak sangat jarang dilakukan tindakan operasi.
  • Bila ada memar, yakni bengkak dan warna kulit kebiru-biruan, berarti terjadi perdarahan di bawah lapisan kulit atau lapisan yang lebih dalam lagi. Sebaiknya kompres dengan es batu yang dibungkus handuk selama lebih kurang 15 menit, untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Biasanya tanpa obat pun perdarahan seperti ini akan diserap oleh tubuh.    
  • Bila ada luka gores dan berdarah, cukup dicuci dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik untuk menghilangkan kotoran dan membunuh bakteri.  
  • Bila ada luka dan mengeluarkan darah cukup banyak, tekan luka dengan kain kasa bersih agar perdarahan berhenti. Cuci luka dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik. Lalu oleskan cairan antiseptik dan tutup dengan plester.  
Bila dizinkan pulang, tanyakan apa saja yang perlu diperhatikan.  Biasanya dokter minta agar kondisi benjolan dipantau selama 3 hari, apakah mengecil atau malah membesar. Lalu apakah bayi  mengalami muntah berulang, kejang, aktifitas tangan dan tungkainya tidak  simetris, raut wajah tidak simetris, kontak mata tidak sebaik seperti sebelum jatuh, ada perubahan pola tidur, atau bagian ubun-ubunnya menjadi tegang -yang menandakan terjadinya perdarahan. Bayi yang mengalami gejala-gejala ini harus segera dibawa ke rumah sakit. Sebaliknya, bila tidak ditemukan gejala-gejala seperti ini, maka bayi Anda baik-baik saja.

Ketahui “Sejarah Jatuh.” Ketika bayi terjatuh dan Anda tidak ada di tempat kejadian, minta tolong orang terdekat untuk segera membawanya ke dokter. Usahakan agar Anda bisa berkonsultasi langsung dengan sang dokter, misalnya lewat telepon. Sebelumnya, gali informasi dari orang yang menemukan bayi Anda jatuh dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Jatuh dari mana dan bagaimana posisi jatuhnya?
- Apakah ada benjolan di kepalanya? Jika “ya”, di bagian mana?
- Bagaimana kondisi anak sekarang? Apakah dia pingsan atau tidak?
- Bagaimana gerak tangan dan kakinya, juga wajahnya saat menangis? 

Cegah Jatuh
  • Bayi harus selalu dalam pengawasan Anda atau orang dewasa lain. Jangan pernah meninggalkannya sendiri di tempat yang tinggi atau berisiko jatuh, seperti babytafel, tempat tidur atau kursi.
  • Bila Anda terpaksa meninggalkannya sebentar, letakkan bayi di dalam boks yang telah diberi pelindung di sekelilingnya sehingga aman saat dia berguling-guling.
  • Bila bayi tidur bersama Anda, tidurlah di bawah. Atau, letakkan alas yang empuk di bawah tempat tidur.
  • Saat menggendongnya, yakinkan Anda memegang atau memeluknya dengan baik dan mantap, tapi tak perlu terlalu ketat.
  • Hindarkan bayi, apalagi yang sedang berlatih berjalan, dari lantai atau permukaan yang licin. Misalnya, segera bersihkan ceceran air, atau pasang alas karet di kamar mandi.    
  • Hindari penggunaan kaus kaki dan babywalker.
  • Beri pagar pelindung di tangga yang tidak memungkinkan bayi merangkak atau berjalan naik turun tangga.
  • Kenakan tali pengaman saat bayi duduk di car seat, high chair atau stroller.
  • Jangan lupa menutup pintu, dan hindari jendela yang mudah terbuka.  Lebih baik beri teralis.
http://www.ayahbunda.co.id

Memberi Bayi Obat Telan


Memberi Bayi Obat Telan  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Sebagian besar obat-obatan untuk bayi, setelah diracik diberi tambahan bahan berupa sirup dengan cita rasa yang bervariasi, misalnya rasa jeruk. Tujuannya agar terasa “enak” di lidah sehingga bayi mau menelannya. Obat dalam bentuk sirup ini dapat diberikan dengan menggunakan sendok, siring, atau pipet.

Siring dan pipet lebih sesuai untuk digunakan dalam memberi obat kepada bayi-bayi yang belum “pintar” menelan. Beberapa kemasan obat berbentuk sirup dilengkapi dengan tutup botol yang diberi pipet, sehingga dapat langsung digunakan sebagai alat bantu untuk meneteskan obat ke mulut bayi.

Cara memberikan:
  • Sedotlah cairan obat ke dalam tabung siring sesuai dosis yang tertera. Angkat tubuh bayi seperti posisi bila hendak diberi ASI, lalu masukkan ujung siring ke dalam mulutnya dengan menyentuhkan lebih dahulu pada bibirnya.
  • Begitu mulut bayi Anda mulai melakukan gerakan mengisap, barulah dorong obat hingga menetes pada ujung siring. Usahakan agar tetesan obat jatuh pada daerah dekat pipinya dan tidak di daerah tenggorokan karena dapat menyebabkan dia tersedak.
  • Setelah itu, cobalah susui bayi Anda untuk membilas sisa obat pada lidahnya.
http://www.ayahbunda.co.id

Agar Anak Cinta Makanan


Agar Anak Cinta Makanan Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Buat anak mencintai makanannya agar dia menikmati saat makan dan lahap menyantapnya. Begini caranya:

Pilih waktu yang tepat.  Waktu terbaik untuk mengenalkan makanan padat pertama kali pada bayi adalah saat matanya terlihat sibuk mencari makan di pagi hari atau sesaat setelah bangun tidur. Pada masa pengenalan ini, biasanya anak hanya makan 1–2 suapan.  Sebelum mengenalkan makanan padat, yakinkan bayi bisa:
•  Melumat dan mencerna makanan padat.
•  Mengontrol posisi leher dan kepala saat duduk.
•  Mengatupkan bibir saat sendok berisi makanan masuk ke mulutnya.

Hujani dengan variasi makanan. Setelah anak terbiasa melumat makanan padat, kenalkan beberapa jenis makanan baru. Anda bisa mencampur makanan lama dengan makanan baru. Misalnya anak senang makan pisang, campur dengan pepaya. Jika habis ide, coba kenalkan makanan jenis makanan baru berdasarkan warna makanan. Warna yang berbeda pada  makanan mengandung rasa dan nutrisi yang berbeda.

Coba dan coba lagi. Beberapa penelitian mengatakan tiga dari empat ibu membuang makanan jenis baru ketika anak menolaknya sebanyak 4–5 kali. Padahal penelitian juga menyebutkan, makanan jenis baru bisa memakan waktu sampai 15 kali percobaan sampai benar-benar bisa diterima oleh anak.
                                                                                                                                                                                                                                                Jangan takut beri bumbu. Setelah anak mulai terbiasa dengan tekstur baru dari makanan yang lebih padat, Anda bisa mengenalkan makanan dengan menambahkan sedikit bumbu. Tentu saja  gunakan bumbu yang tidak merangsang, misalnya bawang putih, salam, lengkuas atau seiris jahe. Agar tidak menghilangkan rasa asli makanan yang Anda kenalkan, gunakan bumbu-bumbu sedikit saja.

Bantu bayi mengenal apa yang dimakannya. Tak kenal maka tak sayang. Saat memberikan avokad, katakan “ini avokad”. Katakan secara berulang-ulang, meski anak sepertinya belum paham, namun sebenarnya bayi menangkap pesan Anda. Mengenal nama makanan membantu bayi mengenal jenis–jenis makan lebih awal.

Ajak ke dapur. Tak perlu merasa bersalah saat menaruh bayi di kursi tingginya di dekat dapur saat menyiapkan makan malam. Karena hal ini justru membuat bayi mudah makan. Ia bisa melihat secara langsung saat Anda meracik makanannya. Ia juga bisa mencium aroma bumbu, bau sedapnya sup atau segarnya pure buatan Anda. Hal ini membuatnya lebih “akrab” dengan makanan. Pastikan di sekelilingnya aman dari benda-benda tajam ya, Bu.

Duduk bersama di meja makan. Bayi akan melihat orang–orang di sekelilingnya menikmati santapan makan jika ia duduk bersama di meja makan. Gunakan kursi makan khusus bayi sebelum ia bisa duduk sendiri di kursi meja makan.

Jadilah contoh. Penelitian secara tegas menyebutkan, saat Anda meminta anakmakan sesuatu maka Anda harus memakannya terlebih dahulu untuk memberi contoh. Yang penting untuk anak adalah apa yang Anda lakukan bukan hanya apa yang Anda katakan.

Buat makanan menari. Dandani makanan agar mencuri perhatian anak, misalnya dengan piring atau mangkuk warna-warni atau hias makannya. Jika anak siap untuk memulai finger food, potong makanan dengan ukuran sesuai dengan genggamannya agar mudah dipegang dan dimakan.

Rileks. Jangan membandingkan keragaman jenis makanan yang bayi Anda makan dengan bayi tetangga. Ini bukan kompetisi! setiap anak berbeda termasuk cita rasa makanan yang mereka suka. Selain itu saat memberi makan anak, Anda harus rileks sehingga anak merasakan hal yang sama dan lebih mudah menghabiskan makanannya.
http://www.ayahbunda.co.id

Tanda Gigi Susu Tumbuh


Tanda Gigi Susu Tumbuh  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Kebanyakan gigi susu atau gigi yang pertama tumbuh mulai tampak pada usia 6 bulan. Gigi susu berfungsi penting dalam mempengaruhi kondisi serta kelancaran pertumbuhan gigi tetap kelak.

Tanda-tanda gigi susu pertama tumbuh:
  • Air liur lebih banyak dan sering menetes keluar.
  • Menggigit-gigit benda yang agak keras, karena gerahamnya terasa gatal.
  • Sering memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulut, seperti mau digigit-gigit.
  • Bayi terlihat gelisah, tidak bisa diam, atau menjadi mudah marah (sensitif).
  • Gusi bayi terlihat membengkak dan berwana kemerahan, seperti terkena sariawan (sore gums).
  • Nafsu makan turun dan sering susah tidur.
  • Ada yang pipinya terlihat agak membengkak.
  • Kadang-kadang, ada yang disertai demam (kalu teradpat gejala seperti demam yang tidak turun-turun selama beberapa hari, atau diare, Anda perlu waspada adanya serangan penyakit, misalnya infeksi sistem pencernaan).
Fungsi gigi susu:
  • Mengunyah makanan, sekaligus membantu perkembangan tulang dan otot rahang.
  • Membantu proses perkembangan bicara balita.
  • Membuka jalan, tempat atau ruang untuk pertumbuhan gigi tetap.
  • Mempermanis penampilan si kecil, misalnya saat dia tersenyum.

Variasi Pijat Bayi


Variasi Pijat Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Memijat bayi mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. Memijat bukan asal tekan dan remas otot, beberapa prinsip harus Anda pahami lebih dulu. Termasuk ragam pijat bayi.

Pijat Kaki “Penguat Langkah”.

  • Pegang kaki bayi, lalu remas dengan lembut bagian telapak dan punggung kakinya. Dengan ibu jari dan telunjuk Anda, putar pelan-pelan jari-jemarinya. Pijat lembut mulai dari pergelangan kaki, tungkai lalu ke paha bayi.
  • Pegang kakinya (seperti memegang stik softball). Lakukan gerakan seperti memerah susu dari paha ke arah pergelangan kaki.
Pijat Perut “Sehatkan Pencernaan”. Dengan jari-jemari Anda, buat gerakan lembut melingkar di perut bayi, searah dengan jarum jam, mulai dari sisi kanan bawah, ke arah sisi kiri bawah, lalu ke atas hingga kembali ke posisi semula (arah ini sama dengan arah jalannya makanan dalam sistem pencernaan).

Pijat Dada “I Love You.” Rapatkan kedua telapak tangan Anda di dada bayi, lalu buat gerakan lembut ke arah atas (leher bawah). Setelah itu, pisahkan kedua telapak tangan Anda menuju masing-masing bahunya, untuk kemudian bertemu kembali di bagian tengah dada (gerakan mirip membuat gambar hati sebagai simbol cinta).

Pijat Tangan “Kuatkan Otot & Tulang.”
  • Rentangkan kedua tangan bayi. Lalu pijat lembut, mulai dari bahu hingga pergelangan tangannya. Pegang salah satu tangan, lakukan lakukan memijat seperti memerah susu, dari lengan atasnya hingga pergelangan tangan.
  • Remas telapak tangan, lalu punggung tangan bayi. Dengan ibu jari dan telunjuk Anda, putar pelan-pelan jari jemari tangannya.
Pijat Wajah “Relaks & Ceria!”.
  • Dengan 2 atau 3 jari Anda, tekan dengan lembut bagian kening, lalu ke pelipis dan pipi bayi. Dengan ibu jari Anda, tekan bagian atas alis bayi.
  • Masih dengan ibu jari, buat usapan lembut mulai dari tengah hidung ke arah luar pipi.
  • Kemudian, tekan lembut sekitar mulut bayi, juga rahang bawahnya dari arah tengah ke sisi luar.
Pijat Punggung “Sehat & Nikmat.” Telungkupkan bayi. Letakkan kedua telapak tangan Anda di punggungnya, lalu lakukan usapan lembut mulai dari tengkuk hingga bokong si kecil secara bergantian. Kalau bayi telungkup di pangkuan Anda, usapan lembut bisa Anda lakukan dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menahan dada bayi.
http://www.ayahbunda.co.id

10 Tips Ganti Popok


15 Trik Bonding Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Ikatan yang kuat antara ibu dengan bayinya akan memberi rasa aman dan percaya diri sang anak. Sebelum terlambat, ayo pelajari strateginya!
  1. Lakukan IMD. Menyusui saat setelah melahirkan akan membentuk ikatan batin yang kuat sejak dini lewat kontak kulit antara ibu dan bayi.
  2. Rooming-in. Satu kamar dengan bayi Anda selama 24 jam penuh pasca melahirkan memberikan kesempatan untuk mengetahui kebutuhan bayi dan cara menanggapinya. Minta suami menemani untuk membantu bila Anda melahirkan Caesar dan kondisi belum pulih.
  3. Menyusui. Jarak pandang bayi yang baru lahir sekitar 30 cm atau dikenal sebagai jarak menyusui. Bayi akan menatap wajah dan mata Anda dalam waktu lama.
  4. Pijat. Sentuhan saat dipijat membantu bayi lebih relaks, terutama bagi bayi yang sulit menenangkan diri. Namun, jangan menunggu sampai dia rewel. Lakukan secara rutin, sebelum dan sesudah mandi serta saat mengganti popok.
  5. Gendong. Menggendong balita saat Anda melakukan berbagai aktivitas memberikan kesmepatan pada anak untuk tetap dekat dengan Anda. Gerakan tubuh saat menggendong akan menenangkan dan memberi sensasi seperti saat dalam kandungan.
  6. Bermain. Ciluk, ba! Bayi baru lahir sangat tertarik dengan ekspresi wajah seseorang. Selain mendekatkan Anda dengan anak, beramin “ciluk ba” mengembangkan kemampuan motorik halus dan pengenalan obyek.
  7. Bacakan buku. Membaca buku membantu bayi Anda memahami dan percaya pada Anda.
  8. Berbicara. “Ngobrol yuk!” Bayi lebih suka mendengar suara Anda disbanding bunyi mainan. Bayi pun merasakan cinta dan kasih sayang dari suara Anda.
  9. Menyanyi. “Do..Re…Mi…” Bernyanyi untuk bayi adalah kegiatan yang menyenangkan. Anda bisa bernyanyi sambil tepuk tangan atau menggelitik.
  10. Kontak mata. Tatap matanya saat Anda memberinya makanan pendamping ASI. Selain membangun keterikatan, ia akan belajar mengenali dirinya sendiri dan membantu meningkatkan kemampuan mental dan fisik.
  11. Cium sayang. Ciuman adalah tanda cinta yang dapat lebih mempererat ikatan. Bahkan ciuman orang tua dapat menyembuhkan semua penyakit.
  12. Pamit dulu. Sebelum meninggalkan bayi, misalnya untuk menjawab telepon atau ke kamar mandi, beritahu anak apa yang akan Anda lakukan. Dengan mendengar suara Anda, ia tenang karena tahu Anda tak jauh darinya.
  13. Ada saat dia bangun. Usahakan berada di sisinya saat dia bangn tidur. Beri pelukan dan ciuman. Tindakan ini baik untuk bayi yang sering terbangun dan langsung menangis.
  14. Mandi bersama. Sentuhan Anda ketika memandikannya, menstimulasi indera perasa anak. Biarkan dia bermain air, merasakan sentuhan air di kulitnya dan perbedaan ketika dia diselimuti dengan handuk.
  15. Berdansa. Dansa yo dansa..Bayi bisa menjadi pasangan dansa Anda yang menyenangkan. Pasanglah musik yang lembut dan berdansalah. Di amenyukai musik, gerakan, dan kedekatan dengan Anda.
http://www.ayahbunda.co.id

10 Tips Ganti Popok


10 Tips Ganti Popok Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Meski terkesan mudah, namun ada strategi tersendiri saat Anda harus ganti pokok. Berikut tipsnya:
  1. Ganti popok secara berkala agar kulit bayi tetap kering. Cek kondisi popok secara rutin, apalagi ketika bayi Anda tetap tidur pulas meski popoknya dipenuhi kotoran dan air seni. Ganti popok bayi minimal 2-3 jam sekali, sebelum atau sesudah bayi diberi ASI agar bayi terhindar dari ruam popok.
  2. Siapkan semua dalam jangkauan tangan Anda. Bayi sangat mudah terguling dari tempat dia diletakkan. Karena itu, siapkan di dekat Anda: matras atau pelapis meja ganti, popok bersih (sebaiknya lebih dari 1), kapas, baskom berisi air hangat, tisu basah, krim anti ruam (untuk kulit sensitif), pakaian bersih, keranjang untuk meletakkan pakaian kotor, dan handuk.
  3. Letakkan bayi secara telentang di atas permukaan datar. Lepaskan celana bayi lalu gulung bajunya hingga ke atas dada agar tidak terkena kotoran. Jika terkena, segera lepaskan dan letakkan di dalam keranjang pakaian kotor. Lepaskan perekat/ ikatan popok lalu lipat ke arah belakang hingga terlepas dengan sendirinya. Dengan demikian kotoran yang berada di bagian dalam popok tak akan mengotori kain lain yang berada di sekitar meja ganti.
  4. Jika kotoran terlanjur tercecer ke bagian tubuh bayi, segera bersihkan dengan menggunakan bagian dalam depan popok. Pegang kedua pergelangan kaki bayi dengan satu tangan lalu angkat bokongnya kemudian gulung popok dari arah depan ke belakang dan gunakan perekat/tali pinggang untuk menutup gulungan popok kotor tersebut. Letakkan popok kotor di tempat yang aman dari jangkauan bayi. Setelah ia selesai buang air besar, jaga posisi kaki agar tetap terangkat sehingga Anda dapat melihat bagian bokong dan membersihkan sisa kotoran yang menempel di sekitarnya. Usahakan untuk mengganti kapas atau tisu basah sesering mungkin saat membersihkan kotoran bayi.
  5. Letakkan kembali kedua kaki bayi kemudian bersihkan alat kelamin menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan air hangat. Gerakkan satu per satu kaki bayi ke arah samping kanan dan kiri untuk memastikan bagian dalam kaki dan selangkangan bayi telah bersih.
  6. Gunakan nappy cream jika kulit bayi cenderung sensitif untuk menjaga kelembapan kulit sehingga meminimalisir terjadinya ruam popok. Penggunaan krim tidak perlu jika kulit bayi baik-baik saja.
  7. Pegang kedua pergelangan kaki bayi dan arahkan ke atas hingga bokongnya terangkat. Letakkan setengah bagian belakang popok baru —bagian yang memiliki perekat/tali— tepat di bawah pinggang belakang bayi kemudian letakkan kembali kedua kaki mungilnya di atas matras meja ganti. Tarik setengah bagian depan popok dan arahkan di antara kakinya lalu arahkan ke atas hingga mencapai perut kemudian segera rekat/ikat kedua sisinya.
  8. Keringkan dengan menggunakan kapas atau handuk bersih. Tunggu selama satu hingga dua menit sebelum Anda pakaikan popok yang baru, sambil Anda usap-usap tubuhnya. Agar momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi bayi.
  9. Pastikan posisi popok menutupi bagian bokong dan alat kelamin dengan sempurna. Periksa pula perekat pinggangnya, usahakan tidak terlalu kencang atau terlalu longgar. Cara memeriksanya: masukkan dua jari Anda —jari telunjuk dan jari tengah— di antara popok dan perut bayi. Jika jari Anda muat, tandanya popok tersebut pas dengan tubuh bayi.
  10. Setelah selesai, letakkan bayi di tempat yang aman. Masukkan popok kotor ke dalam keranjang dan cucilah tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, bahkan jika perlu gunakan cairan antiseptik.