Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Tips Mendidik Anak Rasa Tanggung Jawab untuk Bekal Kehidupannya Kelak


mendidik anak rasa tanggung jawab
Mengajari anak tanggung jawab adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan oleh orang tua manapun namun hal itu sangat penting untuk dilakukan mengingat pentingnya bagi seseorang untuk memiliki sifat dan sikap tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya. Mengingat pentingnya sifat tanggung jawab pada diri seseorang, maka sifat tersebut akan lebih baik jika ditanamkan pada diri seseorang sejak ia masih dalam usia dini. Dengan begitu, sifat tanggung jawab tersebut akan lebih tertanam dalam diri orang itu sehingga dalam kehidupannya di masa depan, ia tidak akan merugikan orang lain dengan sifat dan sikapnya yang tidak bertanggung jawab.

Mengingat pentingnya untuk memiliki sifat dan sikap yang bertanggung jawab, maka kita sebagai orang tua dituntut untuk selalu dapat mengajari anak tanggung jawab. Walupun memang tidak mudah untuk dapat membiasakan anak-anak kita dengan rasa tanggung jawab itu sendiri, kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak kita mengerti tentang apa itu tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.Maka dari itu kita perlu melakukannya sedini mungkin agar kita dapat lebih telaten memberi pengertian dan contoh-contoh tanggung jawab itu sendiri kepada anak-anak kita.

Untuk dapat mengajari anak tanggung jawab secara lebih efektif dan efisien kepada anak, kita dapat melakukan beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan memberi pengertian pada anak apa itu sebenarnya tanggung jawab. Tanggung jawab adalah sikap di mana kita harus bersedia menerima akibat dari apa yang telah kita perbuat. Selain itu, tanggung jawab juga merupakan sikap di mana kita harus konsekuen dengan apa yang telah dipercayakan pada kita. Kita dapat menyampaikan pengertian-pengertian tersebut dengan bahasa yang sekiranya dimengerti oleh anak-anak kita. Selain itu, pengertian-pengertian tersebut akan lebih mudah dipahami okeh anak-anak kita jika disertai dengan contoh atau praktik langsung.

Kemudian, kita juga perlu membedakan antara tanggung jawab yang seharusnya kita lakukan dengan tanggung jawab anak kita. Batas-batas dan aturan aturannya pun harus jelas dan tegas agar anak lebih mudah di arahkan. Akan terasa lebih rumit memang saat kita mengajak anak kita untuk ikut serta menyelesaikan masalah yang telah ia perbuat dan tidak melulu membantunya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara keseluruhan. Namun, dengan ketelatenan dan kesabaran yang penuh, hal itu akan memberikan hasil yang positif bagi anak-anak kita. Kita dapat memberi anak kita kepuasan tersendiri karena ia telah mampu mengatasi masalahnya sendiri dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Mulailah memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang rasa tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil, seperti usahakan anak selalu membereskan mainan ketika dia selesai bermain, atau biasakan anak mencuci piring atau gelas hanya bekas dia makan dan minum, atau juga dengan cara membiasakan buang sampah pada tempatnya. Jadikan ini menjadi sebuah kebiasaan, tentunya jika hal kecil ini bisa dijalankan dengan baik, berikutnya anak bisa diajarkan rasa tanggung jawab yang sedikit lebih besar. Contoh dalam hal ketika anak bertengkar dengan temannya. Mengajarkan anak minta maaf merupakan salah satu bentuk pengajaran rasa tanggung jawab kepada anak. Tentunya hal ini orang tua haruslah bersikap adil, kemudian setelahnya memberikan penjelasan dan pengertian tentang pentingnya keberanian meminta maaf.

Langkah yang terakhir adalah dengan cara mengulang pembelajaran yang telah mereka alami agar mereka lebih paham dan juga selalu membiasakan langkah-langkah sebelumnya. Dengan begitu, rasa tanggung jawab akan lebih mudah melekat dalam diri anak-anak kita sehingga dalam kehidupannya di masa depan, rasa tanggung jawab akan selalu mendasari segala tingkah lakunya. Itulah pentingnya mengajari anak tanggung jawab.
Ingat, rasa tanggung jawab bukanlah faktor genetik, jadi jangan bosan memberikan bimbingan dan arahan serta mengingatkan akan pentingnya rasa tanggung jawab. Selain itu, memberikan contoh juga merupakan salah satu metode yang cukup baik dilakukan agar anak bisa paham dan mengerti tentang tanggung jawab. Pahami betul perkembangan anak, baik perkembangan fisik maupun mentalnya. Sehingga orang tua akan mengetahui secara tepat metode apa yang cocok untuk menerapkan rasa tanggung jawab terhadap anaknya.

Sumber : http://bidanku.com

Tips Mendidik Anak Agar Lebih Mudah Berbagi


anak berbagi
Saat si kecil mulai masuk pertama kali ke sekolah taman kanak-kanak banyak perasaan bahagia menyelimuti orang tua. Perasaan senang tatkala tak terasa si kecil sudah besar, perasaan senang tatkala si kecil makin lucu dengan baju sekolah untuk pertama kalinya, dan tentunya perasaan senang karena sekarang si kecil akan mulai bersosialisasi dengan teman-teman barunyanya. Dan tentunya kita akan senang ketika pulang dia bercerita telah memiliki teman baru yang baik, bermain bersama, belajar bersama dan tentunya berbagi bersama. Ya, anak yang tidak memiliki kesulitan dalam berkomunikasi akan mudah memiliki teman yang bisa dijadikan tempat saling berbagi. Dia bisa saja saling merasakan berbagi bekal makanan bersama temannya, atau bahkan pulang dengan saling bertukar sepatu. Ya itulah manfaatnya anak yang senang berbagi tentu dia akan cepat mendapatkan seorang teman.

Namun, tidak semua anak memiliki sifat yang mudah atau senang berbagi, masih banyak anak yang kesulitan dalam berbagi dengan teman-temannya. Sebagai contoh, Jangankan berbagi bekal makanannya, mainan ayunan pun seolah-olah tidak boleh ada anak lain yang menyentuhnya. Tentu saja hal ini bisa menjadi salah satu kendala bagi kehidupan sosial anak. Bagaimana perang orang tua menyikapi hal seperti itu, beriktu tipsnya:

Berbicaralah Dengan Anak Anda

Anak yang sudah masuk sekolah taman kanak-kanak sebetulnya sudah cukup untuk bisa di ajak bicara. Jadi ajaklah anak anda berbicara mengenai permasalahan-permasalahan di sekolah dan berikan solusi yang bisa disepakati bersama. Tentunya gaya bicara harus di sesuaikan dengan usia anak. Beri gambaran kepada anak bahwa berbagi bisa memudahkannya untuk memiliki banyak teman, dan beri gambaran pula betapa indahnya jika dia memiliki banyak teman.

Jangan Menghukum Anak Karena Dia Pelit

Hukuman malah akan memicu rasa benci anak dari pada menjadikan anak bermurah hati. Disarankan untuk memberi dorongan positif daripada hanya sekedar teguran atau hukuman. Terus beri dorongan positif agar anak mau berbagi, dan ketika dia berbagi, jangan lupa beri dia pujian.

Hargai "Barang-Barang berharga" miliknya

Jika anak anda merasa bahwa baju, buku atau mainannya adalah "barang berharga" miliknya, cobalah untuk menghargai akan hal itu. Cobalah untuk meminta izin terlebih dulu ketika anda akan meminjam bukunya atau mainnannya, dan berilah dia pilihan tidak jika memang dia tidak mau mengizinkannya. Beri tahu hal ini juga kepada saudara, pembantu, teman atau guru-gurunya agar melakukan hal yang sama terhadap "barang-barang berharga" miliknya dan jika perlu katakan pula bahwa kita yang meminjam "barang berharganya" tersebut akan menjaganya dengan baik. Ini merupakan stimulus yang baik agar anak lebih percaya untuk berbagi dengan yang lain.

Berilah Contoh

Cara yang terbaik untuk mengajari anak untuk lebih bermurah hati adalah dengan memberi contoh. Jadi jangan segan-segan untuk berbagi ice cream dengannya, tawarkan pertolongan ketika dia sulit memakai sepatu, dsb. Jadi, berbagi itu memang terlihat oleh si anak dari hal-hal yang orang tua lakukan terhadapnya, sehingga dia merasakan betul enaknya dia di bagi ice cream oleh mamahnya, betapa jadi mudah menggunakan sepatu setelah di bantu oleh mamahnya dll. Jadi, ketika anda berbagi dengan si kecil pastikan dia merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri, tapi bukan menjadikan si kecil menjadi manja.

Ajari Juga Mana Yang Tidak Boleh Untuk Berbagi

Setelah anak anda mulai memberikan kemajuan mengenai berbagi, jangan lupa pula untuk mengajari hal-hal apa saja yang tidak boleh berbagi dengan temannya, ini juga penting untuk memberikan pelajaran mana yang boleh dan mana yang tidak. Berikan alasan kenapa sikat gigi tidak boleh berbagi penggunaannya, dll.

Sumber : http://bidanku.com