KEMAJUAN teknologi membuat fasilitas bermain kian beragam. Mulai dari yang berbasis gadget seperti game online, hingga Play Station, wii, dll. Hal ini tentunya membawa hal positif dan juga negatif. Di satu sisi, alternatif permainan untuk anak menjadi semakin beragam, di sisi lain ada ancaman kecanduan games. Apa yang harus diwaspadai dan diperhatikan orangtua?
1. Ayah/Bunda perlu
mencermati frekuensi bermain yang biasa dilakukan anak. Perhatikan apakah waktu bermainnya
sudah mengalahkan berbagai aktivitas lain?
2. Pastikan bahwa anak memiliki
batasan waktu bermain yang jelas. Tidak ada salahnya ayah/bunda juga mengenal
permainan yang sering dimainkan dan sesekali bermain bersama.
3. Waspadalah saat anak mulai terpaku pada games yang disukainya sehingga mengganggu
aktivitas lain. Aturan yang tegas mengenai toleransi waktu bermain perlu
diterapkan. Konsekuensi yang tegas juga dapat diterapkan, misalnya saat anak
melanggar kesepakatan waktu bermain, maka ayah/bunda akan menarik mainannya
selama waktu tertentu. Konsekuensi penerapan aturan bukan hanya dilakukan
dengan menarik mainan selama waktu tertentu, tetapi juga tidak menggunakan
mainan tersebut sekalipun untuk orang lain.
4. Ayah/Bunda sebaiknya dapat memberikan variasi permainan atau alihkan pada
kegiatan lain. Berikan alternatif permainan yang melibatkan fisik ataupun
mengasah kemampuan lainnya. Pada anak yang lebih kecil, hal ini juga dapat
melatih kemampuan motorik dan menyalurkan energi berlebih. Ayah/bunda juga
dapat menyertakan anak pada klub peminatan atau perkumpulan hobi lainnya untuk
menyalurkan bakat dan minat anak, misalnya melukis, olahraga, dan sebagainya.
sumber : sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar