Selasa, 26 Maret 2013

Bolehkah Ibu Flu Tetap Menyusui?


BISA menyusui buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Namun, terkadang muncul keraguan saat daya tahan tubuh menurun hingga ibu terserang flu/salesma. Mulailah muncul berbagai pertanyaan, apakah ibu yang terserang flu tetap boleh menyusui? Bagaimana jika buah hati tercinta tertular? Obat apa yang bisa diminum dan aman untuk bayi? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin menggelisahkan hati bunda.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Free Magazine Sang Buah Hati melakukan wawancara dengan dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC. Semoga jawaban-jawaban yang diberikan bisa menenangkan dan menambah pengetahuan bunda. Berikut kutipan wawancaranya.

Foto:  www.i-reckon.com.au
Apakah ibu menyusui yang terserang flu tetap bisa menyusui?
Secara medis, sebenarnya sedikit sekali kondisi ibu yang benar-benar tidak bisa melanjutkan kegiatan menyusui saat sakit. Hanya ibu dengan infeksi HIV dan HTLV yang dibolehkan tidak menyusui bayinya. Ibu dalam kondisi sakit parah yang memerlukan perawatan intensif, mungkin dianjurkan menghentikan kegiatan menyusui untuk sementara hingga kondisinya pulih.
Ibu yang terserang flu (istilah yang lebih tepat adalah selesma atau common cold) tetap bisa menyusui sang buah hati secara langsung seperti biasa.
Tidakkah virus salesma bisa menular pada buah hati?
Dengan menyusui, maka antibodi yang dibentuk tubuh ibu untuk melawan virus salesma akan ditransfer kepada bayi melalui ASI, bahkan sebelum ibu mengalami gejala flu. Transfer antibodi memberi keuntungan bagi bayi. Dia akan memiliki kekebalan alami dari ASI. Bila kemudian tertular, tubuhnya sudah dipersiapkan oleh antibodi yang terkadung di dalam ASI. Hal ini tidak mungkin diperoleh jika bayi tidak disusui.
Tindakan apa yg harus dilakukan agar buah hati tidak tertular?
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penularan. Di antaranya selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, memakai masker agar percikan ludah saat batuk atau bersin tidak terpapar ke bayi, menghindari kontak wajah dengan bayi, dsb.
Sebaiknya menidurkan bayi di samping ibu, agar ibu dapat menyusui dengan mudah dalam posisi tidur menyamping. Posisi seperti itu akan sangat membantu  ibu agar cukup beristirahat.
Apa yang harus dilakukan ibu agar cepa sembuh dari flu?
 Flu (selesma/common cold) disebabkan oleh virus yang sifatnya self limiting disease. Keluhan dan gejala akan membaik spontan dalam 7-14 hari. Disarankan untuk istirahat cukup, banyak minum air hangat, berjemur matahari pagi, mandi air hangat, tetes hidung salin dan terapi uap dengan peppermint atau eucalyptus oil. Tindakan-tindakan itu pada umumnya cukup membantu kenyamanan ibu selama terserang flu. Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, adakalanya ibu memerlukan obat untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat demam, sakit kepala, hidung mampet, pilek dan batuk.
Obat flu apa yang aman dikonsumsi ibu menyusui?
Beberapa obat flu over the counter (OTC) yang dijual bebas dapat dikonsumsi ibu menyusui dengan aman. Jenis obat yang tergolong aman untuk ibu menyusui adalah pereda nyeri/demam (parasetamol, ibuprofen), pelega hidung (natrium kromlin), anti alergi (loratadin, tripolidin) dan obat pereda batuk (dextromethorphan). Ibu menyusui sebaiknya menghindari obat flu yang mengandung pseudoephedrin atau phenylephrin, karena berisiko mengurangi produksi ASI.
Apakah ibu menyusui bisa tetap melakukan imunisasi flu?
Jika yang dimaksud flu adalah selesma/common cold, sayang sekali sampai saat ini belum tersedia vaksinnya. Yang biasa diberikan adalah vaksin influenza, yaitu pencegahan terhadap virus influenza penyebab flu burung, flu babi, dan sejenisnya. Tidak ada kontraindikasi bagi ibu menyusui untuk imunisasi, bisa dilakukan sewaktu-waktu bila diperlukan. 

sumber : sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar