Jumat, 15 Februari 2013

Amankah Telur untuk Bayi?



 SEBAGIAN besar anak-anak menyukai telur dan olahannya. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, telur memang akan memberi banyak manfaat. Maklum, telur mengandung banyak vitamin, protein, dan ada yang diperkaya dengan omega 3 yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan. 
Masalahnya, sejak usia berapa telur aman diberikan pada sang buah hati? Banyak dokter menyarankan setidaknya setelah anak memasuki fase mengkonsumsi makanan padat. Itu berarti sekitar 8 bulan. Namun, sebagian dokter menganjurkan hanya memberi kuning telur, terutama jika ada riwayat alegi dalam keluarga.
Saran itu mengacu pada cukup banyaknya kasus yang menunjukkan adanya alergi protein putih telur pada anak di bawah satu tahun. Sedangkan untuk kuning telur relatif aman karena jarang ditemukan kasus alergi.
Namun, sejak 2008, muncul penelitian yang menyebutkan tidak masalah jika bayi yang sudah memperoleh makanan padat mendapat konsumsi telur utuh. Pemberian telur utuh bisa dicoba dengan catatan tidak ada riwayat alergi di dalam keluarga. Penelitian tersebut menyebutkan, penundaan tidak akan banyak berguna dan tidak sebanding dengan dahsyatnya manfaat yang dikandung dalam satu butir telur.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia pada 2010 mendukung penelitian tersebut. Para peneliti menemukan fakta bahwa jika telur diberikan setelah usia 1 tahun, maka kemungkinan untuk pengembangan alergi pada anak justru lebih besar. Nah, sekarang, apa pilihan para bunda? Apa pun pilihannya, sebaiknya ketahui terlebih dahulu riwayat alergi dalam keluarga dan lakukan konsultasi dengan dokter anak.
Jika, bunda memutuska untuk memberikan telur sebelum usia satu tahun, ada baiknya menyimak beberapa tips yang kami sarikan dari berbagai sumber. Pastikan selama empat hari berikut setelah mengkonsumsi telur utuh, jangan beri makanan jenis baru pada sang buah hati. Artinya, berikan saja makanan yang sudah biasa dikonsumsi, sehingga bunda bisa mengamati dengan lebih akurat ada atau tidaknya alergi telur. Bila ternyata si kecil menunjukkan gejala alergi, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Pilihan lain, bunda bisa memilih jalan tengah dengan memberikan kuning telur terlebih dahulu. Jika dalam keluarga ada riwayat alergi, maka cara yang aman adalah dengan merebus telur hingga matang, baru kemudian memisahkan putih dan kuning telur. Pemisahan saat telur masih mentah, tetap mengandung risiko, karena besar kemungkinan putih telur tetap terbawa.

Apa pun pilihan bunda, sekali lagi sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter yang sudah biasa menangani sang buah hati. Jangan lupa ketahui riwayat alergi dalam keluarga, karena informasi tersebut sangat membantu dokter dalam mengambil keputusan.
Foto: wisegeek.com
RESEP
Scrambled egg
(sumber: weaningbabyfood.com)
Bahan:
1 kuning telur
1 satu sendok makan ASI atau susu formula
Cara membuat:
- Pisahkan putih dan kuning telur.
- Campur kuning telur dengan susu, kocok hingga tercampur rata.
- Panaskan wajan dengan api sedang, masukkan sedikit minyak atau mentega tawar kemudian masukkan campuran telur yang sudah disiapkan.
- Aduk dengan spatula sampai benar-benar matang.
- Setelah matang, Anda bisa menambahkan dengan bahan segar lain, misalnya keju atau bahan  lain yang aman untuk bayi.
Mashed Potatoes
(sumber: http://recipes4babies.com)
Bahan:
2 kentang ukuran sedang
1 sendok teh butter
4 sendok teh keju
2 sendok sour cream
1 kuning telur
Cara membuat:
Rebus kentang hingga matang, haluskan bersama kuning telur yang sudah dimasak matang, keju, butter dan sour cream.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar