Mempunyai buah
hati kembar tentu menyenangkan. Namun, orangtua sebaiknya mengetahui pola asuh
yang tepat agar si kembar tumbuh menjadi pribadi yang sehat.
MELIHAT anak
kembar hampir selalu menggemaskan. Kehadiran mereka di mal dan pusat keramaian
lain kerap menyedot perhatian. Apalagi orangtua sering membuat tampilan serupa,
baik baju mau pun rambut bagi kembar sejenis.
Namun, apakah
bisa dibenarkan kebiasaan mendandani si kembar dengan pakaian dan gaya serupa? Direktur
Lembaga Konsultasi Psikologi Daya Insani Sani Budiantini Hermawan Psi,
mengatakan memperlakukan si kembar dengan cara yang sama tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Jika selalu disamakan, mereka
tidak bisa berkembang sebagai pribadi berbeda. “Padahal meski kembar, mereka
adalah dua orang berbeda, punya keunikan dan kebutuhan sendiri-sendiri,”
katanya.
Meski
menyarankan untuk memperlakukan si kembar secara berbeda, namun Sani juga
mengingatkan agar orangtua memberi ruang kebersamaan, karena ada kalanya mereka
butuh waktu untuk berdua. “Harus dimaklumi, anak kembar biasanya memang punya
ikatan kuat dan terkadang memiliki cara berkomunikasi sendiri yang tidak
dimengerti orangtua.” Paparnya.
Pola Asuh Sehat
Kuatnya ikatan
antara anak kembar juga dikemukakan Joan A Friedman PhD. Meski demikian,
penulis buku Emotionally Healthy Twins ini tetap menyarankan agar orangtua
memperlakukan mereka sebagai individu bukan pasangan.
Saran itu didasarkan pada pengalaman pribadi sebagai anak kembar dan
orangtua anak kembar, diperkuat dengan berbagai penelitian yang sudah
dilakukan. Memperlakukan si kembar
sebagai individu menurut Joan akan membuat merekar lebih bahagia dan sehat
secara emosi.
“Fakta dan penelitian membuktikan bahwa memberi kesempatan pada anak
kembar untuk tumbuh menjadi pribadi masing-masing justru akan mengembangkan
keintiman. Itu jauh lebih baik dibanding terus memperlakukan mereka sebagai
satu kesatuan, sehingga justru memunculkan kedekatan yang melumpuhkan alias
tidak sehat secara emosional,” papar Joan yang dikenal sebagai pelopor
pendekatan baru pola asuh untuk anak kembar, ketika diwawancara doubleupbooks.com.
Perlu Kesadaran
Orangtua
Dari pengalaman yang didapat sebagai konsultan, Joan kerap
kali menjumpai keengganan, keraguan, bahkan kemarahan orangtua, ketika
disarankan untuk memperlakukan si kembar sebagai individu berbeda. Sebagian
orangtua merasa gagal jika anaki kembarnya terpisahkan, sebagian lagi merasa
terancam eksistensi dari sebutan yang sudah disandang, yakni sebagai orangtua anak
kembar. Akibatnya, saat buah hati kembar mereka ingin menjelajah menjadi
individu berbeda, kerap kali dihinggapi perasaan bersalah yang bisa berkembang
menjadi frustasi dan kemarahan.
Itu sebabnya, orangtua sebaiknya membantu anak kembarnya
dengan cara menciptakan ruang pertumbuhan individu. Misalnya, menghabiskan
waktu sendirian dengan masing-masing kembar dan tidak selalu memperlakukan serta membelikan sesuatu
yang sama bagi mereka.
“Cara ini juga akan
membantu orangtua untuk menetralkan kekuatan dua anak kembar yang pada dasarnya memang punya ikatan unik. Ikatan
itu akan menjadi kekuatan, sehingga Kerap kali orangtua merasa ditinggalkan dan
tidak dibutuhkan, bahkan merasa tidak berdaya mengendalikan anak kembarnya.
Entah itu dalam penerapan disiplin atau apa pun. “
TIPS
- Agar si kembar tumbuh menjadi individu dengan pribadi sehat, orangtua disarankan jangan pernah melakukan perbandingan. Hubungan yang unik biasanya akan diikuti dengan sesitivitas. Situs psychologytoday.com bahkan menyarankan agar orangtua lebih peka dengan tidak selalu menyebut urutan yang sama untuk anak kembarnya. Misalnya, saat menyebut nama si kembar A dan B, harus diimbangi dengan sebutan B dan A.
- Beri kebebasan memilih mainan apa yang hendak mereka lakukan. Misalkan salah satu ingin bermain balok susun dan satunya lagi ingin bermain jual beli, janganlah dicegah. Biarkan mereka melakukan hal tersebut tanpa pasangan kembarnya.
- Ikuti keinginan anak jika ingin dipisah, baik itu sekolah, kamar tidur, minat, hobi, dsb.
- Pola pengasuhan lebih diutamakan pada keunikan pribadi masing-masing.
- Mengembangkan minat dan bakat dan jangan sungkan untuk memberi apresiasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar