Minggu, 10 Februari 2013

Cara Mengatasi Anak Malas Belajar




ORANGTUA seringkali merasa jengkel karena buah hati malas belajar. Aktivitas belajar hanya dilakukan menjelang ulangan, ujian ataupun saat mengerjakan tugas. Apa yang harus dilakukan? Berikut beberapa kiat yang disodorkan para psikolog dari Proxima:




Ciptakan rutinitas belajar
 
Tentukan jadwal belajar setiap harinya. Ayah/bunda dapat berdiskusi dengan anak mengenai waktu yang akan digunakan sebagai waktu belajar, misalnya setiap malam usai makan malam. Jadwal belajar dapat diubah dengan kesepakatan bersama, misalnya saat liburan dilakukan penyesuaian dengan jadwal belajar yang lebih awal. Libatkan anak dalam setiap pembuatan keputusan terutama terkait dengan aktivitasnya.

Suasana belajar yang menyenangkan

 Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Namun, jangan abaikan unsur keseriusan dan konsentrasi. Ayah/bunda dapat menciptakan area belajar di ruangan khusus ataupun dengan meja-kursi belajar. Anak perlu tahu bahwa sekalipun belajar di rumah tetap harus dilakukan secara serius dan konsentrasi penuh. Matikan televisi dan jauhkan mainan dari area belajar sehingga anak tidak terganggu. Hal ini juga membantu orangtua untuk memberikan batasan antara kegiatan bermain dan belajar. Anak akan belajar untuk menepati jadwal kegiatannya.
Pada anak-anak yang memiliki masalah dalam hal konsentrasi, ayah/bunda dapat melatihnya dengan menetapkan waktu belajar tertentu dan terus meningkatkan batas waktunya. Misalnya, hari pertama anak diminta untuk mewarnai selama 5 menit. Setelah anak dapat menyelesaikannya tingkatkan batas waktunya secara bertahap. Selingi kegiatan belajar dengan aktivitas lain yang disukai.
Kenali hal-hal yang disukai anak untuk dapat menciptakan aktivitas belajar yang menyenangkan. Misalnya anak yang sangat menyukai karakter dalam film The Cars. Ayah/bunda dapat memanfaatkannya dengan mengajarkan anak untuk mengenal angka, huruf, berhitung ataupun pengenalan kata dengan menyisipkannya pada gambar The Cars. Permainan tebak gambar dan menyusun puzzle juga umumnya disukai anak sebagai aktivitas belajar. Suasana belajar yang menyenangkan akan membangun semangat belajar dan persepsi belajar yang menyenangkan pada anak.

Tantangan dan apresiasi

Ciptakan tantangan sehingga suasana belajar menjadi lebih menarik. Tantangan dapat dilakukan dengan meminta anak menyelesaikan sejumlah tugas / soal atau melalui aktivitas seperti mencari jejak. Ayah/bunda perlu mengukur sejauh mana anak dapat menyelesaikan tugas yang diminta sehingga tugas tidak terlalu sulit ataupun terlalu mudah. Pada anak dengan masalah konsentrasi, pecah-pecah tugas menjadi lebih kecil sehingga anak tidak cepat merasa bosan.
Kegiatan tantangan dapat dilakukan satu minggu sekali sebagai variasi dari kegiatan belajar. Jangan lupa hargai dan beri apresiasi atas setiap hasil belajar yang didapatkan anak. Lihatlah setiap pencapaian dari sisi positif, lakukan dengan kalimat yang juga positif. Misalnya, “Hebat, hari ini sudah dapat nilai 7, besok kamu pasti bisa lebih hebat.”

 Konsistensi aturan dan teladan

Konsistensi aturan dan teladan menjadi hal penting untuk membangun kebiasaan. Ayah/bunda perlu bersepakat mengenai aturan belajar yang ingin ditetapkan. Teladan ayah/bunda dapat diberikan misalnya dengan mendampingi anak belajar. Hindari menonton TV atau main game saat ayah/bunda meminta anak-anak untuk belajar. Selain akan mengganggu konsentrasinya juga akan membangkitkan rasa iri dan tidak adil dengan penerapan aturan.

 Dampingi anak saat belajar

Pendampingan saat belajar bukan hanya akan membantu anak dalam belajar tetapi juga menjadi bentuk dukungan emosional bagi anak. Kehadiran ayah/bunda saat belajar menunjukkan kehadiran ayah/bunda secara fisik dan emosional bagi anak-anaknya. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana bagi ayah/bunda untuk mengetahui sejauh mana perkembangan belajar anak di sekolah. Mintalah anak untuk menceritakan hal apa saja yang sudah dipelajarinya di sekolah serta kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Cara ini juga dapat membangun komunikasi yang baik antara ayah/bunda dan anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar