Anak-anak
tidak hanya perlu dididik untuk memahami pelajaran, melainkan juga kreativitas.
Dari sinilah akan muncul daya inovasi pada anak.
ADA satu pesan
menarik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh saat menyampaikan pidato
pada acara Anugerah Peduli Pendidikan 2012 di Jakarta,
22 November 2012. Ia mengatakan bahwa pendidikan harus juga menanamkan
nilai-nilai kreativitas pada anak bangsa.
"Saat ini sedang dilakukan penyusunan kurikulum dan akan
memasukkan nilai-nilai kreativitas. Pendidikan itu harus menanamkan nilai-nilai
kreativitas," ujarnya.
Tidak salah memang. Mantan Rektor ITS itu menjelaskan kreativitas itu
dua pertiganya dipengaruhi oleh pendidikan, sedangkan inteligensia itu dua
pertiganya dipengaruhi oleh genetik. "Membangun kreativitas itu mulai dari
pendidikan sebagai motor inovasi," tegasnya.
Dewi Hughes, Duta Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal
(PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan kreativitas pada
anak perlu digali. Salah satunya dengan bermain. Bagi anak bermain memiliki arti penting di
masa pertumbuhan karena itu juga merupakan bagian dari pendidikan.
Karena itu, orang tua harus pandai memilih alat-alat bermain yang tepat
untuk anak. "Orang tua harus dapat memilih produk yang unik yang dapat
meningkatkan sisi kreativitas serta bernilai edukatif," kata Dew, dalam
seminar Parenting Creativity for Kids Faber-Castell di Jakarta pertengahan
November lalu.
Banyak orang tua
kurang menyadari bahwa bermain adalah instrumen penting dalam
perkembangan anak, baik motorik maupun sensorik. Bermain dapat membangun sisi
komunikasi, motorik, kinestetik, kemampuan analisa dan bahasa seorang anak. **
--------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang Harus
Dilakukan
- Biarkan anak bertanya
Orang tua harus menciptakan suasana agar anak terbiasa bertanya dan
berpendapat mengenai berbagai hal. Jangan biarkan anak takut bertanya. Suasana
ini sangat mendukung untuk tumbuhnya kreativitas.
- Tekuni hobi dan kesenangan
Hobi merupakan sarana untuk menyalurkan kreativitas. Berikan kesempatan
kepada anak untuk menyalurkannya.
- Kurangi larangan
Saat berkomunikasi dengan anak, kurangi kata-kata yang mengandung unsur
larangan yang bisa mencegah anak mencoba-coba melakukan sesuatu. Ini penting
untuk menumbuhkan inisiatif.
- Trial and error
Kreativitas berarti pula percobaan akan hal-hal yang baru. Karena itu,
jika anak berbuat kesalahan, biarkan ia memperbaikinya dan mencobanya untuk
membuatnya benar. Kreativitas tumbuh dari orisinalitas bukan karena benar atau
salah.
- Apresiasi selalu
Berilah selalu penghargaan pada apa yang sudah dibuat oleh anak. Ini
penting untuk menumbuhkan percaya diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar