BISA menyusui buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri
bagi seorang ibu. Namun, terkadang muncul keraguan saat daya tahan tubuh
menurun hingga ibu terserang flu/salesma. Mulailah muncul berbagai pertanyaan,
apakah ibu yang terserang flu tetap boleh menyusui? Bagaimana jika buah hati
tercinta tertular? Obat apa yang bisa diminum dan aman untuk bayi? Dan masih
banyak lagi pertanyaan yang mungkin menggelisahkan hati bunda.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut, Free Magazine Sang Buah Hati
melakukan wawancara dengan dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC. Semoga jawaban-jawaban yang
diberikan bisa menenangkan dan menambah pengetahuan bunda. Berikut kutipan
wawancaranya.
Foto: www.i-reckon.com.au
Foto: www.i-reckon.com.au
Apakah ibu menyusui yang
terserang flu tetap bisa menyusui?
Secara medis, sebenarnya sedikit sekali kondisi ibu yang
benar-benar tidak bisa melanjutkan kegiatan menyusui saat sakit. Hanya ibu
dengan infeksi HIV dan HTLV yang dibolehkan tidak menyusui bayinya. Ibu dalam
kondisi sakit parah yang memerlukan perawatan intensif, mungkin dianjurkan
menghentikan kegiatan menyusui untuk sementara hingga kondisinya pulih.
Ibu yang terserang flu (istilah yang lebih tepat adalah
selesma atau common cold) tetap bisa menyusui sang buah hati secara
langsung seperti biasa.
Tidakkah virus
salesma bisa menular pada buah hati?
Dengan menyusui, maka antibodi yang dibentuk tubuh ibu untuk
melawan virus salesma akan ditransfer kepada bayi melalui ASI, bahkan sebelum
ibu mengalami gejala flu. Transfer antibodi memberi keuntungan bagi bayi. Dia
akan memiliki kekebalan alami dari ASI. Bila kemudian tertular, tubuhnya sudah
dipersiapkan oleh antibodi yang terkadung di dalam ASI. Hal ini tidak mungkin
diperoleh jika bayi tidak disusui.
Tindakan apa yg harus
dilakukan agar buah hati tidak tertular?
Ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penularan. Di
antaranya selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, memakai masker agar
percikan ludah saat batuk atau bersin tidak terpapar ke bayi, menghindari
kontak wajah dengan bayi, dsb.
Sebaiknya menidurkan bayi di samping ibu, agar ibu dapat
menyusui dengan mudah dalam posisi tidur menyamping. Posisi seperti itu akan
sangat membantu ibu agar cukup
beristirahat.
Apa yang harus
dilakukan ibu agar cepa sembuh dari flu?
Flu (selesma/common
cold) disebabkan oleh virus yang sifatnya self limiting disease.
Keluhan dan gejala akan membaik spontan dalam 7-14 hari. Disarankan untuk
istirahat cukup, banyak minum air hangat, berjemur matahari pagi, mandi air
hangat, tetes hidung salin dan terapi uap dengan peppermint atau eucalyptus
oil. Tindakan-tindakan itu pada umumnya cukup membantu kenyamanan ibu
selama terserang flu. Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi makanan yang kaya
vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, adakalanya ibu memerlukan obat untuk mengurangi rasa
tidak nyaman akibat demam, sakit kepala, hidung mampet, pilek dan batuk.
Obat flu apa yang
aman dikonsumsi ibu menyusui?
Beberapa obat flu over the counter (OTC) yang dijual
bebas dapat dikonsumsi ibu menyusui dengan aman. Jenis obat yang tergolong aman
untuk ibu menyusui adalah pereda nyeri/demam (parasetamol, ibuprofen), pelega
hidung (natrium kromlin), anti alergi (loratadin, tripolidin) dan obat pereda
batuk (dextromethorphan). Ibu menyusui sebaiknya menghindari obat flu yang
mengandung pseudoephedrin atau phenylephrin, karena berisiko mengurangi
produksi ASI.
Apakah ibu menyusui
bisa tetap melakukan imunisasi flu?
Jika yang dimaksud flu adalah selesma/common cold,
sayang sekali sampai saat ini belum tersedia vaksinnya. Yang biasa diberikan
adalah vaksin influenza, yaitu pencegahan terhadap virus influenza penyebab flu
burung, flu babi, dan sejenisnya. Tidak ada kontraindikasi bagi ibu menyusui
untuk imunisasi, bisa dilakukan sewaktu-waktu bila diperlukan.
BIODATA
dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC
Ibu 2 putri, dosen Ilmu Kesehatan
Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta, mahasiswi program S3
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
konsultan laktasi RS Medistra & dokter anak BJ Medical Center, Central Park,
Jakarta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar