![]() |
PERCERAIAN jelas bisa membawa masa sulit bagi anak-anak.
Namun menghadapi liburan setelah kedua orangtuanya bercerai bisa menjadi masa
yang lebih sulit lagi.
Ketika waktu libur sekolah tiba, anak-anak yang kedua
orangtuanya sudah bercerai harus menghadapi beberapa kenyataan sulit. Pertama,
mereka tidak lagi melakukan libur bersama kedua orangtuanya, kedua dan terkadang
situasinya menjadi berat, karena mereka harus bolak-balik, membagi waktu berlibur dengan ayah dan waktu berlibur dengan ibu.
Terkadang mereka menjadi tertekan karena harus menjaga perasaan kedua
orangtuanya dan harus bersikap adil agar mereka tidak tersinggung. Lalu,
apa yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak melewati
masa sulit tersebut?
1. Situs parentingnewsdaily.com
meminta orangtua mempertimbangkan
psikologi anak, jangan menambah beban dengan bertengkar dan bersaing untuk mendapatkan
perhatian buah hati.
2. Jangan pula mengucapkan kata-kata menyelidik bahkan
menyalahkan mantan pasangan masing-masing pada anak. Jika itu terjadi, mereka
akan semakin bingung, tertekan, dan akhirnya memungkinkan munculnya dampak
negatif.
3. Sebaiknya masing-masing fokus untuk menciptakan liburan
yang indah bagi sang buah hati. Sebuah artikel di The Washington Post yang
ditulis Janice D’Arcy s mengusulkan agar pasangan yang bercerai menerapkan
metode Co-Parenting. Artinya bekerjasamalah, singkirkan ego masing-masing demi
anak.
4. Edward Farber, psikolog dan penulis buku dari George Washington
University School of Medicine mengngatkan ayah dan ibu untuk menjaga fokus
hanya pada anak, bukan pada kebencian terhadap mantan pasangan masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar