Bunda, latihlah kemampuan motorik anak dengan cara memberi
rangsangan. Di antaranya bisa dilakukan melalui pemilihan mainan yang aman dan
bermanfaat.
PERKEMBANGAN kemampuan motorik anak berbeda-beda, tergantung
tingkat kematangan saraf dan otot. Itu berarti, perkembangan kemampuan motorik tergantung
pula pada proses rangsangan yang didapat.
Sejak bayi, proses rangsangan sudah bisa dilakukan orangtua.
Telinga, mata, hingga gerakan tangan dan kaki bisa dirangsang dengan
permainan-permainan sederhana. Lewat bunyi, warna, gerakan jari, permainan
cilukba, dan sebagainya, si kecil secara bertahap mulai belajar.
Mengapa harus dirangsang atau distimulasi? Penelitian
menyebutkan, kecerdasan buah hati Anda ditentukan oleh dua hal. Pertama
genetika, kedua lingkungan. Stimulasi sensorik dan motorik merupakan salah satu
cara orangtua untuk menyediakan dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kecerdasan bayi.
Dari sekian banyak kebutuhan, stimulas merupakan bagian yang
penting dilakukan untuk mengembangkan kematangan sistem sensorik dan mtorik
anak. Stimulasi dapat dilakukan sejak baru lahir bahkan di dalam kandungan.
Saat telah lahir, rangsangan bisa ditambah secara fisik dan dapat dilakukan
kapan pun, baik saat menyusui, memandikan, menjelang tidur, jalan-jalan, dsb.
Caranya pun beragam, misal dengan menggelitik jari kaki,
tangan, bermain cilukba, mendengarkn musik, memperkenalkan gambar-gambar,
mendongeng, pun lewat berbagai mainan bayi dan anak-anak.
Beberapa mainan bermutu dirancang untuk memenuhi kebutuhan
merangsang pancaindra dan motorik bayi dan anak-anak. Di antaranya jenis mainan
O’Ball produksi Rhino Toys. Ada
beragam bentuk yang bisa dipilih, baik untuk bayi, anak-anak, bahkan orang
lanjut usia. Maklum, O’Ball dirancang sedemikian rupa hingga tidak hanya
menyodorkan permainan, tapi juga sebagai terapi.
![]() |
| Foto:babyramacanada.com |
Bentuknya beragam, berpola dengan pegangan sampai bentuk
bola dengan lubang-lubang berkait yang dilengkapi dengan bola-bola kecil yang
bisa mengeluarkan bunyi gemericing.
Erwin Liman selaku distributor Indonesia, mengatakan O’Ball
didesain sedemikian rupa agar bisa berfungsi sebagai mainan sekaligus alat
untuk merangsang syaraf dan motorik pada bayi, anak-anak, dan lanjut usia.
Itu sebabnya, selain dilengkapi dengan bunyi gemericing,
bahan utama yang digunakan dipilih yang lentur, lunak dan lembut. Selain tu, O’Ball
menggunakan bahan yang aman (BPA free), hingga aman digigit.
![]() |
| Foto: target.com |
Bentuknya pun beragam. Untuk bayi bisa dipilih mainan dengan
pegangan atau bahkan bola, karena mudah dipegang. Lubang-lubang pada O’Ball
memungkinkan bayi dan orang lanjut usia yang tengah melakukan terapi,
menggenggam sesuai dengan kemampuan rentang tangan.
Pada anak-anak, O’Ball bisa digunakan dengan lebih
bervarasi. Bukan hanya menggenggam dan meremas, teapi juga menggelindingkan dan
melempar bola. Mainan ini memungkinkan orangtua dan anak bersama-sma
mengembangkan kreativitas dalam jenis permainan.
Mainan asal Amerika Serikat dan dibuat di China ini, sudah beredar di seluruh
dunia. Di Jepang, O’Ball telah terjual lebih dari 1 juta unit. Di Jerman,
O’Ball digunakan untuk terapi para lanjut usia yang mulai terganggu gerak
motoriknya.
Di Indonesia, jelas Erwin, sudah bisa diperoleh dihampir seluruh
provinsi. “Tersebar di Metro Departement Store, Toys Kingdom,
dan hampir sema toko prlengkapan bayi,” paparnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar