SEBAGIAN besar anak-anak menyukai telur dan olahannya. Jika
dikonsumsi dalam jumlah cukup, telur memang akan memberi banyak manfaat.
Maklum, telur mengandung banyak vitamin, protein, dan ada yang diperkaya dengan
omega 3 yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan.
Masalahnya, sejak usia berapa telur aman diberikan pada sang
buah hati? Banyak dokter menyarankan setidaknya setelah anak memasuki fase
mengkonsumsi makanan padat. Itu berarti sekitar 8 bulan. Namun, sebagian dokter
menganjurkan hanya memberi kuning telur, terutama jika ada riwayat alegi dalam
keluarga.
Saran itu mengacu pada cukup banyaknya kasus yang
menunjukkan adanya alergi protein putih telur pada anak di bawah satu tahun.
Sedangkan untuk kuning telur relatif aman karena jarang ditemukan kasus alergi.
Namun, sejak 2008, muncul penelitian yang menyebutkan tidak
masalah jika bayi yang sudah memperoleh makanan padat mendapat konsumsi telur
utuh. Pemberian telur utuh bisa dicoba dengan catatan tidak ada riwayat alergi
di dalam keluarga. Penelitian tersebut menyebutkan, penundaan tidak akan banyak
berguna dan tidak sebanding dengan dahsyatnya manfaat yang dikandung dalam satu
butir telur.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia pada 2010 mendukung
penelitian tersebut. Para peneliti menemukan
fakta bahwa jika telur diberikan setelah usia 1 tahun, maka kemungkinan untuk
pengembangan alergi pada anak justru lebih besar. Nah, sekarang, apa pilihan
para bunda? Apa pun pilihannya, sebaiknya ketahui terlebih dahulu riwayat
alergi dalam keluarga dan lakukan konsultasi dengan dokter anak.
Jika, bunda memutuska untuk memberikan telur sebelum usia
satu tahun, ada baiknya menyimak beberapa tips yang kami sarikan dari berbagai
sumber. Pastikan selama empat hari berikut setelah mengkonsumsi telur utuh,
jangan beri makanan jenis baru pada sang buah hati. Artinya, berikan saja
makanan yang sudah biasa dikonsumsi, sehingga bunda bisa mengamati dengan lebih
akurat ada atau tidaknya alergi telur. Bila ternyata si kecil menunjukkan
gejala alergi, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Pilihan lain, bunda bisa memilih jalan tengah dengan
memberikan kuning telur terlebih dahulu. Jika dalam keluarga ada riwayat
alergi, maka cara yang aman adalah dengan merebus telur hingga matang, baru
kemudian memisahkan putih dan kuning telur. Pemisahan saat telur masih mentah,
tetap mengandung risiko, karena besar kemungkinan putih telur tetap terbawa.
Apa pun pilihan bunda, sekali lagi sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter yang sudah biasa menangani sang buah hati. Jangan lupa ketahui riwayat alergi dalam keluarga, karena informasi tersebut sangat membantu dokter dalam mengambil keputusan.
Foto: wisegeek.com
RESEP
Scrambled
egg
(sumber: weaningbabyfood.com)
Bahan:
1
kuning telur
1
satu sendok makan ASI atau susu formula
Cara
membuat:
- Pisahkan putih dan kuning telur.
- Campur kuning telur dengan susu, kocok hingga tercampur rata.
- Panaskan wajan dengan api sedang, masukkan sedikit minyak atau mentega tawar kemudian masukkan campuran telur yang sudah disiapkan.
- Aduk dengan spatula sampai benar-benar matang.
- Setelah matang, Anda bisa menambahkan dengan bahan segar lain, misalnya keju atau bahan lain yang aman untuk bayi.
- Pisahkan putih dan kuning telur.
- Campur kuning telur dengan susu, kocok hingga tercampur rata.
- Panaskan wajan dengan api sedang, masukkan sedikit minyak atau mentega tawar kemudian masukkan campuran telur yang sudah disiapkan.
- Aduk dengan spatula sampai benar-benar matang.
- Setelah matang, Anda bisa menambahkan dengan bahan segar lain, misalnya keju atau bahan lain yang aman untuk bayi.
Mashed Potatoes
(sumber: http://recipes4babies.com)
Bahan:
2
kentang ukuran sedang
1 sendok teh butter
4 sendok teh keju
2 sendok sour cream
1 kuning telur
1 sendok teh butter
4 sendok teh keju
2 sendok sour cream
1 kuning telur
Cara
membuat:
Rebus
kentang hingga matang, haluskan bersama kuning telur yang sudah dimasak matang,
keju, butter dan sour cream.
sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar