Diasuh:
Dr Ferdy Limawal SpA
RS Omni Alam Sutera
Pertanyaan:
Dr Ferdy Limawal SpA
RS Omni Alam Sutera
Pertanyaan:
SELAMAT pagi dokter Ferdi, saya ayah dari satu putra Gunawan
(10) dan Fika (7). Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih, karena rubrik
asuhan dokter memberi tambahan pengetahuan pada kami orangtua.
Lewat surat
ini saya ngin menanyakan perihal anak saya yang berkacamata karena minus. Kedua
anak saya sekarang ini sudah memakai kacamata, dengan jumlah minus rata-rata
satu. Sebagai orangtua saya terkadang sedih juga melihat mereka sudah memakai
kacamata di usia muda. Padahal, kami cukup ketat memberlakukan larangan untuk
tidak membaca sambil tiduran.
Kata orang, minus itu keturunan, benarkah? Saya dan isteri
memang memakai kacamata, tetapi tidak di usia muda. Saya mulai pakai kacamata
saat kuliah, dan isteri saya ketika duduk di bangku SMA.
Bisakah minus dihilangkan dengan makanan mengandung vitamin
A seperti jus wortel? Atau adakah vitamin dan obat yang bisa menghambat
penambahan minusnya? Mohon petunjuknya dok.
Ardian, Bandung
Jawaban:
Dear Bpk Ardian,
Mata minus (miopia /rabun jauh) merupakan suatu keadaan di mana
penderitanya tidak bisa melihat benda-benda yang berjarak jauh, sehingga ketika
ia melihat benda dari jarak jauh terlihat tidak jelas, buram atau menjadi
samar-samar. Mata minus terjadi akibat perubahan kelengkungan kornea
menjadi lebih pendek atau disebabkan oleh memanjangnya sumbu bola mata
yang mengakibatkan mata berubah menjadi bentuk bulat
telur.
Beberapa
hal yang mempengaruhi resiko terjadinya miopia, antara lain:
1. Keturunan.
Faktor keturunan
seringkali memegang peranan penting dalam hal kelainan refraksi mata. Pada anak
yang kedua orangtuanya memakai kacamata (minus), kemungkinan ia menderita
kelainan refraksi (mata minus) adalah lebih besar dibandingkan pada anak yang
kedua orangtuanya tidak mengalami kelainan refraksi. Orangtua yang mempunyai
sumbu bolamata yang lebih panjang dari normal akan melahirkan keturunan yang
memiliki sumbu bolamata yang lebih panjang dari normal pula. Sebagian besar
kasus rabun jauh disebabkan oleh penurunan sifat dari orangtua.
2. Selain itu,
mata minus bisa juga diakibatkan karena perilaku/kebiasaan yang kurang sehat,
misalnya:
- Kebiasaan melihat jarak dekat terlalu lama dan secara terus menerus.
- Membaca sambil tiduran.
- Membaca di tempat dengan penerangan kurang.
- Membaca terlalu lama tanpa beristirahat.
- Terlalu lama bekerja di komputer.
- Nonton televisi terlalu dekat
- Main game dengan TV besar dan jarak dekat.
Kondisi ini, sepengetahuan kami
dan dalam teknologi saat ini, memang tidak dapat dipulihkan total seperti
semula, kecuali mungkin dengan operasi seperti LASIK atau operasi mata lainnya.
Untuk obat minum, begitu pula obat tetes, sampai saat ini belum
ada obat yang yang telah teruji klinis dapat menurunkan minus mata.
Terdapat beberapa klaim mengenai pengobatan herbal atau alternatif lain yang
mengaku dapat menyembuhkan myopia, namun karena metode penelitiannya tidak
jelas, maka kami tidak dapat merekomendasikannya.
Bila seseorang mengalami mata
minus, maka penyakit ini akan cenderung terus bertambah, terutama jika ia masih
berada pada masa pertumbuhan. Seiring dengan bertambahnya tinggi badan, maka
minus juga akan bertambah dikarenakan sumbu bola mata yang ikut bertambah
panjang. Pada umumnya mata minus akan berhenti bertambah saat mendekati usia
30-an.
Bila mata sudah minus, maka yang
dapat dilakukan hanyalah menjaga kesehatan mata agar minus tidak bertambah
cepat. Meski minus mata tidak bisa turun, tetapi minus bisa tetap dijaga
agar tidak bertambah besar. Mata minus tidak bisa dikontrol hanya dengan
mengonsumsi wortel atau vitamin A saja. Yang terpenting adalah harus
menghindari kegiatan/perilaku /kebiasaan yang dapat menyebabkan
bertambahnya minus dan memakai kacamata sesuai ukuran.
sangbuahhati.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar