Jumat, 26 April 2013

Tips & Panduan Seputar Olahraga bagi Ibu Hamil


BOLEHKAH ibu hamil olahraga? Apakah tidak membahayakan kehamilan? Olahraga apa yang cocok dengan kondisi ibu hamil?
Ketika hamil, dokter umumnya menyarankan ibu mengurangi aktivitas berat agar tidak cepat merasa lelah dan tentu untuk menjaga keselamatan janin. Meski demikian, bukan berarti ibu hamil tidak boleh melakukan olahraga.
Jika tidak ada masalah dengan kehamilan, kegiatan olahraga tetap bisa dilakukan. Tentu jenis olahraga dan kuantitas waktu harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Melakukan olahraga yang tepat ketika hamil justru bisa membantu meningkatkan kebugaran.
Namun, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, dr Ridwan, SpOG yang berpraktek di Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, menyarankan ibu hamil melakukan konsultasi dulu dengan dokter. Melalui konsultasi, dapat diketahui bagaimana kondisi kesehatan ibu dan janin. Selain itu, bisa pula diketahui jenis olahraga apa yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kehamilan.


Untuk memudahkan para calon ibu, dr Ridwan memberikan tips dan panduan seputar olahraga bagi ibu hamil.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum memulai olahraga?
  • Jangan berolah raga jika memiliki masalah dengan kehamilan karena dapat mempengaruhi jumlah oksigen  yang didapatkan bayi
  • Jika sampai 3 bulan terakhir kehamilan tidak pernah berolah raga secara teratur maka berjalan adalah olah raga yang terbaik pada usia kehamilan seperti ini
  • Mulailah program latihan sesuai dengan kemampuan sehingga latihan yang dilakukan tidak akan menimbulkan nyeri, napas menjadi lebih pendek atau sangat lelah
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap
 Kapan harus menghentikan latihan?
  • Ketika merasa nyeri, termasuk nyeri panggul, kontraksi rahim atau nyeri dada
  • Tidak mampu berjalan dengan baik
  • Perdarahan atau keluar cairan dari vagina
  • Seperti mau pingsan atau pusing
  • Napas menjadi lebih pendek
  • Kelemahan otot
  • Nyeri pada  betis
  • Sakit kepala pada saat latihan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Ibu merasa gerakan bayi berkurang selama atau setelah latihan
Pedoman Berolahraga selama hamil
  • Pemanasan dan pendinginan selama 5-10 menit
  • Lebih baik berolahraga ringan secara teratur beberapa hari dalam seminggu dari pada berolahraga berat tetapi frekuensinya jarang
  • Berolahraga 30 menit direkomendasikan untuk sebagian besar wanita hamil yang sehat
  • Cek nadi anda pada saat puncak aktivitas
  • Nadi Jangan lebih dari 140 x/menit
  • Jangan memaksakan untuk berolah raga. Berhentilah jika anda merasa lelah, napas pendek atau pusing
  • Banyak minum air sebelum, selama dan setelah olah raga untuk mencegah dehidrasi
  • Pada trimester II dan III hindari latihan dengan posisi terlentang karena dapat mengurangi oksigenasi bayi
  • Hindari olah raga di luar ruangan pada cuaca panas dan lembab. Juga hindari hot tubs, whirlpool atau sauna
  • Jangan berolahraga jika anda demam suhu 37,8 C atau lebih
  • Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan gunakan bra yang sesuai untuk menyokong payudara yang membesar selama kehamilan. Foto: www.peerfit.com
http://www.sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar