HATI-hati
bunda, jagalah pola makan selama kehamilan. Hamil bukan berarti bisa
makan sebanyak
apa pun dengan alasan untuk asupan dua orang. Pengontrolan kenaikkan
berat
badan pada ibu hamil perlu dilakukan agar ibu dan bayi tetap sehat.
Penelitian terbaru menyebutkan, pola makan ibu selama hamil berkorelasi
dengan diabetes militus pada anak.
Meski
demikian, jangan melakukan sembarangan diet jika tidak ingin menyesal kemudian
hari. Berbagai penelitian menyebutkan,
kekurangan gizi saat kehamilan bisa mempengaruhi perkembangan janin. Itu
berarti bisa menghambat pertumbuhan organ tubuh dan juga perkembangan lain yang
membutuhkan asupan gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi bisa menyebabkan
banyak keluhan, mulai dari cepat lelah, kram karena kekurangan kalsium,
sembelit karena kekurangan serat, dan masih banyak lagi.
Peneliti dari Universitas Harvard
pernah merilis hubungan antara pola makan dan kesehatan janin. Ibu yang
memiliki pola makan seimbang, 95% melahirkan bayi yang sehat. Sedangkan ibu
yang senang mengkonsumsi makanan kurang bergizi selama hamil, hanya 8% bayi
yang dilahirkan sehat, dan 65% lahir prematur, fungsi tubuh belum sempurna,
cacat, bahkan banyak yang meninggal sebelum dilahirkan.
Pola makan berlebihan pada ibu hamil
juga bisa berdampak buruk bagi buah hati. Penelitian yang dilakukan di Complutense
University of Madrid, Spanyol dan sudah diterbitkan di European Journal of
Clinical Nutrition menunjukan
korelasi diabetes militus pada anak dengan pola makan tidak sehat yang
dilakukan ibu semasa kehamilan.
Itu
sebabnya, diet sehat sangat diperlukan untuk menghindari kurang gizi dan juga
peningkatan insulin dan glukosa pada anak dalam kandungan. Peningkatan itu
otomatis akan melipat gandakan risiko diabetes. “Jika tidak ingin berdampak
buruk pada janin, sangat penting bagi ibu hamil untuk melaksanakan pola makan
seimbang,” papar .Francisco J Sanchez Muniz, salah satu
peneliti dari University of Madrid.
http://www.sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar