DOKTER, mungkinkah anak-anak menderita kolestrol? Beberapa
waktu lalu, saya melakukan pemeriksaan darah di laboratorium umum, dan
iseng-iseng saya periksakan kolestrol dan gula darah anak saya Leo, 11 tahun.
Saya kaget sekali, saat hasilnya keluar, kolestrolnya 215. Petugas
di laboratorium tempat saya memeriksa, mengatakan angka itu di luar batas
normal dan harus diwaspadai. Padahal dokter, anak saya tidak gemuk, tingginya
150 cm dan beratnya 40 kg.
Tapi untuk berjaga-jaga, sejak keluar hasil laboratorium
tersebut, saya langsung mengontrol pola makan dan apa yang dimakan Leo.
Kebetulan anak saya suka daging merah dan ayam. Yang ingin saya tanyakan, mengapa anak seusia Leo bisa
terkena kolestrol? Apakah perlu perawatan serius jika hasilnya seperti yang
saya sebutkan di atas? Terimakasih
dokter.
Martinus
Depok
Ilustrasi foto: foxnews.com
Jawaban:
Dear Bpk Martinus
Banyak yang menganggap penyakit
kolesterol tinggi adalah penyakit orang dewasa, tapi kini penyakit tersebut
tengah menjadi kekhawatiran di kalangan anak-anak dan remaja. Kejadian kelebihan
berat badan pada anak dan remaja telah meningkat, hal inilah yang memicu
kekhawatiran timbulnya kadar kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan
resiko terjadinya penyakit pembuluh darah di usia dewasa muda, seperti
hipertensi, penyakit jantung koroner dan stroke.
Saat ini hampir setiap hari kegiatan anak hanya diisi dengan duduk untuk menonton televisi, main game komputer atau teknologi lainnya. Pola makan yang sering mengonsumsi makanan cepat saji serta olahan juga menjadi salah satu faktor.
Tapi berat badan dan gaya hidup bukanlah faktor mutlak penyebab masalah tersebut. Penyakit kolesterol tinggi juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes dan tekanan darah tinggi, dapat meningkatkan peluang seorang anak mengalami kolesterol tinggi dan kelainan metabolisme lemak.
Ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko anak dan remaja, sehingga memiliki kadar kolesterol yang tinggi, yaitu:
Saat ini hampir setiap hari kegiatan anak hanya diisi dengan duduk untuk menonton televisi, main game komputer atau teknologi lainnya. Pola makan yang sering mengonsumsi makanan cepat saji serta olahan juga menjadi salah satu faktor.
Tapi berat badan dan gaya hidup bukanlah faktor mutlak penyebab masalah tersebut. Penyakit kolesterol tinggi juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes dan tekanan darah tinggi, dapat meningkatkan peluang seorang anak mengalami kolesterol tinggi dan kelainan metabolisme lemak.
Ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko anak dan remaja, sehingga memiliki kadar kolesterol yang tinggi, yaitu:
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Memiliki riwayat keluarga yang menderita kolesterol tinggi atau kelainan metabolisme lemak
- Terdapat riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung koroner
- Kurang aktifitas fisik/ olah-raga
- Diet tinggi lemak jenuh/ kolesterol (mis: makanan cepat saji, jeroan, makanan olahan, daging berlemak)
- Menderita Diabetes
Anak-anak dan remaja normalnya
memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL (kolesterol
jahat) kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL (kolesterol baik) lebih dari 35
mg/dl dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.
Bagi anak yang memiliki kadar
kolesterol tinggi, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan. Jika anak
mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, maka perubahan gaya hidup adalah
langkah pertama yang harus dilakukan. Menerapkan diet rendah lemak jenuh/
kolesterol dan hindari makanan cepat saji. Perbanyak aktivitas fisik
setiap harinya, kurangi aktifitas pasif seperti nonton televisi dan main game
komputer. Perubahan gaya hidup dan pola makan masih menjadi rekomendasi utama
untuk mengatasi masalah kolesterol pada anak.
Diasuh:
Dr Ferdy Limawal
RS Omni Alam Sutera
sangbuahhati.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar