Jumat, 26 April 2013

Ketika Guru Mendengar Aktif Demi Efektifitas Belajar Sekolah



Ketika Guru Mendengar Aktif Demi Efektifitas Belajar Sekolah

Stephen R. Covey mengungkapkan, komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi. Komunikasi pulalah yang mementukan keberhasilan keberhasilan kegiatan
Komunikasi yang baik juga menjadi kunci keberhasilan proses belajar mengajar disekolah. Disatu sisi, tantangan teknologi juga menuntut guru-guru harus semakin up to date dan memiliki gaya berkomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap muridnya. Demi memenuhi tantangan inilah Sekolah Al-Hikmah Surabaya bekerjasama dengan Kita Dan Buah Hati Foundation (KBHF) menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Pengasuhan Anak (KPA) bagi seluruh guru-guru dan konselor (psikolog) disekolah TK – SMA Al-Hikmah.
“Pelatihan KPA ini bertujuan untuk membantu para guru dan konselor agar bisa mendekatkan mereka pada masalah-masalah yang dihadapi disekolah sekaligus memberi kesadaran bahwa sesungguhnya setiap guru mampu menyelesaikan atau mendapatkan solusi dengan cara yang lebih baik. Antara lain melalui cara ‘mendengar aktif’ terhadap para siswa mereka sehingga para siswa merasa didengarkan oleh guru-guru mereka,” papar Diah Karim, Msi, salah seorang trainer dari KBHF yang mengisi pelatihan tersebut, Sabtu-Minggu (13-14/04/2013) lalu di Surabaya.
Mendengar aktif adalah mendengar dengan merespons perkataan, maksud, dan perasaan lawan bicara. Dengan merespons perkataan, maksud, dan perasaan lawan bicara, maka lawan bicara akan merasa senang karena perasaannya dapat dipahami sedikit demi sedikit. Akibatnya, ia bisa menjadi lebih ramah dan timbul rasa sayang lebih mendalam. Lawan bicara akan mulai mendengarkan dan menjadi lebih bertanggung jawab.
Dengan mendengar aktif, menurut Diah Karim tidak hanya menggunakan kedua telinga saja, namun juga dibutuhkan kemauan untuk membuka hati. Jika para guru bisa menerapkan mendengar aktif, akan terjadi interaksi dan komunikasi yang lebih dekat antara guru dengan murid. Para siswa juga yang perasaan dan perkataannya didengarkan, akan dengan mudah dan gembira mengikuti setiap mata pelajaran yang diberikan disekolah.

Selain mendengar aktif beberapa teknik komunikasi juga diberikan salah satunya “Pesan Saya” dan Tindakan Berpikir, Memilih dan Memutuskan (BMM). Pesan saya, merupakan satu cara bagaimana guru-guru bisa menyampaikan keinginan yang sebaiknya murid lakukan tanpa menyalahkan dan memerintah murid tersebut. Dan BMM adalah sebuah teknik mengarahkan anak-anak (murid) untuk belajar berpikir, memilih dan memutuskan jika berhadapan pada suatu kondisi. Caranya, “Dengan memberikan sebuah pertanyaan terbuka yang merangsang anak untuk memikirkan, memilih dan memutuskan sebuah solusi dari dirinya sendiri,”papar Diah Karim.
Yang menarik, menurut Diah Karim, para guru disekolah Al-Hikmah memiliki antusiasme dan keinginan besar untuk belajar memperbaiki pola komunikasi mereka demi murid-murinya. Hal ini sejalan dengan misi sekolah tersebut yang akan menjadi Sekolah Berbasis Pengasuhan. Dimana sekolah dalam kegiatan belajar mengajarnya juga mengadaptasi pola pengasuhan yang baik dan menyenagkan demi tumbuh kembang murid-muridnya secara optimal. Selain Diah Karim, hadir pula Wulansari, Psi, psikolog dan trainer KBHF lainnya sebagai trainer dalam pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut.
http://www.kitadanbuahhati.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar